4 Pengusaha Muda Tionghoa yang Sukses Berbisnis di Indonesia

sukses berbisnis di Indonesia

Muda, sukses, terkenal. Nikmat apa lagi yang bisa didustakan? Semua orang ingin menyandang status tersebut.

Sayangnya, buat kebanyakan orang, keinginan itu tetap jadi keinginan sampai umur beranjak tua. Bahkan sampai dipanggil Sang Pencipta.

Tapi tidak buat 4 pengusaha muda Tionghoa yang sukses berbisnis di Indonesia ini. Memang, dalam daftar itu hanya satu orang yang usianya 40 tahun.

Namun mereka terhitung muda dibanding orang sukses lainnya dalam daftar orang terkaya Indonesia 2016 versi Forbes . Dalam rangka menyambut Imlek 2017, baiklah kita simak perjalanan karier mereka untuk dijadikan pelajaran. 

1. Ciliandra Fangiono

sukses berbisnis di Indonesia
Eh ini bukan bintang film, tapi ini Ciliandra Fangiono (Ciliandra Fangiono / Bogor-today)

Pasti banyak yang belum ngeh dengan nama ini. Padahal, di usianya yang menginjak 40 tahun, Ciliandra sukses masuk daftar orang terkaya Indonesia versi Forbes di peringkat ke-20.

Nilai kekayaannya sekitar Rp 18 triliun. Meski menjalankan usaha keluarga, dia gak lantas langsung menduduki posisi eksekutif di perusahaan.

Dia menempuh studi ekonomi di University of Cambridge sampai S-2, lalu sempat jadi staf sebuah bank investasi di Singapura. Setelah ditempa sebagai calon pengusaha, barulah Ciliandra dipercaya memegang First Resources, perusahaan keluarga yang bergerak di bidang kelapa sawit.

Di tangannya, wilayah perkebunan sawit yang dikelola perusahaannya naik drastis dari 100 ribuan menjadi 200 ribuan hektare! Tak pelak, keuntungan pun makin lebar.

Dia pun mendirikan perusahaan sendiri bernama PT Ciliandra Perkasa. Perusahaan yang juga bergerak di industri sawit ini sekaligus menjadi penyokong First Resources.

2. Hary Tanoesoedibjo

sukses berbisnis di Indonesia
Siapa sih yang nggak kenal sama Hari Tanoe, udah kayak seleb loh hehehe (Hary Tanoesoedibjo / Blogspot)

Kalau yang satu ini pasti udah pada kenal. Pria 51 tahun yang akrab disapa HT ini menjadi konglomerat media di bawah bendera MNC Group.

Total kekayaannya bernilai Rp 13 triliun. Dengan nilai itu, dia berada di peringkat ke-29 orang kaya Indonesia di Forbes.

Sekilas, perjalanannya sebagai pengusaha mulus-mulus saja. Nyatanya tidak demikian. Awalnya, dia mendirikan bisnis investasi semenjana di Surabaya.

Tapi kemudian Harry berhasil memajukan bisnis itu, hingga memindahkan kantornya ke Ibu Kota Jakarta. Saat banyak usaha kolaps gara-gara krisis 1997-1998, perusahaannya bisa bertahan.

Agen Asuransi Mitra Lifepal
Agen Asuransi Mitra Lifepal

Malah, aksi merger dan akuisisinya meningkat. Perusahaan Bimantara Citra milik penguasa Orde Baru, Soeharto, pun dibeli sahamnya. TPI, yang hampir bangkrut, ia ambil alih dan kini menjadi salah satu stasiun TV terkemuka.

Meski begitu, pengambilalihan bisnis keluarga Soeharto itu sempat menuai polemik. Bahkan kasusnya sampai ke meja hijau. Tapi HT masih bisa berjaya dengan perusahaannya. Buktinya, dia masuk daftar orang terkaya Forbes berkali-kali.

3. Handojo Santosa

sukses berbisnis di Indonesia
Walau nggak sepopuler Brad Pitt, sepak terjang Handojo Santosa jangan diragukan ( Handojo Santosa / forbesimg)

Dengan kekayaan sekitar Rp 10 triliun, Handojo nangkring di posisi ke-42. Sepak-terjang Handojo bisa dibilang kurang diketahui.

Namun perusahaannya, Japfa Comfeed, sudah menelurkan banyak produk populer, seperti nugget So Good. Bisnis itu adalah warisan dari ayahnya.

Tapi, ketika diwariskan, performa perusahaan itu gak semoncer sekarang. Dia pun hanya memegang jabatan manajer di salah satu unit usaha, bukan di pusat.

Bahkan tekanan ekonomi akibat krisis moneter 1997-1998 sempat ia rasakan. Namun kemudian pada saat ia pegang itulah Japfa bisa melejit.

Handojo, 51 tahun, dikenal sebagai pribadi yang ramah dan terbuka pada saran. Tapi, di sisi lain, dia ulet dalam prinsipnya berusaha. Karena itulah dia bisa mengelola warisan itu dengan baik, bahkan lebih mentereng ketimbang sebelumnya.

4. Martua Sitorus

sukses berbisnis di Indonesia
Duh senyumnya manis ya bapak yang satu ini, sukses pula, mantap! (Martua Sitorus / Metrosiantar)

Pria Batak berusia 56 tahun ini punya bisnis beraneka ragam. Namun yang paling menyokong kekayaannya adalah bidang minyak sawit.

Total kekayaannya menurut Forbes adalah Rp 19 triliun. Angka itu mengantarnya ke peringkat ke-18 orang terkaya di Indonesia.

Sebelum sukses seperti sekarang, Martua hanyalah pedagang udang dan ikan laut. Itu adalah bisnis keluarganya, yang sangat sederhana.

Kariernya melejit ketika berkecimpung di bisnis sawit–bidang yang sangat berbeda dari bisnis awalnya. Bersama koleganya asal Singapura, dia mendirikan Wilmar International.

Dari situ, dia merambah ke bisnis lainnya, antara lain properti dan sekolah. Kini, namanya harum sebagai warga Batak-Tionghoa yang sukses. Melihat titik tolaknya sebagai pengusaha, pencapaian Martua patut dirayakan.

Itulah 4 pengusaha muda Tionghoa yang sukses berbisnis di Indonesia. Sekelumit cerita sukses mereka di atas semoga bisa menjadi inspirasi.

Dari bisnis warisan sampai memulai dari nol, semua punya satu karakter yang sama: gigih berjuang. Jadi pengusaha memang tak boleh lembek.

Sebesar apa pun tantangan, mesti dihadapi. Kisah mereka pun penuh tantangan pastinya. Jangan hanya dilihat sekarang ketika sudah sukses, ya.

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Mau Punya Usaha Sukses Gak Perlu Langsung Sewa Kios Mahal Kok, Ini Buktinya]

[Baca: Inspiratif: 5 Pengusaha Sukses yang Memulai dari Bawah, Tanpa Modal Gede Loh!]

[Baca: Sukses Setelah Umur 40 Tahun. Ga Percaya? 9 Orang Ini Buktinya!]

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →