Perbedaan Fasilitas BPJS Kelas 1, 2, dan 3 [Terlengkap 2021]

Fasilitas BPJS kelas 3, 2, dan 1

Fasilitas BPJS Kesehatan adalah salah satu hal yang perlu kamu pilih ketika mendaftar BPJS Kesehatan. Nantinya, fasilitas BPJS tersebut akan memberikan pelayanan kesehatan gratis ketika kamu mengajukan klaim BPJS.

Selain itu, kamu juga perlu memilih kelas BPJS, yang terdiri dari tiga tingkatan. Kelas ini akan mempengaruhi besaran iurang yang perlu kamu bayar dan jenis layanannya.

Untuk memahami lebih jelas seputar fasilitas BPJS dan apa perbedaan fasilitas antar kelas, simak ulasannya berikut ini!

Apa itu fasilitas BPJS kelas 1, 2, dan 3?

Fasilitas BPJS adalah layanan medis yang akan melayani klaim peserta BPJS Kesehatan. Jadi, peserta dapat berobat secara gratis ke fasilitas BPJS. Nah, fasilitas tersebut bisa berupa rumah sakit, klinik, puskesmas, praktik dokter, sampai praktik dokter gigi.

Fasilitas BPJS diberikan secara berjenjang, yang terdiri dari tahapan berikut:

  • Fasilitas Kesehatan Tingkat Satu: tempat pertama yang didatangi untuk berobat, berupa klinik, puskesmas, atau dokter umum.
  • Fasilitas Kesehatan Tingkat Dua: tempat yang didatangi berdasarkan rujukan faskes tingkat satu, berupa dokter spesialis.
  • Fasilitas Kesehatan Tingkat Tiga/Lanjutan: tempat yang didatangi berdasarkan rujukan faskes tingkat dua, berupa dokter sub-spesialis.

Perbedaan iuran BPJS kelas 1, 2, dan 3

Iuran BPJS kelas 1, kelas 3, dan kelas 3 berbeda. Sekalipun beberapa kali diperbarui, berikut ini besaran iuran BPJS Kesehatana kelas 1, kelas 2, dan kelas 3.

Kelas BPJS Kesehatan Iuran BPJS per bulan
Kelas 1 Rp150.000
Kelas 2 Rp100.000
Kelas 3 Rp35.000

Fasilitas BPJS Kelas 1

BPJS Kelas 1 adalah kelas yang membayar iuran Rp150.000 per bulan (untuk keanggotaan BPJS perorangan). Manfaat yang didapatkan peserta kelas 1 kurang lebih sama dengan kelas lainnya.

Hanya saja, jika membutuhkan layanan rawat inap, pasien BPJS Kelas 1 akan mendapatkan kamar inap dengan fasilitas paling sedikit, yaitu 2-4 orang saja. Pasien juga bisa pindah ke ruang VIP dengan membayar biaya tambahan diluar ditanggung BPJS.

Fasilitas BPJS Kelas 2

BPJS Kelas 2 adalah kelas yang membayar iuran Rp100.000 per bulan (untuk keanggotaan BPJS perorangan). Manfaat yang diberikan sama dengan BPJS kelas 3, hanya saja peserta akan mendapatkan kamar rawat inap dengan kapasitas lebih sedikit, yaitu 3-5 orang.

Namun, peserta bisa mendapat kamar VIP apabila membayar biaya tambahan di luar yang ditanggung BPJS.

Fasilitas BPJS Kelas 3

BPJS kelas 3 adalah kelas yang membayar iuran Rp35.000 per bulan (untuk keanggotaan BPJS mandiri/perorangan).  Berikut adalah beberapa fasilitas yang ditawarkan:

  • Konsultasi dokter.
  • Pemeriksaan penunjang, seperti laboratorium, radiologi (rontgen), dan lainnya.
  • Obat Formularium Nasional (Fornas) maupun obat bukan Fornas.
  • Bahan dan alat medis habis pakai.
  • Akomodasi atau kamar perawatan.
  • Biaya lainnya yang berhubungan dengan pelayanan kesehatan pasien.

Serangkaian perawatan tersebut bakal didapatkan pasien hingga selesai atau keluar dari rumah sakit dan besar kecilnya tarif gak pengaruhi oleh jumlah hari perawatan.

Manfaat rawat inap BPJS kelas 3

Mengenai fasilitas rawat inap yang disediakan untuk BPJS Kesehatan kelas 3, pasien mendapatkan kamar perawatan berkapasitas 4-6 pasien.

Namun, gak jarang di beberapa rumah sakit tertentu, kamar rawat inapnya bisa berkapasitas lebih banyak lagi. Imbasnya, tentu saja kenyamanan pasien karena banyaknya pasien dalam satu ruangan. 

Lalu jika peserta BPJS Kelas 3 menginginkan ruangan yang lebih nyaman, apakah bisa mengajukan naik kelas? Kita jawab pada ulasan berikutnya di bawah ini.

