Bujet Pas-Pasan Jiwa Sosialita! Coba Cek, Kamu Termasuk Gak?

Gaya hidup sosialita identik dengan pola hidup konsumtif yang serba mewah. Liburan ke luar negeri hampir tiap hari, arisan mewah di atas pesawat jet, hingga menyewa fotografer khusus untuk merekam kegiatan sehari-hari.

Meski gak terpampang di akun media sosial mereka, kekayaan yang mereka lakukan bisa jadi berasal dari kerja keras dari pagi ke pagi lagi. Jadi, sah-sah aja kalau para sosialita punya gaya hidup yang dinilai cukup tinggi.

Tapi, kalau gaji pas-pasan berjiwa sosialita, ini nih yang bahaya. Gara-gara tren, ingin ikut-ikutan, atau mau tampak berduit, orang-orang dalam kondisi ini rela kere demi selalu tampil kece.

Gak perlu jauh-jauh menunjuk orang lain. Mari berkaca, jangan-jangan kita juga begitu. Menjalani gaya hidup yang kelewat tinggi melebihi kemampuan. Coba cek 5 ciri di bawah ini pernah kamu alami juga gak?

1. Tabungan gak pernah nambah

sosialita

Sebelum tanggal gajian tiba, kamu udah punya daftar panjang barang yang ingin dibeli atau kegiatan yang akan dilakukan. Alhasil, begitu uang sampai di rekening,  isinya langsung terkuras buat memenuhi sejumlah keingin tersebut.

Buat nabung? Duh, mana ada sisanya.

Yah, lagian nabung kok pakai sisa.bung. Sisihkan uang tabungan sejak awal menerima gaji. Masih sulit juga? Salah satu cara jitu yang bisa dicoba adalah membuka tabungan berjangka secara autodebet.

Tetapkan tanggal penarikan pada hari yang sama atau setidaknya H+1 gajian agar uang bisa segera terselamatkan.

2. Membeli karena gengsi

sosialita

Coba ingat-ingat yuk! Dalam sebulan, ada berapa banyak barang baru yang kamu punya? Berapa kali kamu nongkrong di kafe? Berapa kali jalan-jalan ke luar atau dalam kota?

Dari semua pengeluaran tersebut, hayo ngaku benar-benar butuh atau takut ketinggalan tren? Jangan-jangan karena cemas gak bisa tampak sekeren si anu atau takut dipandang sebelah mata? Waduh, gak perlu deh sampai segitunya.

Menurut Cantyo Atindriyo, psikolog klinis dari We Can Psychology Consultant, orang-orang yang rela kere demi tampil kece adalah mereka yang inferior. Mereka rela keluarkan bujet meski ngos-ngosan keluar uang. Semua demi dapat pengakuan.

Jika hal serupa kamu alami, alih-alih menuruti keinginan yang gak sesuai kemampuan, lebih baik ‘sembuhkan’ perasaan inferiormu. Caranya bisa dengan belajar mencintai diri sendiri atau mengembangkan skill yang bikin kamu percaya diri. Bukan cuma mengandalkan yang ‘tampak di luar’.

3. Gaji selalu terasa kurang

sosialita

Nah lho, siapa yang sering mengeluhkan gaji yang selalu terasa kurang? Benar-benar kurang atau belum bisa mengelolanya dengan benar? Sebesar apa pun penghasilanmu, jika besar pasak daripada tiang, yah gak akan pernah cukup.

Coba hitung sisa gajimu setelah dikurangi uang tabungan dan/atau investasi. Sesuaikanlah gaya hidup dengan sisa gaji tersebut.

4. Rutin pinjam uang atau pakai kartu kredit

sosialita

Bulan ini berapa kali transaksi pakai kartu kredit? Pernah nongkrong atau liburan pakai modal duit teman?

Kalau gaji belum memadai buat liburan, sabar dulu sambil terus menabung. Jangan ambil jalan pintas dengan ambil pinjaman atau bayar segalanya pakai kartu kredit. Gak perlu memaksakan diri untuk keperluan konsumtif, kan.

5. Stres di akhir bulan

sosialita

Ini dia imbas dari gaya hidup yang gak sesuai kemampuan. Kamu mungkin bisa beli barang yang kamu inginkan atau tetap liburan meski hasil pinjaman. Tapi, akuilah jika hal ini sering bikin kamu stres terutama saat akhir bulan.

Jika kamu gak mengubah gaya hidupmu, siklus ini akan berputar terus sampai kondisi keuanganmu makin memburuk. Yuk pensiun jadi masyarakat BPJS alias Bujet Pas-Pasan Jiwa Sosialita.

Ngomong-ngomong, kamu punya lima ciri di atas, gak?

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →