5 Kerugian Finansial Jika Jadi Kutu Loncat di Dunia Kerja

jadi kutu loncat

Keuntungan jadi kutu loncat alias orang yang sering pindah-pindah kerja memang banyak. Sebut saja peluang dapat gaji besar makin tinggi, pengalaman banyak, network bakal lebih luas, dan lain sebagainya.

Meskipun keuntungannya banyak, si kutu loncat juga bakal terkena kerugian finansial yang cukup serius. Terlebih lagi kalau gak bisa bertahan di satu perusahaan selama satu tahun.

Kerugian ini mungkin gak jadi masalah selama pintar ngatur keuangan, dan jumlah tabungan di rekeningnya besar. Tapi kalau terbiasa hidup boros, semuanya bakal terasa berat terutama di bulan Maret dan saat hari raya.

Daripada penasaran, mari kita cari tahu kerugian finansial apa saja yang bakal kamu alami bila jadi kutu loncat saat berkarier. Yuk disimak!

1. Bakal nanggung risiko kurang bayar pajak

Jangan anggap sepele masalah ini, terutama jika dalam setahun kamu pindah kerja ke lebih dari dua perusahaan. Bulan Maret tahun depan pasti bakal jadi bulan terberatmu.

jadi kutu loncat
Nih yang paling merugikan, bayar kekurangan pajak (urus pajak/Kabar Bisnis)

Jika kamu menetap di satu perusahaan selama setahun, status pajak kamu nihil asalkan gak ada pemasukan lain selain dari gaji kantor. Namun jika kamu punya lebih dari satu bukti potong pajak dari perusahaan yang berbeda, sudah pasti kamu mengalami kurang bayar pajak.

Kok gitu sih? Bukannya setiap kali gajian pasti dipotong pajak? Benar, perusahaan tempatmu bekerja sudah memenuhi kewajibannya. Hanya saja, jika ada dua bukti potong pajak, tandanya kamu harus menjumlahkan penghasilan netto yang tercantum di bukti potong pajakmu.

Kalau penghasilanmu berbeda antara di perusahaan dulu dan yang sekarang, penghitungan pajakmu kemungkinan besar akan berubah. Akibatnya, kamu bisa dihitung kurang bayar pajak.

2. Gak menikmati THR secara penuh

Tunjangan hari raya secara penuh, umumnya dibayarkan perusahaan ke karyawan yang masa kerjanya sudah setahun. Kalau belum setahun ya tetap saja bisa dapat, tapi jumlahnya proporsional alias disesuaikan dengan masa kerja.

Uang THR itu penting lho, bisa buat mengcover pengeluaranmu terutama buat yang beragama Islam, yaitu pada saat Idul Fitri. Yang punya asisten rumah tangga pasti keluar duit dong buat bayar THR mereka. Belum lagi harus bagi-bagi THR juga ke keponakan atau saudara lain yang masih kecil.

3. Sulit menikmati benefit dari perusahaan

Ketika bergabung di perusahaan baru tentunya kamu masuk di masa probation alias masa percobaan yang umumnya berlangsung 3 bulan. Dalam 3 bulan itu, perusahaan biasanya belum memberikan seluruh benefitnya kepadamu, sebut saja seperti asuransi, BPJS, atau yang lain.

Bahkan gak jarang sebuah perusahaan belum memberikan gaji penuh kepada karyawan yang masih di tahap probation. Mungkin yang kamu terima sekitar 70 atau 80 persen dari total gajimu.

Semakin sering pindah kerja dalam setahun tentu membuatmu makin sulit menikmati benefit-benefit ini. So, pertimbangkan lagi jika mau pindah kerja terlalu cepat.

4. Gak akan terima bonus tahunan

Sebagian perusahaan memberikan bonus tahunan ke karyawan bila mereka mendapat keuntungan yang signifikan. Bonus itu pastinya hanya bisa didapat oleh karyawan yang dianggap berprestasi.

jadi kutu loncat
Pindah kerja melulu kapan bisa nikmatin bonus (bonus / jalantikus)

Berprestasi atau tidaknya si karyawan, bakal ditentukan lewat kinerja selama satu tahun oleh atasan. Kalau baru kerja 6 bulan, perusahaan pun sulit memberikan penilaian ke kamu.

Bila kamu seorang salesman, kamu tentu masih bisa dapat insentif. Tapi jika kamu bekerja di bidang non-sales, sudah pasti gak dapat insentif. Mau bonus? Ya nunggu setahun dulu.

5. Sulit bikin kartu kredit dan ajukan pinjaman

Meski gak semua mengalami hal ini, tapi mereka yang jadi kutu loncat berpotensi sulit mendapat persetujuan dalam membuat kartu kredit atau mengajukan pinjaman. Hal itu disebabkan karena regulasi bank yang bersangkutan.

Biasanya, bank memberikan syarat bahwa setiap orang yang ingin mengajukan kredit pinjaman haruslah karyawan yang sudah bekerja di perusahaan selama satu tahun. Kalau gak sampai setahun sudah resign ya susah deh.

Pada intinya, bukan berarti kamu gak boleh jadi kutu loncat. Silakan saja jadi kutu loncat asalkan kamu paham akan kerugian finansial ini.

KALAU JADI KUTU LONCAT, PERHATIKAN HAL INI

Namun terkadang kutu loncat menjadi fenomena yang gak bisa terelakkan. Beberapa orang terpaksa jadi kutu loncat karena sejumlah alasan seperti, dapat tawaran yang lebih baik, budaya perusahan sebelumnya tidak sehat, atau omzet perusahaan tempatnya bekerja tergerus. Lakukan saja 3 hal ini jika kamu mau pindah kerja.

1. Pastikan kalau perusahaan baru sepakat membayar kekurangan pajakmu

Daripada harus keluar duit untuk bayar kekurangan pajak di tahun depan, negosiasikan masalah kurang bayar pajak dengan perusahaan baru. Jika mereka sepakat, segeralah minta bukti potong pajakmu ke kantor lama dan serahkan ke bagian payroll.

Gak semua perusahaan mau melakukan hal ini, tapi gak ada salahnya untuk dibicarakan dulu bukan? Apalagi, kurang bayar bersifat progresif yang artinya makin besar gajimu, makin besar juga kurang bayarnya.

Jangan pernah abai soal pajak lho. Gak pernah lapor pajak justru bakal membuatmu kesulitan dalam mengajukan kredit. Riwayat itu pun bakal tercatat di BI Checking lho.

2. Usahakan tidak pindah kerja lebih dari 2 perusahaan selama setahun

Makin banyak bukti potong pajak yang kamu terima, maka makin besar juga dana kurang bayar pajak yang dibayarkan. Usahakan untuk bertahan setidaknya satu tahun di satu perusahaan.

jadi kutu loncat
sebelum resign tunggu dulu dapet thr (Nunggu THR/Pegi-Pegi)

Atau jika memang harus resign sebelum setahun bekerja, usahakan untuk resign setelah Hari Raya Idul Fitri. Walaupun THR yang kamu terima belum penuh, setidaknya kamu masih bisa menerima dana THR dari perusahaan tersebut secara proporsional.

3. Bila mau pindah kerja, ajukan resign di bulan Desember

Carilah lowongan di akhir tahun, dan apabila sudah dapat, resignlah di bulan Desember. Jadikan awal Januari sebagai bulan pertama kamu bergabung di perusahaan baru.

Dengan mekanisme seperti ini, kamu gak akan kerepotan dalam ngurus pelaporan pajak karena perusahaan baru akan menghitung pemotongan pajak mulai dari Januari. Lain halnya jika kamu bergabung pada bulan Desember. Sudah pasti biaya kekurangan pajakmu bakal bertambah.

Gimana guys, tekadmu sudah bulat untuk pindah kerja? Pastikan kamu gak mengalami kerugian-kerugian ini ya ketika pindah nanti.

 

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: 5 Keuntungan Jadi Si “Kutu Loncat” Alias Sering Pindah Kerja]

[Baca: Jangan Buru-buru Resign Saat Passion Gak Sejalan dengan Karir. Lakukan Ini Dulu]

[Baca: Nih, 5 Kesalahan Bos yang Bikin Bawahan Resign]

 

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →