5 Cara Merawat Mobil di Musim Hujan yang Paling Hemat dan Murah

cara merawat mobil

Berhubung sekarang lagi musim hujan, kamu udah tahu belum ya soal cara merawat mobil yang efektif dan gak buang-buang duit?

Gak salah sih untuk cuci mobil rajin-rajin alias seminggu sekali. Sebab, ketika terguyur hujan atau gerimis, mobil cepat terlihat kotor.

Tapi kebayang gak sih, tiap minggu cuci steam terus. Sekali cuci minimal bisa Rp 30 ribu kan? 

Buat kamu yang penasaran sama cara merawat mobil anti-boros di musim hujan ini, yuk simak ulasan lengkapnya di bawah sini.

Baca juga: Merawat Mobil dengan Efisien

1. Ketika terguyur air gerimis, lap dengan microfiber

cara merawat mobil
Kalau kena gerimis, lap dengan microfiber. (Pixabay)

Saat gerimis rintik-rintik membasahi, bodi mobil mungkin bakal kotor dan gak enak dilihat. Jangan langsung membawanya ke tempat cuci steam ya, lap saja air hujan itu dengan kain microfiber. 

Air hujan itu sendiri memang mengandung asam dan garam yang bisa menimbulkan jamur di lapisan cat. Apes-apesnya, karat pun bisa muncul lho.

Oleh karena itu, siapkan saja lap itu di dalam mobil. Seketika kehujanan dan kamu sudah sampai rumah, bersihkan deh.

Cara merawat mobil yang satu ini gak butuh biaya kan. So, jangan malas ya untuk melakukan ini.

Baca juga: Begini Cara Mudah dan Praktis Hilangkan Goresan di Mobil, Gak Perlu ke Bengkel!

2. Bersihkan interior dengan cara divakum

cara merawat mobil
Bersihkan interior dengan vakum cleaner. (Pixabay)

Sejatinya, ada dua tipe pemilik mobil dalam menghadapi musim hujan ini. Pertama adalah yang mendadak jadi rajin cuci mobil, kedua adalah yang jadi malas karena beranggapan kalau mobilnya tiap hari dicuci air hujan. 

Balik lagi ke poin pertama, air hujan itu gak baik buat eksterior mobil. Intinya memang harus dibersihkan.

Tapi, jangan pernah sepelekan juga yang namanya interior. Terutama buat yang hobi nyuci mobil sendiri di rumah.

Ada baiknya untuk melakukan vakum interior selama seminggu sekali, tujuannya untuk menjaga kebersihan. Ketika kamu cuek sama kebersihan interior, maka jangan kaget kalau sewaktu-waktu warnanya berubah jadi lebih kusam dari sebelumnya. Harga jualnya bisa turun lho.

Baca juga: Tonton Videonya! Ini 5 Cara Merawat Mobil Tanpa Ngeluarin Duit

3. Perhatikan tekanan angin ban

cara merawat mobil
Tekanan angin ban. (Pixabay)

Hujan memang terkadang bikin kita malas memeriksa kondisi mobil kita sendiri, termasuk ban yang merupakan salah satu komponen vital. 

Usahakan agar tekanan ban sesuai dengan rekomendasi. Kamu bisa lihat di buku manual atau memeriksanya di abang-abang tambal ban pinggir jalan.

Ketika tekanan terlalu rendah, maka permukaan ban yang bersentuhan dengan aspal jadi gak merata. Sementara kalau terlalu tinggi, bagian tengah ban yang bakal lebih cepat aus.

Yang paling penting lagi adalah, kita gak pernah tahu apa yang ada di balik genangan air yang kita terjang. Bisa jadi ada benda atau partikel tajam yang justru bisa merusak ban kita sendiri.

4. Gak punya garasi? Beli cover body waterproof

cara merawat mobil
Cover body waterproof. (Shutterstock)

Yang punya mobil tapi gak punya garasi tentu bisa kelabakan saat musim hujan tiba. Wajar saja, kalau diparkir di area terbuka sudah pasti kehujanan, dan ketika hujan sudah reda sinar matahari bakal langsung menyengat mobil.

Paling ngenes adalah ketika habis cuci steam, diparkir di luar rumah lantas kehujanan. Berasa mubazir deh ongkos cuci mobilnya.

Bagi kamu yang memang gak memiliki garasi, berinvestasilah dengan membeli cover body mobil waterproof. Tujuannya untuk melindungi eksterior dari cuaca.

Mungkin di awal-awal agak repot sih memasangnya, namun nanti juga terbiasa kok. 

5. Jangan cuek sama aki

cara merawat mobil
Cek aki secara berkala. (Pixabay)

Aki juga harus diperhatikan lho ya, cara merawat mobil yang satu ini sebenarnya gak cuma berlaku ketika musim hujan. Tapi kebayang dong gimana repotnya ketika hujan turun dan mobil kita mogok karena aki sudah tekor. 

Buat yang tinggal di kota besar, musim hujan tentu bakal membuat kondisi jalanan jadi macet. Mobil terpaksa stop and go terus. Hal itulah yang membuat umur pakai aki jadi berkurang.

Ada dua jenis aki yang berada di pasaran, yaitu kering dan basah. Aki kering tidak perlu perawatan khusus, berbeda dengan aki basah. Pemilik mobil yang menggunakan aki basah disarankan untuk rutin memeriksa kondisi air aki di dalamnya. 

Sementara itu, para pengguna aki kering juga harus rutin melakukan pengecekan ketika usianya sudah lewat satu tahun. Ketika tegangannya kurang 10 volt, atau saat bunyi mobilmu beda saat distarter, mungkin itu adalah tanda-tanda di mana aki keringmu harus diganti. 

Itulah lima cara merawat mobil yang sederhana, murah, dan penting dilakukan saat musim hujan. Semoga bermanfaat, selamat mencoba. (Editor: Ruben Setiawan)

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →