Ustadz Arifin Ilham: Pendakwah dan Pebisnis Sukses

perjalanan hidup Ustadz Arifin Ilham

Sumber gambar: Shutterstock.com

Berita meninggalnya Ustadz Arifin Ilham akibat penyakit kanker nasofaring stadium 4 telah menggemparkan Indonesia.

Almarhum yang memiliki nama lengkap Muhammad Arifin Ilham meninggal pada usia 49 tahun. Beliau merupakan salah satu pendakwah kondang di Indonesia dan pendiri dari Majelis Taklim Adz-Dzikra. 

Menariknya sebelum menjadi pendakwah, pria kelahiran Banjarmasin ini dikenal sebagai anak nakal yang sering berkelahi dengan teman-teman sekolahnya. Karena itu, Almarhum dipindahkan orang tuanya ke Jakarta untuk menempuh pendidikan pesantren. 

Bersama sang adik, Almarhum Arifin muda memperdalam ilmu agamanya di pondok Pesantren Assyafi’iyah di kawasan Matraman, Jakarta Selatan. Hingga akhirnya menjadi pendakwah di berbagai acara di Tanah Air. 

Bisnis yang Dimiliki Almarhum 

ustadz arifin ilham madu azzikra

Selain aktif dalam kegiatan dakwah, sosok inspiratif ini juga memiliki beberapa bisnis sukses yang juga Almarhum gunakan untuk membiayai aktivitas dakwahnya. 

 

1. Air Minum Azzikra

 

Azzikra adalah perusahaan air minum alkaline yang dirintis oleh Ustadz Arifin pada tahun 2012. Berbeda dengan air minum pada umumnya, air minum Azzikra diproses melalui ionisasi yang berfungsi memaksimalkan penyerapan nutrisi dan membuang racun dalam tubuh. 

Azzikra telah terdaftar secara resmi di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Air minum yang dijual seharga Rp10 ribu ini menjadi pemasok air minum di istana negara. Beberapa kali dalam rapat kabinet, air kemasan Azzikra juga selalu tersedia.

Bahkan terlihat juga sesekali Presiden Jokowi menggenggam botol air minum Azzikra saat menjamu Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto. 

 

2. Madu Azzikra

 

Selain berbisnis air minum, di tahun 2015 Almarhum Arifin Ilham mengembangkan Azzikra menjadi bisnis madu. Madu ini dijual seharga Rp75 ribu dan dipromosikan oleh sesama pendakwah di Indonesia. 

Saat ini, madu Azzikra telah memiliki banyak agen dan bisa didapatkan di majelis Azzikra serta toko online pada umumnya

Almarhum sempat menyatakan bahwa dia mengembangkan bisnis Azzikra ini untuk menghindari permintaan tarif saat berdakwah. 

Surat Wasiat Almarhum 

Ustadz Arifin Ilham wasiat
Sumber gambar: Gaya.tempo.co

Sebelum menghembuskan nafas terakhirnya pada tanggal 22 Mei 2019 lalu, Almarhum Ustadz Arifin telah menyiapkan surat wasiat untuk jemaah dan keluarga yang ditinggalkan. 

Dalam surat tersebut, Almarhum meminta dikuburkan di sekitar area masjid Gunung Sindur yang mana dia telah siapkan kain kafan untuk dirinya sendiri di sana. 

“Semoga semua ikwahku Fillah dan keluarga besar Az zikra tetap semangat dan lebih semangat berjuang. 

Jazaakumullah semua doa dan kasih sayang duhai ikhwahku Fillah dan keluarga Az Zikra tercinta tillah InsyaAllah kalau lebih dahulu MENGHADAP Allah, pertama sholat di mesjid Az Zikra Sentul dan kemudan shotal kedua di mesjid Gunung Sindur. Kuburan disamping mesjid Gunung SIndur yang telah arifin siapkan dg kain kapannya. 

SbhanAllah maafkan arifin, dunia ini sebentar semua kita menuju “liqoouhu” perjumpaan dg NYA. 

Demi Allah dihati ini yg ada hanya Allah, Rasulullah dan umat Rasullah. 

SubhanAllah Arifin sayang antum semua krn Allah. 

Muhammad airifin ilham”

Sukses Merintis Bisnis Sampingan Seperti Ustadz Arifin Ilham

bisnis ala Ustadz Arifin Ilham

Selain menjadi tokoh agama yang dikagumi oleh banyak orang, ternyata Almarhum juga merupakan sosok pebisnis yang inspiratif. Nah, seperti Ustadz Arifin, Anda juga bisa memiliki bisnis sampingan di tengah kesibukan pekerjaan utama di kantor. Seperti ini caranya. 

 

1. Manfaatkan kemampuan yang dimiliki

 

Peluang usaha sampingan bisa datang dari hobi dan kemampuan yang dimiliki. Misalnya, jika Anda pandai memasak, manfaatkan kemampuan tersebut untuk membuka jasa katering khusus akhir pekan. Jadi, waktu luang setelah bekerja penuh waktu bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan penghasilan tambahan. 

Selain memanfaatkan waktu luang di akhir pekan, Anda juga perlu menyesuaikan modal bisnis dengan kondisi finansial pribadi, ya. 

 

2. Fokus pada satu bisnis sampingan 

 

Banyak yang beranggapan bahwa semakin banyak bisnis yang dimiliki, semakin tinggi pula keuntungan yang akan didapat. Sebenarnya tidak ada yang salah dari pemikiran tersebut. Mengingat sebagai pengusaha, tentu kita ingin mendapat keuntungan sebanyak-banyaknya. 

Meski begitu, perlu dipahami bahwa mengimbangi waktu antara menyelesaikan pekerjaan kantoran dan mengembangkan bisnis sampingan bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Itu sebabnya, sebaiknya fokus pada satu bisnis sampingan terlebih dahulu agar pekerjaan kantor atau bisnis Anda tidak terbengkalai. 

 

3. Ciptakan perencanaan matang dalam business plan 

 

Ketika memutuskan untuk membangun bisnis sampingan, Anda perlu membuat perencanaan matang yang tercatat secara tertulis dalam business plan. Perencanaan ini bertujuan untuk mengoptimalkan kelancaran dalam berbisnis. 

Dalam business plan, jabarkan secara terperinci tujuan dan alasan berdirinya bisnis tersebut. Selain itu, sertakan juga strategi atau rencana yang akan dijalankan untuk mencapai tujuan tersebut. 

 

4. Jangan lupakan pekerjaan utama 

 

Meski bisnis sampingan bisa jadi pilihan terbaik untuk Anda yang ingin mendapatkan penghasilan tambahan, namun jangan sampai pekerjaan kantor jadi terbengkalai, ya. Buat pengaturan waktu yang baik dan tetapkan prioritas ketika bekerja. 

Sebagaimana Ustadz Arifin Ilham merupakan sosok guru agama dan pebisnis sukses yang patut menjadi inspirasi hidup banyak orang, tidak ada salahnya untuk belajar dari perjalanan bisnis Almarhum. Anda pun bisa kok sukses menjalani pekerjaan utama dengan bisnis sampingan. 

Semoga perjalanan hidup Ustadz Arifin dapat terus menginspirasi kita menjadi pribadi dan pebisnis yang lebih baik, ya