5 Hal Penting dalam Pengelolaan Keuangan Rumah Tangga Bagi Pasangan yang Terpisah Jarak

Buat anggaran keuangan

Andre dan Tiara, menikah selama 1 tahun dan hidup terpisah jarak. Andre dengan tuntutan pekerjaannya sebagai seorang IT Engineer, terpaksa harus tinggal di luar Jakarta sendirian.

Sementara Tiara, sedang fokus dengan kuliah S2 dan karirnya sebagai seorang staf konsultan humas perusahaan consumer good ternama di Jakarta.  

Saat sepasang manusia jatuh hati lalu mengikat janji untuk hidup bersama dalam ikatan pernikahan, pasti yang diimpikan adalah hidup mengarungi bahtera bersama.

Kenyataannya, karena berbagai faktor, gak hanya pacaran aja tuh yang bisa LDR alias long distance relationship, tapi pernikahan juga.

Karena tuntutan pekerjaan, pendidikan dan faktor lain, sepasang suami istri bisa saja memutuskan untuk hidup terpisah jarak di kota bahkan negara yang berbeda.

Pasti sulit ya mengatur komunikasi terutama keuangan untuk pasangan-pasangan yang seperti ini.

Berada dalam satu atap saja gak bisa menjamin manajemen komunikasi dan keuangan keluarga yang baik, apalagi dengan yang terpisah jarak jauh? Tapi daripada mencari kesalahan, lebih baik mencari solusi dong!

Seperti halnya Andre dan Tiara, sebelum menikah, mereka sepakat untuk tetap saling mendukung passion masing-masing.

Mereka berprinsip, kesetiaan cinta mereka gak akan mudah goyah hanya karena hidup terpisah jarak. Toh kecanggihan teknologi komunikasi saat ini dapat membuat mereka terasa dekat.

5 hal penting dalam pengelolaan keuangan rumah tangga bagi para pasangan yang terpisah jarak

1. Membuat rencana keuangan keluarga

Setiap rumah tangga pasti memiliki tujuan keuangan yang berbeda. Ada yang ingin dapat menyekolahkan anak-anak mereka hingga perguruan tinggi.

Banyak juga yang ingin memiliki rumah dan berinvestasi dalam jangka waktu tertentu.

Itulah mengapa hal pertama yang harus dilakukan adalah membicarakan dengan pasangan tentang tujuan keuangan.

Karena hal ini akan berpengaruh pada pengalokasian dana penghasilan suami dan istri setiap bulannya nanti.

2. Bikin kesepakatan di awal

Pasangan menikah yang masih dalam usia produktif dan sama-sama bekerja biasanya memiliki ego yang tinggi.

Bagi pasangan yang terpisah jarak, kesediaan untuk mengalah dan bekerja sama mengatur keuangan adalah hal yang wajib.  

Buatlah kesepakatan bersama tentang siapa yang menjadi ‘Menteri Keuangan’ dalam keluarga.

Tugasnya adalah mengatur semua keuangan bersama. Bagi tugas dan sepakati siapa yang misalnya bertanggungjawab atas cicilan KPR, asuransi dan sebagainya.

Memiliki dana untuk have fun pribadi juga sah-sah saja hukumnya, selama masih dalam batas yang wajar dan transparan satu sama lain.

Semisal, Tiara ingin budget Rp 500 ribu per bulan untuk shopping, atau Andre yang juga ingin budget Rp 500.000 untuk main bowling bareng teman-teman kantornya.

Intinya, suami dan istri saling berbesar hati membagi sebagian dari penghasilannya untuk kebutuhan keluarga dan menerapkan komunikasi terbuka.

Apa yang sudah didiskusikan dan disepakati, hendaknya juga dihormati dengan cara direalisasikan.

3. Membuat catatan penghasilan dan pengeluaran

Membuat catatan penghasilan dan pengeluaran merupakan hal wajib dan mendasar dalam mengelola keuangan. Gak terkecuali bagi pasangan menikah yang terpisah jarak.

Kamu bisa membuat catatan penghasilan dan pengeluaran masing-masing setiap bulan dengan format yang sudah disepakati sebelumnya. Catatan ini harus di-share setiap awal bulan untuk di-review bersama.

Butuh jiwa besar dari masing-masing untuk bisa saling terbuka dengan besarnya penghasilan yang diperoleh.

Dituntut kejujuran bagi suami istri untuk membuat catatan ini sesuai dengan realita di lapangan loh. Jangan sampai ada dana yang dimark-up atau dikurangi.

Beberapa pos pengeluaran yang wajib ada setiap bulannya:

  • Tabungan/deposito
  • Persiapan dana pendidikan anak
  • Asuransi
  • Investasi

Berikut contoh pembukuan sederhana 

Cash in Rp (Rupiah) Cash out (Rupiah)
– Gaji– Bonus / Komisi – Piutang XY

 

 

Total

Rp 10.000.000Rp   5.000.000Rp   1.000.000

Rp  16.000.000

– Listrik– Belanja kebutuhan sehari-hari – Pulsa

– Makan

– Bensin + parkir

– Service mobil

– Asuransi
Total

Rp    500.000Rp 1.000.000Rp    300.000

Rp    700.000

Rp 2.000.000

Rp    300.000

Rp    500.000
Rp 5.300.000

4. Membuka rekening bersama

Selain memiliki rekening terpisah, suami istri yang terpisah jarak sangat dianjurkan memiliki satu rekening bersama.

Rekening ini bisa saja dibuat atas nama suami atau istri, namun fungsinya harus disepakati sebagai tabungan masa depan.

Di rekening inilah alokasi sebagian dana setiap bulan harus dimasukkan. Sebisa mungkin jangan menggunakan uang yang ada di rekening ini.

Anggaplah sebagai tabungan masa depan. Gak mau pengorbanan hidup berjauhan jadi sia-sia kan?

Buat perjanjian bersama pasangan untuk disiplin setiap bulannya. Bentuknya bisa saja dibuat menjadi deposito sehingga bisa menghasilkan return yang lumayan.

5. Review keuangan keluarga di akhir tahun

Di penghujung tahun, jangan lupa untuk bertemu dan duduk bersama me-review arus  keuangan selama setahun.

Dari review tersebut, suami istri dapat saling memberi masukan dan perbaikan untuk hal-hal yang masih kurang bisa berjalan sesuai rencana.  

Evaluasi semua aspek keuangan dalam rumah tangga selama setahun. Mulai dari catatan penghasilan dan pengeluaran hingga performa investasi yang sudah berjalan selama setahun.

Perbedaan lokasi pasti menyebabkan ada beberapa pos pengeluaran yang lebih besar nominalnya. Seperti, tempat tinggal, listrik, belanja kebutuhan sehari-hari, makan dan transportasi.

Hidup berjauhan itu nggak murah lho, karena perlu alokasi dana buat mengunjungi pasangan.

Makanya perlu untuk mengontrol pengeluaran agar dana bisa dialokasikan untuk tabungan atau investasi.  

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →