Cara Membuat Kartu Kredit yang Praktis dan Cepat Disetujui

cara membuat kartu kredit

Penggunaan kartu kredit yang tepat bisa menjadi solusi ketika kita membutuhkan dana darurat atau utang produktif. Hanya saja, gak sedikit pengajuan kartu kredit yang ditolak oleh bank. Padahal, sepertinya kita sudah memenuhi seluruh persyaratan dan cara membuat kartu kredit sebagaimana mestinya. 

Jangan khawatir, ada beberapa cara yang bisa dilakukan buat kamu yang berstatus pegawai maupun non pegawai yang ingin mengajukan kartu kredit untuk pertama kali. 

Yuk, simak ulasan Lifepal berikut ini! 

Cara membuat kartu kredit pertama kali untuk pegawai 

tips jaga keamanan kartu kredit

Pegawai yang dimaksud dalam poin ini adalah kita yang aktif bekerja dan memiliki pendapatan tetap (fixed income) setiap bulannya. Biasanya kategori ini lebih mudah mendapat persetujuan kartu kredit. 

Nah, ada tiga cara sederhana yang bisa dilakukan agar pengajuan kartu kredit cepat disetujui oleh pihak bank. Berikut, di antaranya: 

1. Gunakan situs marketplace produk finansial 

Gak cuma pakaian, alat olahraga, peralatan dapur, dan barang-barang konsumsi lain yang dijual di e-commerce atau marketplace. Produk finansial seperti pinjaman dana, asuransi, hingga kartu kredit pun bisa dijajakan di sana.

Mereka adalah marketplace produk keuangan digawangi oleh perusahaan-perusahaan startup yang bergerak di bidang teknologi finansial, alias fintech. Perusahaan ini bertugas layaknya perantara yang menawarkan produk-produk dari bank terkait.

Gak hanya dari satu produk bank saja yang bisa kita jumpai di situs ini, melainkan puluhan pilihan lainnya. Sehingga kita dapat lebih mudah memilih yang sesuai dengan kebutuhan. 

Keuntungan mengajukan kartu kredit di situs ini adalah, kita bisa tahu mana kelebihan dan kekurangan antara kartu kredit satu bank dengan yang lain, terutama perbandingan biaya tahunan dan bunganya. 

Kita juga bisa tahu merchant-merchant apa saja yang bekerja sama dengan kartu kredit tersebut.

Untuk mengajukan kartu kredit di situs ini, caranya gampang. Tinggal klik kartu kredit yang diinginkan, lalu klik ajukan. Paling setelah itu kamu diminta registrasi di akun mereka dulu, dan isi formulir secara online, gak perlu tulis tangan.

Setelah itu, pengajuan kartu kredit akan langsungl diproses dan kita tinggal  tunggu telepon dari customer service terkait. Mudah kan? 

Cara membuat kartu kredit satu ini memang bisa dibilang paling praktis dan peluang untuk mendapatkan persetujuan dari bank juga lebih besar. Pasalnya, ada pihak ketiga yang ikut bertanggung jawab jika saja nasabah gagal bayar. 

2. Memiliki riwayat keuangan yang sehat 

Meski kartu kredit dapat membantu memenuhi kebutuhan darurat, tanpa manjemen keuangan yang tepat bisa membuat kita justru terjerat utang. Alhasil, riwayat keuangan kita jadi gak sehat, deh

Karena itu, sebelum mengajukan kredit, coba cek kembali riwayat keuanganmu. Mungkin pernah memiliki kredit motor, smartphone, atau lainnya. Apakah kredit tersebut berjalan dengan baik? Artinya, cicilannya gak pernah menunggak dan selalu dibayarkan tepat waktu. 

Cara membuat kartu kredit satu ini penting banget mengingat pihak bank akan melakukan pengecekan riwayat kredit sebelumnya. Jika masuk dalam blacklist Bank Indonesia (BI) tentu pengajuan kartu kredit akan otomatis langsung ditolak. 

3. Pilih penerbit kartu kredit yang tepat

Tahu gak ternyata tidak semua bank menerima pengajuan kartu kredit pertama kali! Sebab, pihak bank akan kesulitan memeriksa riwayat kredit, sehingga risiko terjadinya gagal bayar akan lebih tinggi. 

Namun, gak perlu khawatir. Pasalnya, ada banyak bank yang menerima pengajuan kartu kredit pertama kok

Berikut, pilihan serta persyaratan kartu kredit yang terkenal ramah terhadap pengajuan kartu kredit pertama: 

Nama Bank  Syarat
Maybank Indonesia
  • Usia: minimal 21 tahun.
  • Penghasilan: minimal: Rp3 juta/ bulan.
  • Dokumen wajib: KTP, slip gaji, dan NPWP.
CIMB Niaga 
  • Usia: 21-65 tahun
  • Penghasilan minimal: Rp3 juta/ bulan
  • Dokumen wajib: KTP, slip gaji, dan NPWP
Bank Mega 
  • Usia: 17-21 tahun
  • Penghasilan minimal: Rp3 juta/ bulan
  • Dokumen wajib:  KTP, slip gaji, dan NPWP

Cara membuat kartu kredit pertama kali untuk non pegawai 

Seorang wanita berbelanja dengan kartu kredit (Shutterstock).

Meski gak memiliki pekerjaan tetap atau bekerja sebagai freelancer maupun pemilik usaha, kita tetap bisa kok membuat kartu kredit. Berikut ini caranya! 

1. Jaminan kemampuan bayar

Sebenarnya, alasan mengapa non pegawai sulit mendapatkan kartu kredit adalah karena gak memiliki jaminan atau bukti penghasilan bahwa kita mampu membayar cicilan dengan baik. 

Solusinya adalah, memberikan jaminan lain. Jaminan ini gak harus selalu slip gaji kok, kita bisa memberikan deposito yang tersimpan dalam bank sama dengan pihak penerbit kartu kredit yang kita ajukan. 

Misalnya, kita ingin mengajukan kartu kredit di Bank Mega, maka depositkan sejumlah uang di bank tersebut sebagai jaminan. 

Semakin tinggi nilai deposito kita, semakin tinggi juga limit kartu kredit yang akan diberikan oleh pihak bank. Jika pengajuan kartu kredit diterima, uang deposito kita akan dikunci pihak bak selama kartu kredit masih aktif. 

2. Ajukan kartu kredit sesuai domisili kita 

Cara membuat kartu kredit untuk non pegawai selanjutnya adalah dengan mengajukan kartu kredit di tempat asal kita tinggal. 

Artinya, jika kita berdomisili di Surabaya, sebaiknya ajukan kartu kredit di kota yang sama. Dengan begitu pihak bank akan lebih percaya untuk menyetujui pengajuan kartu kredit kita. 

3. Gunakan situs marketplace produk finansial

Selain menjadi cara ideal untuk mengajukan kartu kredit bagi calon nasabah pegawai, marketplace produk finansial atau fintech juga bisa membantu para non pegawai mendapatkan kartu kredit lho

Cara pengajuannya pun sederhana, di mana kita tinggal mengisi formulir yang biasanya tercantum pada situs resmi perusahaan fintech layanan kartu kredit. 

Kemudian, tinggal tunggu telepon untuk memberikan informasi yang diminta seperti nomor KTP, tempat usaha, atau pekerjaan kita, dan informasi penting lainnya. 

Hal yang perlu diperhatikan sebelum mengajukan kartu kredit  

Bicara soal kebutuhan, tentu saja gak hanya berkaitan dengan limit kartu kredit saja, daftar merchant kartu kredit yang bersangkutan juga penting untuk diketahui. Artinya, jika kita bersikeras mau kartu kredit di bank A tapi merchant bank A gak sesuai dengan kebutuhanmu, tentu saja sayang alias mubazir. Misalnya, jika kita memang sering belanja di supermarket, pilihlah kartu kredit yang menjalin kerja sama dengan supermarket langganan. Kalau kartu kredit yang dipilih adalah kartu kredit dengan promo di online shop, jadinya tidak sesuai dengan kebutuhan. Itulah gunanya mengajukan kartu kredit di situs-situs marketplace produk keuangan. Sebelum mengajukan kartu kredit, kita bisa membandingkan langsung keunggulan-keunggulan kartu kredit dari bank-bank yang berbeda sekaligus merchant-nya.
Pengajuan kartu kredit seseorang ditolak karena gak punya NPWP dan kendati mereka gak masuk dalam kategori blacklist BI. Terlepas dari cara apa yang ditempuh untuk membuat kartu kredit, tanpa ada NPWP, besar banget kemungkinannya buat ditolak. Keberadaan NPWP buat mereka yang punya penghasilan perbulan memang sangat penting. Karena hal ini berkaitan dengan kepatuhan seseorang terhadap kewajibannya membayar pajak. Makanya menjadi persyaratan wajib kebanyakan pihak bank.

Itulah cara membuat kartu kredit yang praktis dan cepat.disetujui buat kamu para pegawai dan non pegawai. 

Tapi, tentunya sebelum memilih salah satu dari cara di atas, pastikan juga kamu memiliki keuangan yang sehat dengan cek melalui Lifepal financial checker! (Editor: Chaerunnisa)

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →