6 Hal Sepele tapi Penting Dilakukan Sebelum Interview Kerja

interview kerja

Orang pasti deg-degan sebelum interview kerja. Itu sangat wajar. Tapi jangan sampai perasaan dag-dig-dug itu bikin lupa segalanya sehingga gagal dapat kerja.

Salah satu tips yag sering disarankan untuk dilakukan sebelum interview kerja adalah pelajari kantor yang dilamar. Misalnya sejarah dan karakter suasana kerjanya.

Gunanya adalah memperlihatkan kepada pewawancara bahwa kita sudah paham budaya perusahaan. Ini jadi poin plus saat interview nanti.

Tapi, di luar hal pokok kayak gitu, ada detail kecil yang gak kalah penting. Meski terkesan sepele, hal-hal ini bisa bikin interview kerja berakhir pahit bila sampai lalai dilakukan.

1. Pastikan napas segar

Kamu pasti gak mau terjadi situasi gak nyaman saat pewawancara tiba-tiba mundur menjauh sedikit saat kamu ngomong. Bisa jadi bau napasmu gak sedap, entah karena habis sarapan atau baru selesai ngerokok.

interview kerja
Bau apa ini, jangan sumbernya dari kamu ya (bau/chianese dental)

Pastikan napasmu segar sebelum interview. Bawa permen atau cairan penyegar napas bisa jadi solusi. Napas segar bikin kita lebih percaya diri juga lho.

2. Setrika baju

Ini terutama penting saat kamu melamar kerja di kantor yang mengutamakan formalitas, misalnya bank atau perusahaan asuransi. Begitu juga bila melamar posisi yang identik dengan penampilan rapi, contohnya account executive.

Baju yang rapi menimbulkan kesan bagus di mata pewawancara. Gak mungkin dong interview dengan baju yang baru fresh diambil dari tali jemuran? Persiapkan kostum dan perlengkapannya malam sebelumnya biar gak terburu-buru.

3. Hati-hati “panggilan alam”

Saat interview, eh kebelet pipis. Gak enak banget pastinya. Fokus jadi terpecah, gak bisa jawab pertanyaan yang sebetulnya mudah. Makanya, minum secukupnya saja sebelum interview. Dua-tiga gelas cukup. Yang penting kerongkongan gak kering saat interview berlangsung.

interview kerja
Waduh, kok tiba-tiba sakit ya (sakit perut/personnel today)

Begitu juga soal makanan. Hindari makanan terlalu pedas dan berminyak agar perut gak berontak, terutama pagi-pagi. Usahakan sebelum berangkat interview sudah memenuhi “panggilan alam” dulu agar nyaman kemudian.

[Baca:Ini Nih 7 Anggapan yang Salah Soal Fresh Graduate di Kantor]

4. Pakai deodoran dan parfum

Deodoran dan parfum wajib dipakai sebelum interview kerja. Alasannya kurang-lebih sama, soal pentingnya napas yang segar. Ini terutama bila menempuh perjalanan jauh dari rumah ke tempat interview.

Apalagi kalau pakai angkutan umum yang sesak oleh orang-orang. Baju basah oleh keringat bisa bikin salah tingkah karena timbul bau tak sedap. Biar lebih aman sih bawa baju cadangan. Saat baju yang dipakai kebasahan, bisa pakai baju cadangan tersebut.

5. Tarik napas dalam-dalam biar gak nervous

Wajar kalau muncul rasa tegang dan grogi sebelum interview. Tugas kita adalah mengatasinya biar gak mengganggu proses wawancara. Caranya antara lain dengan mengatur pernapasan.

Tarik napas dalam-dalam pakai hidung, tahan dua detik, lalu keluarkan lewat mulut. Lakukan 4-5 kali biar lebih rileks. Saat di dalam ruang wawancara, lakukan sekali lagi sebelum jawab pertanyaan pertama.

6. Tersenyum

Jangan lupa senyum sebelum interview kerja. Saat masuk gerbang, lempar senyum ke petugas security. Di meja resepsionis pun demikian. Saat menuju ruang interview, senyum juga gak boleh lepas bila berpapasan dengan orang.

Siapa tahu orang itulah yang bakal mewawancaraimu. Senyuman bisa bikin rileks. Yang penting gak senyam-senyum sendiri ya. Usahakan juga senyum senatural mungkin, gak dibuat-buat.

interview kerja
Jangan lupa untuk senyum ya (interview kerja/pbs)

[Baca: 5 Pertanyaan Interview Kerja yang Perlu Kamu Ajukan Biar Pewawancara Terkesan]

Inti dari semua hal kecil di atas adalah kesan pertama dalam interview kerja. Kesan ini penting buat penilaian awal.

Kalau dari detik pertama si pewawancara sudah ilfil alias ngerasa gak banget, jawaban secemerlang apa pun dalam wawancara bisa gak dianggap. Harus seimbang antara kesan dan jawaban.

Malah kadang bobot kesan lebih berat, karena perusahaan membutuhkan orang yang dianggap punya karakter yang cocok. Setelah diterima, baru deh digodok kemampuannya. Siap jadi pencari kerja sukses?

[Baca: Karir Itu Pencapaian Diri, Bukan Tentang Siapa yang Paling Tinggi]