Bagaimana jika ruang rawat inap BPJS Kelas 3 penuh?

Untuk beberapa kasus, misalnya kondisi mendesak, maka pihak rumah sakit akan mengizinkan pasien kelas 3 untuk sementara berada di ruang rawat inap yang tersedia hingga ruang kelas 3 ada yang kosong. Namun, selisih biaya tetap ditanggung oleh pasien.

Jika memungkinkan, umumnya pihak rumah sakit akan memberikan rujukan rumah sakit lain yang mana ruang rawat inap kelas 3-nya masih kosong.

Namun, jika pasien tetap pengin dirawat di rumah sakit yang pertama didatangi tetap boleh-boleh saja, tapi statusnya menjadi pasien umum.

Manfaat kacamata BPJS kelas 3

Peserta BPJS kelas 3 juga mendapatkan fasilitas subsidi biaya kacamata, yaitu sebesar Rp150.000. Namun, kita gak bisa mengklaimnya sembarangan karena BPJS hanya mencairkan klaim kacamata sebanyak 2 tahun sekali.

Adapun ukuran lensa yang ditanggung di antaranya lensa spheris min 0,5 dioptri dan lensa silindris min 0,25 dioptri.

Untuk mengklaim kacamata BPJS kelas 3, berikut prosedur yang perlu kamu ikuti.

  • Datang ke fasilitas kesehatan pertama untuk meminta rujukan.
  • Mendatangi dokter spesialis mata untuk diperiksa. Kita akan mendapatkan resep untuk membeli kacamata.
  • Datanglah ke kantor BPJS untuk melegalisir resep tersebut.
  • Datang ke optik terdekat dengan membawa fotokopi KTP dan kartu BPJS.
  • Permintaan kacamata kamu akan segera diproses.

Selain mempersiapkan diri dengan BPJS Kesehatan, penting juga buat punya dana darurat untuk mengantisipasi risiko mendadak. Lantas, berapa sih dana darurat yang kamu butuhkan? Yuk, gunakan Kalkulator Dana Darurat berikut!

Layanan medis di luar tanggungan BPJS Kesehatan

Sebelum mengajukan klaim BPJS, kamu perlu memahami beberapa hal yang tidak ditanggung oleh lembaga pemerintah tersebut. Berikut daftar pengecualian klaim BPJS Kesehatan.

  1. Perawatan medis yang tidak sesuai dengan Undang-undang,
  2. Perawatan medis di rumah sakit yang tidak bekerjasama sama BPJS Kesehatan, kecuali dalam kondisi darurat.
  3. Kecelakaan kerja yang telah dijamin oleh program jaminan kecelakaan kerja.
  4. Kecelakaan yang sudah ditanggung oleh program jaminan kecelakaan lalu lintas.
  5. Layanan kesehatan untuk tujuan estetika seperti operasi plastik atau behel gigi.
  6. Layanan kesehatan di luar negeri.
  7. Perawatan medis untuk mengatasi kemandulan atau infertilitas.
  8. Perawatan gigi berupa perataan gigi.
  9. Gangguan kesehatan akibat ketergantungan alkohol dan obat-obatan.
  10. Gangguan kesehatan akibat sengaja menyakiti diri sendiri, atau hobi yang membahayakan.
  11. Pengobatan alternatif atau tradisional yang belum dianggap efektif oleh penilaian teknologi kesehatan.
  12. Tindakan medis percobaan atau eksperimen.
  13. Obat dan alat kontrasepsi.
  14. Perbekalan kesehatan rumah tangga.
  15. Bencana di masa tanggap darurat, kejadian luar biasa, atau wabah penyakit.
  16. Cedera akibat kejadian tak diharapkan yang bisa dicegah seperti tawuran atau begal.
  17. Layanan kesehatan dalam rangka bakti sosial.
  18. Perawatan medis akibat penganiayaan, kekerasan seksual, terorisme, perdagangan manusia. 
  19. Perawatan medis yang berkaitan dengan kegiatan Kementerian Pertahanan, Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan Polri.
  20. Layanan yang sudah ditanggung oleh program lainnya, misal asuransi swasta.

Denda BPJS Kesehatan

Denda akan berlaku apabila peserta mengajukan klaim rawat inap selang 45 hari setelah keanggotaan diaktifkan kembali, yaitu sebesar 2,5 persen dari biaya pelayanan kesehatan per setiap bulan tertunggak. Nah, jumlah maksimal bulan tertunggak adalah 12 bulan dengan denda maksimal Rp30 juta.

Agar makin paham, simak bahasan tentang BPJS Kesehatan di video berikut!

Jika kamu masih memiliki pertanyaan seputar BPJS dan asuransi, kamu bisa mengecek pertanyaan lain yang kemungkinan diajukan oleh pengguna dari seluruh Indonesia. Silakan cek Tanya Lifepal!

Tanya jawab seputar fasilitas BPJS kelas 1, 2, dan 3