Di 2020 Populasi Anak Muda Indonesia Paling Tinggi, Apa Dampaknya ke Ekonomi?

anak muda

Pada 2019, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mencatat jumlah penduduk Indonesia telah mencapai ±267 juta jiwa dengan rasio ketergantungan sebesar 45,56 persen. Rasio tersebut merupakan yang terendah dalam sepuluh tahun terakhir. Bahkan populasi anak muda di Indonesia semakin meningkat lho. 

Artinya, beban yang harus ditanggung penduduk produktif untuk membiayai hidup penduduk yang belum/tidak produktif semakin kecil. Sementara itu, jumlah usia produktif pada 2020 diproyeksikan mencapai 68,75 persen dari total populasi.

Menteri Pedagangan Agus Suparmanto menjelaskan, kondisi demografi yang demikian menunjukkan Indonesia sebenarnya telah memasuki fase bonus demografi yang tentunya memberikan potensi sekaligus tantangan dalam menunjang perekonomian.

“Dengan populasi Indonesia sebesar saat ini dapat merepresentasikan besarnya potensi konsumsi dalam negeri yang dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan kewirausahaan dan penciptaan lapangan pekerjaan. Untuk itu, program-program pemerintah harus difokuskan pada penciptaan lapangan kerja yang seluas-luasnya,” tambah Mendag.

Mendag juga mengungkapkan, upaya menyukseskan gerakan belanja produk dalam negeri ini juga mendapatkan tantangan dari maraknya penjualan produk impor. 

Tingkat konsumsi bangsa Indonesia yang tinggi merupakan potensi besar bagi para pelaku usaha dari negara lain memasarkan produk-produk barang jadinya, khususnya melalui platform niaga elektronik.

“Ini merupakan dampak globalisasi ekonomi yang harus dihadapi dengan berani dan sikap optimistis. Kecintaan dan kebanggaan kita terhadap Indonesia perlu diwujudkan dalam sebuah tindakan nyata sehingga secara konkret membantu meningkatkan perekonomian bangsa Bentuk paling sederhana dari wujud kecintaan itu ialah dengan membeli dan menggunakan produk-produk buatan dalam negeri,” pungkas Mendag.

Pemerintah dalam hal ini Ditjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag juga selalu memberikan perhatian khusus dalam meningkatkan penggunaan produk dalam negeri melalui berbagai kegiatan cinta produk Indonesia.

Dirjen Suhanto mengungkapkan, upaya tersebut juga diimplementasikan dengan penerbitan Keppres 24 Tahun 2018 tentang Tim Nasional Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri dan Permendag No. 47 Tahun 2016 tentang Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri.

”Kedua regulasi tersebut pada intinya adalah mengamanatkan peningkatan penggunaan produk dalam negeri melalui promosi, sosialisasi, serta mendorong pendidikan sejak dini mengenai 

kecintaan, kebanggaan, kegemaran menggunakan produk dalam negeri. Selain itu, juga memberikan akses informasi produk dalam negeri,” tegas Suhanto.

Baca juga: Indonesia Diharapkan pada 2045, 15 Negara Ini Lebih Dulu Masuk Top Ekonomi Dunia

Anak muda marak belanja produk dalam negeri

anak muda
Produk dalam negeri marak dibeli oleh milenial Indonesia, (Ilustrasi/Shutterstock).

Sementara itu, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengajak seluruh masyarakat Indonesia dan pegawai Kementerian Perdagangan berbelanja produk-produk buatan Indonesia.

“Konsumsi masyarakat terhadap produk dalam negeri dapat memberikan efek domino bagi penguatan pasar dalam negeri, meningkatkan lapangan kerja bagi masyarakat, dan menjamin 

pendapatan pekerja lokal. Untuk itu, saya mengajak seluruh masyarakat Indonesia berbelanja produk-produk dalam negeri,” kata Mendag Agus saat membuka acara tersebut.

Mendag Agus juga menyampaikan, produk Indonesia mampu bersaing dengan produk luar. “Produk buatan Indonesia memiliki karakteristik tersendiri. Selain memiliki kualitas yang baik, produk Indonesia itu unik dan harganya terjangkau. Tingginya minat berbelanja produk lokal juga dapat meningkatkan citra dan daya saing produk Indonesia di pasar dalam negeri di tengah keterbukaan pasar global,” tegas Mendag Agus.

Selain itu, lanjut Mendag Agus, produk-produk dalam negeri, khususnya UMKM kini semakin keren dan menawarkan berbagai keunggulan. Apalagi saat ini banyak anak muda yang berinovasi menciptakan produk lokal dan digandrungi konsumen. 

Baca juga: Gubernur Anies Bilang Ketimpangan Melebar di Dalam Negeri, Jakarta Masuk Gak Ya?

Banyak produk dalam negeri dibuat oleh tangan terampil milenial Indonesia

anak muda
Tokopedia salah satu e-commerce besutan anak bangsa yang mendunia, (Ilustrasi/Shutterstock).

Beberapa keunggulan tersebut, antara lain memiliki material berkualitas dan pengerjaan yang baik, desain yang unik dan beragam, serta harga yang cenderung lebih terjangkau. Jika produk lokal memiliki kualitas yang memumpuni mengalahkan produk luar, gak heran kalau banyak anak muda memilih produk dalam negeri. 

Produk UMKM juga memiliki konsep kearifan lokal dari masing-masing daerah di Indonesia. Mendag Agus menjelaskan, ajakan berbelanja produk-produk dalam negeri ini bertujuan agar masyarakat dapat turut andil memperkuat ekonomi bangsa. 

“Beli satu tumbuh seribu. Begitulah kira-kira ungkapan yang pas untuk mewakili Gerakan Belanja Produk Dalam Negeri. Artinya, dengan membeli produk dalam negeri, kita semua telah ikut andil menyelamatkan ekonomi bangsa. Sesungguhnya ada sumber pendapatan dari ratusan, bahkan ribuan pelaku usaha dan pekerja Indonesia dari satu produk dalam negeri yang kita beli,” ungkapnya.

Jadi kamu sebagai anak muda Indonesia mesti berbangga dengan segala kreativitas dalam menciptakan banyak keunggulan di dalam negeri. (Editor: Mahardian Prawira Bhisma)

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →