Ini Cara Dapat Pinjaman Rp500 Juta dari BPJS Ketenagakerjaan

Program Pinjaman BPJS Ketenagakerjaan

Program Pinjaman BPJS Ketenagakerjaan

Program yang lebih sering dikenal dari BPJS Ketenagakerjaan adalah Jaminan Hari Tua alias JHT. Namun, ternyata ada program lain yang tak kalah menarik, yaitu Anda bisa meminjam ke BPJS Ketenagakerjaan.

Pinjaman yang bisa diajukan bahkan hingga Rp500 juta, lho! Syaratnya, Anda adalah peserta BPJS Ketenagakerjaan  yang telah aktif minimal satu tahun saja. 

Program Pinjaman BPJS Ketenagakerjaan

Program Pinjaman BPJS Ketenagakerjaan
ekonomi.okezone.com

Selain, program Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Pensiun (JP), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), dan Jaminan Kematian (JK), BPJS Ketenagakerjaan juga menyediakan program Manfaat Layanan Tambahan (MLT).

Program pinjaman BPJS Ketenagakerjaan ini lebih ditujukan untuk pembiayaan rumah. Anda bisa meminjam berupa dana tunai atau cicilan KPR melalui BPJS Ketenagakerjaan. Berikut detail pinjaman tersebut.

Jenis Pinjaman Suku Bunga per Tahun DP Plafon Tenor 
KPR BTN Subsidi 5% 1% Rp150 juta 20 tahun
KPR BTN Nonsubsidi BI RR*** + 3% 5% Rp500 juta 20 tahun
Pinjaman Uang Muka Perumahan (PUMP) BI RR*** + 3% Rp20 juta – Rp50 juta 15 tahun
Pinjaman Renovasi Rumah (PRP) BI RR*** + 3% Rp50 juta 10 tahun
Kredit Konstruksi (KK) BI RR*** + 4% 5 tahun

***BI RR atau BI Repo Rate adalah  4,75%

1. Kredit Pemilikan Rumah (KPR)

KPR dari BPJS Ketenagakerjaan bekerja sama dengan BTN. Program KPR ini diberikan, baik untuk rumah subsidi dan nonsubsidi. Untuk pinjaman KPR ini akan diberikan dalam bentuk kredit alias cicilan. Jadi, Anda dapat mencicil setiap bulan seperti halnya KPR biasa.

Berikut detailnya:

  • KPR Nonsubsidi

Sesuai penjelasan di tabel, KPR Nonsubsidi via BPJS Ketenagakerjaan yang bekerja sama dengan BTN, Anda harus menyetorkan uang muka sebesar 5 persen dari harga rumah. Jadi, kalau rumah yang Anda incar dibanderol seharga Rp500juta maka siapkan Rp25 juta sebagai DP.

  • KPR Subsidi

Sementara itu, untuk bisa mencicil KPR Subsidi, Anda perlu menyiapkan uang muka sebesar 1 persen total kredit. Apabila Anda mengincar rumah dengan harga Rp150 juta maka siapkan Rp 1,5 juta.

2. Pinjaman Uang Muka Perumahan (PUMP) 

Kalau Anda ingin mencicil rumah dengan harga di atas pembiayaan KPR BPJS Ketenagakerjaan maka PUMP bisa menjadi alternatif. Dengan Pinjaman Uang Muka Perumahan (PUMP), Anda dapat merealisasikan impian punya rumah dengan lebih segera. 

Yang menarik, pinjaman tersebut dapat Anda cicil selama 15 tahun. Sehingga tidak akan terlalu membebani cicilan KPR Anda.

Jumlah pinjaman yang diberikan disesuaikan dengan penghasilan Anda. Berikut rincian pinjaman yang diberikan:

  • Gaji maksimal Rp5 juta diberikan pinjaman Rp20 juta.
  • Gaji Rp5 juta – Rp10 juta diberikan pinjaman Rp30 juta.
  • Gaji di atas Rp10 juta diberikan pinjaman Rp50 juta.

Berikut hitungan kasar untuk pinjaman ini: Anda cukup membayar cicilan pokok (belum ditambahkan bunga) dengan dana Rp111 ribuan saja per bulan apabila meminjam Rp20 juta.

3. Pinjaman Renovasi Rumah (PRP)

Sesuai dengan namanya, PRP ditujukan untuk pembiayaan renovasi rumah saja. Peserta BPJS Ketenagakerjaan yang telah memiliki rumah dan ingin memperbaiki rumahnya bisa mengajukan pinjaman ke BPJS Ketenagakerjaan.

Pinjaman yang diberikan maksimal Rp50 juta. Dengan tenor atau jangka waktu cicilan adalah 10 tahun.

4. Kredit Konstruksi

Kredit Konstruksi (KK) atau disebut juga Fasilitas Pembiayaan Perumahan Pekerja (FPPP) ditujukan bagi pengembang atau developer, bukan si peserta BPJS Ketenagakerjaan. Dengan program ini diharapkan, penyediaan rumah untuk peserta BPJS Ketenagakerjaan lebih cepat terealisasi. Sebab, developer mendapatkan dukungan dana untuk membangun rumah.

Adapun tenor yang diberlakukan adalah selama lima tahun.

Syarat dan Prosedur Pinjaman BPJS Ketenagakerjaan

Syarat dan Prosedur Pinjaman BPJS Ketenagakerjaan

Ada beberapa kriteria dan syarat tertentu yang perlu Anda penuhi sebelum melakukan pengajuan pinjaman BPJS Ketenagakerjaan.

Berikut kriteria calon peminjam untuk program KPR, PUMP, dan PRP:

  • Terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan selama minimal satu tahun.
  • Membayar iuran secara aktif dan rutin.
  • Belum memiliki rumah sendiri (kecuali pinjaman PRP).

Jika Anda memenuhi kriteria di atas maka ikuti prosedur pengajuan pinjaman di BPJS Ketenagakerjaan sebagai berikut.

Sebagai catatan, pinjaman ini berlaku hanya satu kali saja selama menjadi peserta. Kemudian, apabila Anda sudah menikah maka yang mengajukan hanya bisa salah satu saja. Anda atau pasangan.

Prosedur pengajuan pinjaman BPJS Ketenagakerjaan:

Syarat dan Prosedur Pinjaman BPJS Ketenagakerjaan

  • Peserta mengajukan permohonan pinjaman melalui bank yang bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan.
  • Bank akan memverifikasi data Anda di SLIK OJK.
  • Setelah lolos pengecekan, permohonan kredit diteruskan ke pihak BPJS Ketenagakerjaan.
  • BPJS Ketenagakerjaan akan mengirimkan surat rekomendasi persetujuan kembali ke pihak bank. Bank akan memproses aplikasi tersebut.

KPR vs Pinjaman BPJS Ketenagakerjaan

Lebih Murah dan Mudah Mana Dibandingkan KPR Pada Umumnya?

Yang menjadi pertanyaan, apa sih bedanya KPR dan pinjaman lewat BPJS Ketenagakerjaan dengan KPR biasa atau KTA?

Kebanyakan KPR biasa dan KTA mensyaratkan standar gaji tertentu sebagai patokan pemberian pembiayaan. Lewat BPJS Ketenagakerjaan, proses pengajuan menjadi lebih mudah karena yang dilihat adalah keanggotaan Anda di BPJS Ketenagakerjaan.

Selain itu jika dibanding-bandingkan, pinjaman di BPJS Ketenagakerjaan terasa lebih ringan dibandingkan KPR biasa atau KTA.

Sebagai contoh, KPR pada umumnya menerapkan suku bunga sekitar 6 persen hingga 7 persen per tahun. Sangat jarang ada KPR yang memberikan suku bunga di kisaran 5 persen. 

Hanya beberapa bank saja yang memberikan KPR murah dengan suku bunga bersaing dengan KPR BPJS Ketenagakerjaan. Itu pun dengan syarat dan ketentuan berlaku. Misal hanya untuk beberapa tahun pertama saja.

Kemudian, DP yang diberlakukan juga jauh lebih ringan dibandingkan KPR biasa. Pada KPR umumnya diberlakukan DP minimal 10 persen, sementara DP KPR melalui BPJS Ketenagakerjaan hanya 1 sampai 5 persen saja.

Cuma memang perlu diakui bahwa terdapat batasan tertentu. Pembiayaan KPR melalui BPJS Ketenagakerjaan dibatasi hanya sampai Rp500 juta saja. Untuk Anda yang berada di wilayah Jabodetabek tentu merasa cukup sulit menemukan rumah dengan harga segitu yang letaknya strategis. Biasanya, Anda hanya bisa memilih rumah-rumah yang berada di pinggiran kota Jakarta.

Begitu juga apabila dibandingkan dengan KTA. Pinjaman melalui BPJS Ketenagakerjaan ini jauh lebih ringan. Sebab, bunga yang diterapkan hanya sekitar 7 persenan saja per tahun. Sementara KTA biasanya memberlakukan bunga hingga 12 persen per tahun.

Belum lagi, tenor yang diberikan pun cukup panjang, yaitu 10 tahun. Dengan perpaduan tenor panjang dan bunga lebih ringan daripada KTA, tentu bikin cicilan pinjaman pun semakin ringan.

Kesimpulan

Makin kuat nih alasan untuk mendaftar BPJS Ketenagakerjaan. Sebab, manfaatnya ternyata tak hanya untuk mendapatkan sejumlah pengembalian dana di hari tua. Akan tetapi, Anda pun punya pernaungan berupa rumah. 

Kurang lengkap apa coba?

Helda Sihombing

Berpengalaman di industri FinTech dan jurnalis media finansial selama 5 tahun. Bercita-cita meningkatkan literasi keuangan masyarakat Indonesia lewat digital.