Zakat Fitrah: Pengertian, Perhitungan, dan Ketentuannya

Pengertian Zakat Fitrah

Zakat fitrah adalah zakat yang dikeluarkan beberapa hari sebelum bulan puasa berakhir di bulan Ramadan. 

Kewajiban ini berlaku bagi semua muslim yang mampu dari segi harta, baik bagi laki-laki dan perempuan yang sudah baligh maupun belum baligh. Besaran zakat fitrah lebih kecil jika dibandingkan dengan zakat mal. Kerap kali, wujud amal ini dianggap sebagai pelengkap ibadah bulan puasa karena dibayarkan sebelum melaksanakan salat Idul Fitri. 

Syarat dan Ketentuan Zakat Fitrah

Syarat dan Ketentuan Zakat Fitrah

Zakat fitrah bersifat wajib atas empat kriteria seseorang berikut ini.

  1. Beragama Islam.
  2. Merdeka.
  3. Mengalami pergantian waktu dari bulan Ramadan ke Syawal.
  4. Memiliki harta berlebih atas kebutuhan diri sendiri dan tanggungannya pada hari raya dan malam harinya.

Di lain sisi, zakat fitrah tidak diwajibkan atas orang-orang atau golongan berikut ini.

  1. Orang yang meninggal dunia sebelum matahari terbenam pada akhir bulan Ramadan.
  2. Anak yang lahir setelah terbenam matahari pada akhir bulan Ramadan.
  3. Orang yang baru saja memeluk agama Islam setelah matahari terbenam pada akhir bulan Ramadan.
  4. Tanggungan istri yang baru saja dinikahi selepas matahari terbenam pada akhir Ramadan. 

Penghitungan Zakat Fitrah

Penghitungan Zakat Fitrah
pegipegi.com

Besarnya zakat fitrah yang harus dikeluarkan adalah sebesar satu sha’ atau empat mud. Ukuran tersebut diperkirakan sama dengan 3,5 liter atau 2,7 kilogram makanan pokok, seperti tepung, kurma, gandum, dan beras.

Di Indonesia, lazimnya membayar dengan beras atau dengan uang yang setara dengan 3,5 liter beras. Kualitas beras yang menjadi takaran adalah jenis beras yang sehari-hari dikonsumsi. 

Disarankan untuk membulatkan hasilnya

Misalnya, harga beras yang sehari-hari dikonsumsi Rp11.500 per liter, artinya jumlah yang harus dibayarkan adalah Rp11.500 x 3,5 = Rp40.250. Lebih baik lagi jika digenapkan menjadi Rp50 ribu per orang.

Jika dalam satu keluarga terdiri atas ayah, ibu, dan dua orang anak, maka pembayaran zakat fitrah hanya perlu dikalikan jumlah anggota keluarga yang ada. Sesuai takaran di atas, maka total zakat yang harus dibayarkan adalah Rp50 ribu x 4 orang = Rp200 ribu. 

Artinya seorang ayah atau kepala keluarga harus membayarkan zakat fitrah untuk diri sendiri dan tanggungannya sejumlah total Rp200 ribu. Pembayarannya bisa langsung diberikan melalui amil zakat atau pihak yang mengelola, mengumpulkan, dan mendistribusikan zakat kepada orang-orang yang berhak. 

Ukuran zakat fitrah di tiap-tiap negara bisa berbeda-beda. Akan tetapi kisarannya tidak akan berbeda jauh dengan ukuran 1 sha’ atau 4 mud. Begitu pula dengan makanan pokok yang digunakan pun bisa saja berbeda antara daerah satu dengan daerah lainnya di Indonesia sebagaimana makanan pokoknya bervariasi.

Cara Membayar Zakat Fitrah

pembayaran zakat fitrah

Zakat fitrah memiliki keistimewaan karena sangat berkaitan erat dengan bulan Ramadan. Akan tetapi, ada macam-macam zakat lain yang boleh dikeluarkan di selain bulan Ramadan. Seperti zakat mal bisa dikeluarkan kapan saja jika sudah mencapai nisab dan umurnya sesuai dengan harta yang disimpan atau dimiliki.

Sedangkan zakat fitrah hanya disyaratkan dikeluarkan di bulan Ramadan. Namun, perlu diketahui pula bahwa keutamaannya dikeluarkan menjelang akhir Ramadan, yaitu sehari sebelum pelaksanaan salat Idul Fitri.

Zakat yang dibayarkan setelah salat Idul Fitri dianggap bukan zakat fitrah melainkan sedekah biasa. Jika merasa khawatir atas keterlambatan melunasi zakat fitrah, cobalah untuk membayarnya dalam bentuk uang atau transfer ke rekening bank milik amil zakat. Jangan ragu untuk memanfaatkan fitur pembayaran zakat melalui situs atau aplikasi marketplace juga.

Keutamaan Zakat Fitrah

Keutamaan Zakat Fitrah
zakatselanggor.com

Pada prinsipnya, zakat fitrah dikeluarkan agar golongan fakir dan miskin bisa menikmati hari raya kemenangan. Diharapkan, di saat Idul Fitri mereka bisa turut menikmati makanan dan hidangan hari raya bersama-sama.

Oleh karena itu, pengaturan zakat fitrah umumnya dilakukan pada akhir bulan Ramadan dan diutamakan bagi fakir miskin termasuk beberapa golongan orang yang berhak menerima zakat lainnya. 

Itulah beberapa hal terkait zakat fitrah. Di antara zakat lainnya, zakat fitrah merupakan zakat wajib yang paling sederhana dan pembayarannya pun bisa fleksibel dalam bentuk makanan pokok atau dalam bentuk uang. 

Jika dalam bentuk makanan pokok seperti beras, diutamakan menggunakan beras yang lebih baik dari beras yang sehari-hari dikonsumsi, bukan beras yang kualitasnya lebih rendah.

Hikmah dan keutamaan membayar zakat fitrah merupakan penutup dan pelengkap ibadah puasa sebagai puncak ibadah sosial dalam bentuk membantu sesama terutama golongan orang-orang yang berhak mendapatkan pertolongan atau kaum dhuafa.