APBN Ketok Palu, Pemerintah Bakal Belanjakan Rp 2.540 Triliun di 2020

APBN 2020 Ketok Palu (Shutterstock)

APBN 2020 Ketok Palu (Shutterstock)

Pemerintah bersama dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) secara resmi mengesahkan Rancangan Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020 menjadi undang-undang pada Sidang Paripurna DPR.

Pembahasan mengenai anggaran tersebut dipimpin oleh Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah dan menghasilkan keputusan menyetujui postur APBN tahun 2020 mendatang.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada DPR dan Badan Anggaran atas disetujuinya APBN 2020.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini meminta, banyak bantuan dari para anggita dewan untuk menjalankan tugas kenegaraan dalam bidang anggaran.

“Saya sebagai wakil pemerintah untuk mengucapkan terima kasih kepada para pribadi dan Pimpinan dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Periode 2015-2019 yang mendukung. Kami meminta bantuan untuk ini dalam melakukan tugas kenegaraan,” ujar Sri Mulyani di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta.

Secara rinci, DPR bersama dengan Pemerintah menyetujui postur APBN 2020 dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,3 persen. Kemudian tingkat Inflasi sebesar 3,1 persen, nilai tukar rupiah rata-rata Rp14.400 per USD.

Kemudian, tingkat suku bunga SPN 3 bulan sebesar 5,4 persen, harga minyak mentah Indonesia rata-rata 63 per barel per dolar AS. Lalu lifting minyak rata-rata 755 ribu barel per hari dan lifting gas rata-rata 1.191 ribu barel setara minyak per hari.

Selain itu, untuk pos pembangunan, angka pengangguran disetujui sebesar 4,8 hingga 5,0 persen. Sedangkan angka kemiskinan 8,5 hingga 9 persen, gini rasio 0,375 hingga 0,380, serta indeks pembangunan manusia (IPM) 72,51.

Pendapatan Negara Rp 2.233 Triliun

Kemudian, Pendapatan Negara dalam APBN 2020 direncanakan menjadi sebesar Rp 2.233,2 triliun. Jumlah tersebut bersumber dari Penerimaan Perpajakan sebesar Rp 1.865,7 triliun dan Penerimaan Negara Bukan Pajak sebesar Rp 367,0 triliun. Sementara Penerimaan Hibah sebesar Rp 0,5 triliun.

Sedangkan, Belanja Negara dalam APBN tahun 2020 direncanakan sebesar Rp 2.540,4 triliun atau meningkat 8,5 persen. 

Jumlah Belanja Negara ini dialokasikan melalu Belanja Pemerintah Pusat sebesar Rp 1.683.5 triliun dan melalui Transfer ke Daerah dan Dana Desa sebesar Rp 856.9 triliun. 

Belanja pemerintah pusat ini terdiri dari belanja Kementerian/Lembaga (K/L) sebesar Rp 884,6 triliun, dan belanja non K/L Rp 798,9 triliun.

Selain itu, untuk pos subsidi energi, pemerintah menganggarkan debesar Rp 125,3 triliun yang terdiri dari subsidi BBM dan Elpiji Rp 70,6 triliun. Sedangkan subsidi listrik Rp 54,8 triliun, serta cicilan kurang bayar ke Pertamina sebesar Rp 2,5 triliun. 

Dengan perhitungan pendapatan dan pembelanjaan ini, pemerintah dan DPR menetapkan target defisit anggaran sebesar Rp 307,2 triliun atau setara 1,76 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Editor: Ayyi Achmad Hidayah

Marketplace Asuransi #1 di Indonesia

Cari Asuransi Terbaik Sesuai Anggaranmu

  • Bandingkan > 100 polis asuransi
  • Konsultasi & bantuan klaim gratis