Gak Mau Anakmu Terlilit Utang Saat Dewasa? Ajari dengan Cara Ini

Utang itu bisa baik dan buruk (Shutterstock)

Gak semuanya soal meminjam uang atau berutang itu buruk, namun menjelaskan hal-hal seputar utang ke buah hati tentu gak akan semudah mengajarinya untuk nabung. 

Bukan rahasia lagi bahwa kata “utang” kadang erat dengan hal yang bersifat negatif. Gak menutup kemungkinan juga, orang tua kita sendiri pernah mengatakan pada kita bahwasannya utang adalah suatu tindakan yang gak semestinya dilakukan.

Orang yang berutang tentu identik dengan kondisi keuangan yang buruk. Belum lagi, ada cerita mengenai utang yang gak terbayar lunas, alhasil nama orang yang hobi berutang langsung tercoreng dan dijauhi banyak orang.

Bicara soal utang, hal ini terbilang lumrah dilakukan Warga Indonesia. Data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Mei 2019 menyebutkan bahwa total peminjam dana online sendiri mencapai 8,7 juta atau di atas 3 persen dari total penduduk Indonesia.

Itu baru pinjaman online di perusahaan fintech lho, belum lagi dengan debitur kredit tanpa agunan (KTA) di bank. Jumlah itu juga dinyatakan naik lebih dari 100 persen ketimbang tahun 2018.

Sejatinya ada beberapa faktor yang membuat seseorang berutang. Bisa saja dia memang butuh uang untuk keperluan mendesak, atau mungkin untuk keperluan lain.

Nah, bagaimana ya cara kita mengajari sang anak seputar hal-hal meminjam uang ini? Sebagai orangtua, kita tentunya gak mau di masa yang akan datang dia gak memahami hal ini, hingga akhirnya terlilit utang karena kesalahannya. 

Mari simak ulasannya di bawah sini. 

1. Utang ada yang bikin kaya ada yang bikin miskin

Utang ada yang baik dan juga buruk (Shutterstock).
Utang ada yang baik dan juga buruk (Shutterstock).

Jelaskan ke dia bahwa dalam urusan pinjam meminjam uang, utang itu ada dua. Ada yang bisa bikin kita miskin, dan ada yang bikin kita kaya. 

Utang bakal membuat kita miskin seandainya utang itu kita gunakan untuk hal-hal konsumtif yang berkaitan dengan gaya hidup. Sebut saja seperti belanja mainan atau barang yang gak perlu, pesta-pesta, dan hal lain yang identik dengan menghambur-hamburkan uang.

Kenapa bisa miskin? Karena aktivitas-aktivitas konsumtif itu sama sekali gak menghasilkan apa-apa ke depannya. Setelah uang yang kita pinjam itu terpakai, uang itu hilang begitu saja. Meski demikian walau ada utang yang bikin kaya, bukan berarti artinya kita ngutang dan gak dibalikin duitnya lho.

Utang yang bikin kaya adalah utang yang digunakan untuk membangun usaha, atau membeli aset yang nilainya naik di masa depan.  Sederhananya, walau sekarang harus pinjam uang, beberapa tahun lagi uangnya bisa balik lebih besar. Gitu saja!

2. Kenapa seseorang berutang?

Utang yang kebanyakan membuat keuangan tidak sehat sama sekali (Shutterstock).
Utang yang kebanyakan membuat keuangan tidak sehat sama sekali (Shutterstock).

 

Seperti yang dijelaskan di atas, banyak sekali faktor yang membuat seseorang akhirnya harus berutang. 

Kalau dipikir-pikir, berutang mungkin bisa jadi satu solusi untuk menambah aset dan meningkatkan kekayaan bersih di masa depan. Namun penjelasan seperti ini bisa bikin anak kecil jadi pusing kan.

Jelaskan saja bahwasannya seseorang bisa berutang karena kesulitan ekonomi, atau dia mengalami situasi di mana uang yang dimiliki belum cukup untuk membeli sesuatu. 

Intinya, kalau memang bisa dibeli tanpa harus utang, itu lebih baik. Karena utang juga bakal menjadi beban di kemudian hari.

3. Bayar utang hukumnya wajib

Catatan utang (Shutterstock).
Catatan utang (Shutterstock).

Salah satu kewajiban yang muncul ketika seseorang meminjam uang adalah mengembalikannya ke yang memberi pinjaman. Namanya juga “minjam” sesuatu, pasti harus dikembalikan dong.

Jelaskan saja secara sederhana bahwa akan ada beragam konsekuensi yang dialami ketika utang itu gak dilunasi. Sebut saja seperti, kita jadi seorang yang gak disukai orang lain, jadi gak akan pernah kaya, dan lain sebagainya.

Sejatinya, pemahaman ini akan membuat si kecil berpikir bahwa sebagai seorang peminjam uang memiliki tanggung jawab baru yaitu melunasi utang. Nah, sebuah tanggung jawab tentu harus diemban dan harus diselesaikan bukan? Ketika hal itu diabaikan, kita tentunya akan mendapat hukuman dari berbagai pihak.

Ceritakan pula bahwasannya, seandainya seorang yang berutang telah meninggal dunia, maka utang itu tetap ada. Kecuali, si pemberi utang sudah merelakan utangnya.

4. Kenalkan dia dengan fungsi kartu kredit

Jenis-Jenis Kartu Kredit BNI dan Iuran
Kartu kredit (Shutterstock)

Kartu kredit adalah alat pembayaran yang akan mempermudah seseorang untuk berutang. Dari penjelasan ini, si kecil tentunya akan sadar bahwa berutang bisa kapan saja dan di mana saja.

Jelaskan pula bahwa, ada kalanya menggunakan kartu kredit menguntungkan ketika ada promo potongan harga yang disediakan merchant. Namun jangan lupa juga untuk mengatakan, kalau kartu yang satu ini bisa membuat seseorang terjerat utang. 

Itulah empat cara mengajari sang anak perihal meminjam uang. Terlihat sederhana, tapi prakteknya tentu gak semudah yang dibayangkan. Membuatnya paham soal urusan ini bukanlah perkara mudah, karena bahasa yang kita gunakan juga harus mudah dimengerti. Buatlah penjelasan ini dengan cara menyenangkan. Gunakan saja permainan-permainan bisa memang perlu. (Editor: Winda Destiana Putri)