Memahami Makna Surat Berharga dan Jenis-Jenisnya

Surat berharga

Surat berharga adalah sebuah dokumen yang memiliki nilai uang yang diakui dan dilindungi oleh hukum untuk kepentingan transaksi perdagangan, pembayaran, penagihan, atau sejenis lainnya.

Tidak hanya uang, dalam transaksi perdagangan modern, surat berharga juga sering digunakan sebagai alat pembayaran, khususnya di kalangan para pengusaha. Banyak pengusaha yang menggunakan surat berharga sebagai alat bayar transaksi perdagangan karena dianggap lebih aman, praktis, dan memiliki gengsi tersendiri.

Selain digunakan sebagai alat pembayaran, fungsi utamanya adalah sebagai surat legitimasi karena surat berharga tersebut adalah panduan bagi pemegang surat yang dianggap sebagai pihak yang dapat melakukan atau memiliki hak tertentu.

Ciri-Ciri Surat Berharga

Nah, apa sih bedanya surat berharga dengan surat-surat lainnya? Secara umum, surat berharga memiliki kesamaan dalam karakteristik dan persyaratannya. Berikut adalah ciri-ciri dan syarat surat berharga.

  • Berbentuk dokumen tertulis.
  • Harus memiliki nama.
  • Terdapat beberapa tanda tangan dari pihak terkait.
  • Merupakan perintah atau janji tanpa syarat.
  • Di dalamnya terdapat akta perintah atau janji membayar.
  • Di dalamnya terdapat nama orang yang membayar.
  • Terdapat keterangan waktu pembayaran yang harus dilakukan.

Bentuk-Bentuk Surat Berharga

Surat berharga

Ada beragam bentuk surat berharga yang disebutkan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Dagang dalam Buku I titel 6 dan titel 7, di antaranya:

1. Wesel

Wesel adalah surat berharga yang memuat kata wesel di dalamnya. Di dalamnya diberikan tanggal dan ditandatangani di suatu tempat. Dengan wesel ini, penerbit memberikan perintah tanpa syarat kepada yang ditunjuk terkait pada hari bayar-membayar sejumlah uang kepada orang (penerima) yang ditunjuk oleh penerbit atau penggantinya di suatu tempat tertentu.

2. Surat kesanggupan

Surat kesanggupan adalah surat berharga yang memuat kata aksep atau promes. Dengan surat sanggup, penerbit menyanggupi untuk membayar sejumlah uang kepada orang yang disebut atau penggantinya atau pembawa surat tersebut pada hari pembayaran.

3. Cek

Cek adalah surat berharga yang di dalamnya terdapat kata cek/cheque. Artinya, penerbit cek memerintahkan kepada bank tertentu untuk membayar sejumlah uang kepada orang yang namanya disebut dalam cek, penggantinya, atau pembawanya pada saat ditunjukkan.

4. Kuitansi dan promes atas tunjuk

Kuitansi dan promes atas tunjuk adalah suatu surat yang diberikan tanggal, ditandatangani oleh penerbitnya terhadap orang lain untuk suatu pembayaran sejumlah uang yang ditentukan di dalamnya kepada penunjuk (atas tunjuk) pada waktu diperlihatkan.

Surat Berharga di Luar KUHD

Selain yang disebutkan di dalam KUHD, masih terdapat beberapa jenis surat berharga lainnya, yakni:

  • Bilyet Giro, yaitu adalah surat perintah tidak bersyarat dari nasabah (bentuknya baku) kepada bank penyimpan dana untuk memindahkan sejumlah dana dari rekening giro yang bersangkutan kepada pihak penerima yang disebutkan namanya, kepada bank yang sama atau kepada bank lainnya.
  • Credit Card atau kartu kredit adalah kartu plastik yang dikeluarkan oleh bank atau lembaga keuangan lainnya yang berfungsi sebagai pengganti uang tunai.
  • Travels Cheque atau cek perjalanan adalah surat berharga yang dikeluarkan oleh bank, yang memiliki nilai menyatakan bank penerbit sanggup membayar sejumlah uang sebesar nilai nominalnya kepada orang yang tanda tangannya tertera pada cek perjalanan itu.
  • Konosemen, yaitu sebuah dokumen yang menentukan syarat-syarat kontrak antara pengirim dan maskapai pelayaran. Konosemen adalah formulir yang dikeluarkan oleh maskapai dan dilengkapi oleh pengirim.
  • Charter Party, yaitu perjanjian tertulis antara pemilik kapal dan pihak lain mengenai penyediaan kapal untuk mengangkut orang atau barang pada waktu atau perjalanan tertentu. Sering kali, perjanjian tertulis ini digunakan oleh pemilik kapal sebagai jaminan untuk mendapatkan pinjaman dari bank.
  • Delivery order, surat berharga yang mencantumkan kata delivery order di dalamnya dan merupakan surat perintah dari pemegang delivery order.
  • Surat saham, yakni surat berharga yang mencantumkan kata saham di dalamnya, sebagai tanda bukti kepemilikan sahamnya.

