Lampaui Kanada dan Pepet Irak! Ini 4 Fakta Amerika Serikat Jadi Pengekspor Minyak

Negara pengekspor minyak

Amerika Serikat yang kini jadi negara pengekspor minyak tercatat telah meningkatkan volume ekspor minyak sepanjang tahun 2019. Tentu saja apa yang dilakukan Amerika Serikat menjadi pencapaian luar biasa. Pasalnya, negara ini dikenal sebagai importir minyak.

Sekadar diketahui, Pemerintah Amerika Serikat sejak 1979 telah menerapkan aturan bagi perusahaan-perusahaan minyak tidak melakukan ekspor. Aturan tersebut diberlakukan supaya kebutuhan minyak dalam negeri bisa terpenuhi.

Namun, aturan tersebut telah ditiadakan dan perusahaan-perusahaan minyak di Amerika Serikat diizinkan mengekspor minyak ke negara-negara lain. 

Di balik pencapaiannya ini, ada beberapa fakta menarik mengenai Amerika Serikat yang kini menjadi negara pengekspor minyak. Seperti apa faktanya? Berikut ini ulasannya:

1. Volume ekspor minyak Amerika Serikat tembus 3,4 juta barel per hari pada 2019

Negara pengekspor minyak
Volume ekspor minyak Amerika Serikat tembus 3,4 juta barel per hari pada 2019

Produksi minyak yang melimpah mendorong Pemerintah Amerika Serikat memberi izin perusahaan-perusahaan untuk melakukan ekspor minyak. Data yang dihimpun Statista menunjukkan ekspor minyak mulai menunjukkan peningkatan pada tahun 2014.

Peningkatan volume ekspor minyak mulai signifikan memasuki tahun 2017 lalu berlanjut hingga 2018. Pada 2019, volumenya makin meningkat dan hasilnya menunjukkan angka 3,4 juta barel per hari.

Baca juga: 15 Negara Pengekspor Minyak yang Cetak Ribuan Triliun Rupiah, Ada Indonesia?

2. Posisi Amerika Serikat sebagai negara pengekspor minyak berada di atas Kanada dan di bawah Irak

Negara pengekspor minyak
Posisi Amerika Serikat sebagai negara pengekspor minyak berada di atas Kanada dan di bawah Irak

Pencapaian Amerika Serikat sebagai negara pengekspor minyak ternyata telah membawa posisi negara adidaya ini di atas Kanada. 

Volume ekspor minyak Kanada yang tembus 3,3 juta barel per hari pada 2019 masih kalah besar dengan Amerika Serikat.

Meski begitu, volume ekspor minyak Amerika Serikat masih kalah besar dengan Irak yang mencapai 4 juta barel per hari, Rusia dengan 4,5 juta barel per hari, dan Arab Saudi yang mencapai 6,7 juta barel per hari.

3. Sejak 2018, produksi minyak Amerika Serikat telah melampaui produksi minyak Arab Saudi

Negara pengekspor minyak
Sejak 2018, produksi minyak Amerika Serikat telah melampaui produksi minyak Arab Saudi

Amerika Serikat bisa menjadi negara pengekspor minyak pastinya karena produksi minyak negara ini yang berlebih alias surplus. 

Dari data yang dihimpun BP Statistical Review of World Energy, produksi minyak Amerika Serikat berada di kisaran 15 jutaan barel per hari pada 2018.

Menariknya, produksi minyak Amerika Serikat lebih tinggi dibandingkan produksi minyak Arab Saudi.

Sepanjang tahun 2018, produksi minyak Arab Saudi berada di kisaran 12 jutaan barel per hari. Buat lebih lengkapnya, berikut ini daftar negara penghasil minyak terbesar di dunia.

Negara penghasil minyak Kapasitas produksi (barel per hari)
Amerika Serikat 15.311.000
Arab Saudi 12.287.000
Rusia 11.438.000
Kanada 5.208.000
Iran 4.715.000
Irak 4.614.000
Uni Emirat Arab 3.942.000
China 3.798.000
Kuwait 3.049.000
Brazil 2.683.000

4. Naiknya produksi minyak serpih bikin Amerika Serikat jadi eksportir dan bikin harga minyak melemah

Negara pengekspor minyak
Naik produksi minyak serpih (shale oil) bikin Amerika Serikat jadi eksportir dan bikin harga minyak melemah

Keberadaan minyak serpih (shale oil) menjadi pendorong Amerika Serikat kini menjadi negara pengekspor minyak di dunia. Produksi minyak serpih sejauh ini emang lagi booming di Amerika Serikat.

Minyak serpih atau shale oil adalah batuan sedimen yang punya kandungan bahan organik yang disebut kerogen. Nah, kerogen inilah yang diproses menjadi minyak serpih cair. Dari proses minyak serpih, diperolehlah bahan bakar diesel, jet, dan bensin.

Dulunya shale oil gak dilirik karena biaya pemprosesannya mahal. Namun, dengan bisa ditekannya biaya pemprosesan minyak serpih, kini keberadaannya mulai diminati sebagai pilihan alternatif saat harga minyak dunia sedang tinggi-tingginya.

Kini karena meningkatnya volume minyak serpih yang diproduksi Amerika Serikat, harga minyak dunia berangsur-angsur turun level gara-gara lonjakan volume minyak. 

Apalagi, Amerika Serikat diketahui sebagai negara dengan cadangan minyak serpih terbesar di dunia dengan perkiraan 4.280 miliar barel.

Itulah fakta-fakta mengenai Amerika Serikat yang kini menjadi negara pengekspor minyak di dunia. 

Belum diketahui pasti apakah di tahun depan volume ekspor minyak AS meningkat seiring naiknya produksi atau malah menahan diri agar harga minyak gak jatuh.

Namun, ekspor minyak yang dilakukan Amerika Serikat patut diwaspadai negara-negara penghasil minyak lainnya, terutama Arab Saudi. Gak menutup kemungkinan, Amerika Serikat bisa menyalip posisi Arab Saudi kalau produksi minyak serpihnya ditingkatkan. (Editor: Chaerunnisa)

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →