Tampilkan Gim Pencarian Jodoh, Robot Chatting Indonesia Juara Line Boot 2018

Robot Chatting

Menampilkan tema gim pencarian jodoh, aplikasi robot chatting atau chatbot asal Indonesia Ica Ica memenangkan kontes LINE BOOT 2018 di Jepang, pada 10 November 2018. Ica Ica mengalahkan 1.125 chatbot asal Jepang, Thailand, Taiwan, dan peserta lain dari Indonesia.

Perdy Ferdiansyah (20 tahun) selaku pengembang Ica Ica mengaku lawan-lawan yang dihadapi dalam kompetisi tersebut cukup tangguh. Bahkan ada peserta yang mengembangkan fitur perekam percakapan di LINE.

“Percakapan itu bisa dicetak dan dijadikan kenang-kenangan,” kata dia seperti dikutip dari katadata.co.id.

Untuk menarik pengguna, Perdy mengedepankan gim dalam layanan robot chatting miliknya demi mengikuti kompetisi tersebut. Gim yang Ica Ica sediakan sangat beragam. Diantaranya adalah Cari Jodoh, Family 100, Cari Kata, Tebak Kata, Adu Penalti, Sambung Kata, dan Tebak Lagu.

Lewat permainan tersebut Ica Ica berhasil menarik lebih banyak pengguna. Tercatat sebanyak 1,2 juta orang menggunakan chatbot Ica Ica.

Adapun gim yang paling diminati dari aplikasi anak negeri Ica Ica ini adalah Cari Jodoh. Chatbot Ica Ica akan mengkategorikan pengguna sesuai usia. Secara keseluruhan, sekitar 60 ribu pengguna memainkan gim yang disediakan oleh Ica Ica.

“Paling ramai kalau akhir pekan,” kata dia.

Secara spesifik, gim Cari Jodoh menghubungkan pengguna lawan jenis yang seusia. Keduanya akan dimasukkan ke dalam satu percakapan khusus secara otomatis, sehingga bisa saling sapa.

Namun hanya nama akun saja yang diketahui oleh mereka, bukan nomor telepon pengguna. Apabila salah satu atau keduanya merasa tidak cocok, bisa keluar dari percakapan tersebut.

Perdy mengaku terinspirasi oleh aplikasi Tinder sehingga merilis gim Cari Jodoh ini. Sementara inspirasi gim lainnya, ia peroleh dari acara televisi ataupun kehidupan sehari-hari.

Dirinya juga rutin berinovasi merilis gim-gim baru. Secara rata-rata, dalam tiga pekan sekali Ia merilis gim baru. Selain gim, biasanya Perdy berinovasi dengan menambahkan fitur baru. “Saya menghubungkan pengguna untuk bermain permainan secara random,” kata dia.

Pengembang Lulusan SMA

Shutterstock
Ilustrasi Lulusan SMA (Shutterstock)

Perdy merilis chatbot Ica Ica pada Mei 2017 lalu. Untuk mengoperasikan layanan ini, dia dibantu kedua rekannya yakni Nessa Ramadan (18 tahun) dan Khaerunnisa Fauziah (26 tahun). Perdy merupakan lulusan Sekolah Menengah Atas pada 2016.

Kini, ia bekerja di salah satu perusahaan teknologi di Bandung. Managing Director LINE Indonesia Dale Kim mengatakan, keberhasilan Ica-Ica menjadi Grand Prize Winner LINE BOOT di Jepang membuktikan kapasitas pengembang lokal di Indonesia.

Tak hanya jago kandang, pengembang aplikasi lokal juga bisa bersaing dalam skala internasional. Ica Ica pun menjadi juara pertama kompetisi LINE Creativate 2018 di Indonesia.

Menurut Kim, monetisasi chatbot Ica Ica sangat menarik karena menawarkan iklan dan fitur premium di dalamnya. Tak pelak jika pemasukan Ica Ica telah melebihi biaya operasionalnya.

“Ica Ica memiliki kapasitas untuk bersaing dengan pengembang lain dalam skala internasional,” ujarnya

Jadi, apakah kamu sudah pernah mencoba aplikas robot chatting Ica Ica?, ayo dukung pengembang aplikasi Indonesia mendunia.

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →