Begini Ceritanya Dolar Amerika Serikat Jadi Mata Uang Internasional

Dolar Amerika Serikat jadi mata uang internasional, bergini faktanya. (Shutterstock)

Dolar Amerika Serikat lagi perkasa banget belakangan ini. Setelah Rupiah kita dibikin loyo, belum lama ini Lira Turki yang habis-habisan dihajar. Satu Dolar yang awalnya setara 3,78 Lira kini membengkak menjadi 6 Lira.

Tentu aja merosotnya mata uang gak bagus buat perekonomian. Apalagi terjadinya berkelanjutan. Bisa-bisa ambruk ekonomi.

Bicara Dolar Amerika Serikat, ternyata ada fakta-fakta menarik di balik fenomenalnya mata uang ini. Penasaran seperti apa? Yuk disimak.

1. Mulanya mengacu pada emas

Mulanya mengacu pada emas. (Shutterstock)

Awalnya, sejak abad ke-19, semua mata uang termasuk Dolar Amerika Serikat mengacu pada emas. Hal ini sekaligus menjadi ciri sistem moneter internasional modern saat itu.

Kesepakatan ini juga dipertegas dalam Perjanjian Bretton Woods tahun 1944 oleh 44 negara. Perjanjian ini bertujuan buat mengatur pencetakan uang kertas sekaligus menyepakati Dolar Amerika Serikat sebagai mata uang cadangan.

Karena kesepakatan ini juga, lahirlah dua lembaga keuangan internasional, yaitu Bank Dunia (World Bank) dan International Monetary Fund (IMF).

Kenapa hal ini bisa terjadi? Sebabnya sehabis Perang Dunia II, mata uang yang masih stabil saat itu adalah Dolar. Sementara mata uang lainnya memburuk. Ini ditambah lagi dengan posisi Amerika Serikat sebagai negara dengan cadangan emas terbesar.

2. Beredar tanpa ditopang emas

Dolar beredar tanpa ditopang emas. (Shutterstock)
Dolar beredar tanpa ditopang emas. (Shutterstock)

Adanya Perjanjian Bretton Woods bikin Dolar Amerika Serikat menjadi mata uang cadangan yang disimpan di banyak negara. Dolar pun otomatis terangkat statusnya menjadi mata uang internasional.

Karena Amerika Serikat menjadi negara penyimpan emas terbesar, negara-negara yang menyepakati Perjanjian Bretton Woods setuju memakai Dolar sebagai patokan nilai tukar.

Celakanya, Amerika Serikat menghadapi konsekuensi buruk akibat mata uangnya digunakan banyak negara. Seperti yang terjadi tahun 1970-an. Ketika itu banyak negara yang menghadapi inflasi yang tinggi. Pengin gak pengin mereka menukarkan cadangan Dolar dengan emas.

Amerika yang kewalahan karena cadangan emasnya gak mampu menutupi banyak permintaan akhirnya melepaskan ketergantungan Dolar terhadap emas. Hal ini disampaikan Presiden Nixon tahun 1971.

3. Jadi valas terpopuler

Dolar jadi valas terpopuler. (Shutterstock)
Dolar jadi valas terpopuler. (Shutterstock)

Selepas dilanggarnya Perjanjian Bretton Woods, Dolar Amerika Serikat ternyata masih tetap dipakai sebagai cadangan devisa negara-negara di dunia. Dikutip dari federalreserve, tercatat sebanyak US$ 1,67 triliun beredar pada 27 Juni 2018.

Dengan gak berlakunya Perjanjian Bretton Woods, sistem baru yang bernama floating exchange rate diperkenalkan.

Sistem floating exchange rate adalah sistem kurs yang diatur berdasarkan adanya permintaan dan penawaran di bursa valas. Pemerintah gak bisa ikut campur buat mengendalikan kurs.

Dengan kata lain, tinggi rendahnya nilai mata uang bergantung pada permintaan dan penawaran di bursa valas. Makanya kadang-kadang nilai Dolar itu bisa tinggi banget atau rendah banget, ya salah satunya karena faktor ini.

Nah, udah tahukan sekarang kenapa Dolar Amerika Serikat bisa gitu populer dan dipakai sebagai mata uang internasional?

Saat ini emang posisi Dolar Amerika Serikat lagi bagus-bagusnya. Namun, hal ini gak bisa dijadikan acuan kalau nantinya juga bakal sama situasinya. Bisa aja Dolar melemah dan mata uang lain kembali menguat. Situasi kayak gini emang sulit dipastikan.

Semoga informasi di atas bermanfaat ya!

 

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →