Surat Izin Mengemudi: Prosedur dan Biaya Pembuatannya

sim a dan c

Surat Izin Mengemudi (SIM) wajib dimiliki setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor. Selain berfungsi sebagai bukti keterampilan mengemudi, SIM juga memuat nomor identitas pengemudi dan alat bukti identifikasi forensik bagi kepolisian.  

Hal tersebut sesuai dengan landasan hukum yang berlaku di Indonesia merujuk pada pasal 77 ayat 1 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009.

Dalam undang-undang tersebut dijelaskan bahwa setiap pengendara wajib memiliki Surat Izin Mengemudi sesuai dengan jenis kendaraan motor yang dikemudikan. Misalnya pengendara kendaraan roda dua wajib memiliki SIM C, sementara pengendara diwajibkan atas kepemilikan SIM A.

Proses pengajuan SIM harus memenuhi persyaratan administratif seperti usia, kesehatan dan lulus ujian teori maupun praktik. 

Jenis-Jenis SIM

sim a dan c dalam dompet

Jenis Surat Izin Mengemudi dikategorikan sesuai dengan kendaraan yang digunakan berdasarkan bobot dan kapasitasnya. Dalam hal ini, ada lima jenis SIM dengan fungsi yang berbeda-beda.

1. SIM D

SIM jenis ini dikhususkan bagi kendaraan yang dirancang khusus untuk difabel atau penyandang cacat yang menggunakan motor. Jadi, jangan heran kalau para penyandang cacat pun diwajibkan memiliki SIM.

2. SIM D2

Tidak cuma SIM D, seseorang yang tergolong difabel atau penyandang cacat dan ingin mengendarai mobil harus memiliki SIM D2. 

3. SIM C

Bagi para pengendara sepeda motor atau kendaraan roda dua mungkin tidak asing lagi dengan SIM C. SIM C memang dikhususkan bagi para pengguna sepeda motor tidak dibatasi apakah mesin dengan cc besar maupun dengan cc kecil wajib memiliki SIM C.

4. SIM A / (Umum)

Perbedaan SIM A pribadi dan SIM A umum hanya terletak pada kendaraan khusus perseorangan atau umum. Sebagai contoh, jika kita berprofesi sopir angkutan kota, maka wajib memiliki SIM A umum. Sedangkan SIM A perorangan tidak boleh mengemudikan kendaraan umum atau angkutan kota.

SIM A diperuntukkan pengendara mobil penumpang maupun barang dengan jumlah berat tidak boleh melebihi 3,5 ton. Mobil keluarga atau MPV rata-rata memiliki berat kosong 1,5 ton dan memiliki berat isi atau maksimum hingga 2,5 ton. 

5. SIM B1 / (Umum)

SIM B1 dikhususkan bagi pengendara kendaraan pribadi maupun umum dengan bobot lebih dari 3,5 ton. Kendaraan yang digunakan seperti Minibus Elf, Truk Engkol, Bus Pariwisata maupun Bus Penumpang umum lainnya.

6. SIM B2 / (Umum)

SIM B2 dikhususkan pengendara kendaraan alat berat, kendaraan penarik, kendaraan bermotor dengan menarik kereta tempelan (gandeng), dengan berat kereta gandeng yang diizinkan lebih dari 1 ton.

Syarat-Syarat Membuat SIM

dompet berisi sim a dan c

Adapun beberapa syarat yang wajib dipenuhi oleh pengendara kendaraan bermotor adalah sebagai berikut.

  • Memiliki KTP.
  • Mengisi formulir permohonan.
  • Rumus sidik jari.
  • Berusia minimal 17 tahun untuk SIM A,C dan D.
  • Berusia minimal 20 tahun untuk SM B I.
  • Berusia minimal 21 tahun untuk SIM B II.
  • Sehat jasmani dibuktikan surat dari dokter.
  • Sehat rohani dibuktikan dengan tes psikologis.
  • Lulus ujian teori, praktik, dan keterampilan melalui simulator. 

Biaya dan Harga Pembuatan / Perpanjangan SIM Tahun 2019

syarat perpanjang sim

Harga pembuatan SIM berlaku secara nasional sesuai dengan peraturan pemerintah No. 60 tahun 2016. Ada pun biaya membuat SIM adalah sebagai berikut.

Jenis SIM Pembuatan Perpanjangan
SIM D Rp50.000 Rp30.000
SIM C Rp100.000 Rp75.000
SIM A Rp120.000 Rp80.000
SIM B I Rp120.000 Rp80.000
SIM B II Rp120.000 Rp80.000

Jangan sampai terlambat melakukan perpanjangan SIM karena jika hal itu sampai terjadi, maka kita wajib melalui tahapan ujian dari dasar kembali.

Cara Membuat SIM 

pelayanan sim keliling

Secara sederhana, ada beberapa tahapan cara membuat SIM, yaitu:

  1. Melengkapi dokumen serta memenuhi persyaratan pembuatan SIM.
  2. Mendatangi kantor SAMSAT terdekat.
  3. Mengikuti tes buta warna dan kesehatan jasmani.
  4. Mengikuti tes tulis.
  5. Mengikuti tes praktik.
  6. Mengikuti tes simulator.
  7. Menunggu pengumuman kelulusan tes.

Perbedaan Smart SIM dengan SIM Lama

Pada perkembangan berita terbaru, Polri merencanakan untuk mengeluarkan SIM berteknologi baru berupa Smart SIM yang menggunakan chip untuk merekam data dan transaksi elektronik. Hal tersebut yang menjadi pembeda dengan SIM lama.

Meski begitu, pengendara kendaraan bermotor belum perlu terburu-buru mengganti SIM lama dengan Smart SIM. Prosesnya tetap diberlakukan secara bertahap, artinya pada saat perpanjangan SIM, kita bisa mengganti SIM lama dengan SIM baru sesuai dengan syarat dan prosedur lama.

Keuntungan lainnya menggunakan Smart SIM adalah pada fungsinya yang bisa digunakan sebagai uang elektronik atau e-money. Satu hal yang juga canggih adalah menyimpan data pengendara sekaligus data pelanggaran lalu lintas yang sudah pernah dilakukan.

Smart SIM dapat diisi dengan saldo maksimal Rp2 juta. Polri bekerja sama dengan dua bank BUMN, yaitu bank BNI dan bank Mandiri dalam menerbitkan Smart SIM sehingga bisa digunakan untuk pembayaran tol, KRL, MRT dan bus Transjakarta.

Pada dasarnya, selain bagian dari menaati ketentuan hukum, memiliki SIM sebenarnya bertujuan meningkatkan kesadaran kita untuk melindungi para pengguna jalan, baik pengendara, penumpang, pejalan kaki dan semua yang berkepentingan menggunakan jalan umum. 

Sebagaimana pada proses pengajuan pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM), kita diberikan pengarahan dari pihak berwenang mengenai pentingnya berkendara dengan aman sesuai peraturan hukum dan norma sosial.

Selaras dengan hal itu, orang tua juga diharapkan berperan untuk tidak mudah memberikan izin kepada anak-anak yang belum cukup umur untuk mengendarai kendaraan bermotor hingga mencapai usia yang dinilai boleh memiliki SIM secara sah, sesuai dengan ketentuan dan persyaratan administratif yang telah ditetapkan oleh Undang-Undang berlalu lintas.