Fungsi dan Manfaat Surat Berharga

Manfaat surat berharga

Dengan begitu banyaknya jenis surat berharga, fungsinya pun bermacam-macam. Ada yang berfungsi sebagai alat pembayaran, seperti cek, bilyet giro, dan wesel bayar. Ada yang bisa dijadikan surat bukti investasi. Baik berupa investasi yang berbentuk utang, seperti promes dan obligasi, atau investasi yang bersifat ekuitas seperti surat saham. Surat berharga juga bisa berfungsi sebagai surat bukti hak tagih.

Sebagai dokumen yang memiliki ketetapan hukum, surat berharga bisa dimanfaatkan sebagai alat pembayaran, alat pemindahan hak tagih (karena diperjual-belikan), dan surat legitimasi (Surat Bukti Tagih).

Selain beberapa fungsi dan manfaat tersebut, surat berharga tertentu juga bisa menjadi aset aktif, lho, yaitu saham dan surat utang.

1. Saham

Saham adalah salah satu instrumen pasar keuangan yang paling populer karena mampu memberikan imbal hasil keuntungan yang menarik. Saham adalah tanda penyertaan modal seseorang atau badan usaha dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas. Dengan menyertakan modal tersebut, kita memiliki klaim atas pendapatan perusahaan berupa klaim atas aset perusahaan dan berhak hadir dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Ada dua keuntungan yang bisa kita peroleh dengan membeli atau memiliki saham, yaitu dividen dan capital gain

Dividen adalah pembagian keuntungan yang diberikan perusahaan yang berasal dari keuntungan yang dihasilkan perusahaan. Sedangkan capital gain merupakan selisih antara harga jual dengan harga beli saham yang kita miliki. Nah, dengan dua keuntungan tersebut, tidak diragukan lagi bahwa saham bisa menjadi aset aktif yang mendatangkan keuntungan bagi kita.

2. Surat utang

Untuk aset aktif ini ada beberapa jenis yang biasa ditransaksikan di Bursa Efek Indonesia.

Obligasi

Surat berharga jenis ini merupakan surat utang jangka menengah hingga panjang yang dapat dipindahtangankan yang berisi janji dari pihak yang menerbitkan untuk membayar imbalan berupa bunga pada periode tertentu dan melunasi pokok utang pada waktu yang telah ditentukan kepada pihak pembeli obligasi tersebut. Obligasi dapat diterbitkan oleh korporasi atau negara.

Surat Utang Negara (SUN)

Berupa surat pengakuan utang yang dijamin pembayaran bunga dan pokoknya oleh negara Republik Indonesia sesuai masa berlakunya. SUN digunakan oleh pemerintah untuk membiayai defisit APBN serta menutup kekurangan kas jangka pendek dalam satu tahun anggaran.

Surat Berharga Syariah Nasional (SBSN)

SBSN biasa juga disebut sukuk negara, yaitu surat berharga yang diterbitkan oleh pemerintah Republik Indonesia berdasarkan prinsip syariah. Sukuk negara adalah suatu instrumen utang piutang tanpa riba karena diterbitkan berdasarkan suatu aset acuan yang sesuai dengan prinsip syariah.Itu dia beberapa surat berharga yang bisa dimanfaatkan sebagai aset aktif. Namun ingat sebelum memutuskan untuk berinvestasi, pelajari secara detail keuntungan dan risikonya juga, ya.

Marketplace Asuransi #1 di Indonesia

Cari Asuransi Terbaik Sesuai Anggaranmu

  • Bandingkan > 100 polis asuransi
  • Konsultasi & bantuan klaim gratis