Tutup Usia, Inilah Fakta Mantan Gubernur BI Arifin Siregar

arifin siregar

Nama Arifin Siregar sontak jadi trending topic saat Jakarta didera aksi demonstrasi mahasiswa di DPR. Pria yang tutup usia pada 23 September 2019 ini ternyata adalah mantan Gubernur BI sekaligus tokoh yang cukup berpengaruh dalam perekonomian Indonesia.

Dalam pernyataannya di Detik, Menteri Keuangan Sri Mulyani pun menyebut Arifin sebagai salah satu orang hebat yang kaya ilmu, dan berjasa dalam pembangunan Indonesia. Arifin juga memiliki sepak terjang yang memukau dalam kariernya.

Ingin tahu sekilas fakta mengenai Arifin Siregar? Berikut ulasannya.

Baca juga: Cerita tentang Sumitro Djojohadikusumo, Ayah Prabowo Subianto

1. Jebolan Eropa

arifin siregar
Menjalani pendidikan tinggi di Eropa. (Wikimedia Common)

Pria kelahiran Medan 1934 silam ini, menimba ilmu di Eropa, lebih tepatnya di Belanda dan Jerman (Barat). Sejak lulus SMA dia memang gak tanggung-tanggung soal mencari ilmu dengan merantau ke sana.

Menurut informasi dari Wikipedia, pada tahun 1953 hingga 1956, Arifin Siregar menjalani studi di Nederlandsche Economische Hogeschool yang terletak di Rotterdam. Namun di tahun 1958, dia melanjutkan studinya di Westfälische Wilhelms-Universität Münster, Jerman Barat hingga meraih gelar doktor.

Usai meraih gelar doktor, Arifin aktif di lembaga penelitian di kampusnya. Namun setahun kemudian, dia hijrah New York dan bekerja dengan salah satu badan PBB sebagai seorang ekonom.

Dia pun menjadi founder dari United Nations Economic and Social Office, Beirut, Lebanon, lho. Luar biasa ya prestasi akademik dan kariernya. 

Baca juga: Pahlawan Perbankan yang Terlupakan, RA Wiraatmadja Sang Pendiri BRI

2. Pernah kerja di IMF

arifin siregar
Bersama salah seorang pengagumnya. (Instagram/@ayrianti)

Tepat pada tahun 1965, Arifin Siregar bekerja di Dana Moneter Internasional (IMF) dan menjadi ekonom khusus untuk wilayah Asia. 

Dan pada tahun 1969 dia didapuk menjadi Wakil IMF untuk Laos. Tugasnya ya apalagi kalau bukan menjadi penasihat keuangan buat Pemerintah di Negara Asia Tenggara itu.

Media kerap menyebut Arifin sebagai seorang ekonom berdarah dingin. Ia juga dikenal sebagai sosok yang cukup berhati-hati dalam mengambil keputusan. 

Baca juga: Menohok, Nih 9 Quotes Sri Mulyani yang Bakal Bikin Kamu Terinspirasi

3. Jadi Gubernur BI, Mendag Era Soeharto, hingga Dubes

arifin siregar
Pernah jadi Gubernur BI, Menteri Perdagangan, dan Dubes. (Instagram/@gatotariawanps)

Berkat prestasinya yang cukup memukau di bidang keuangan, Arifin pun diminta menjadi Direktur BI (Gubernur BI) pada tahun 1971 dan pada 1983 dia menjadi Direktur IDB untuk Indonesia.

Namun di tahun 1988 hingga 1993 dia dipilih menjadi Menteri Perdagangan Kabinet Pembangunan V yang dipimpin oleh Presiden Soeharto. Sayangnya, masa jabatan itu gak lama.

Di tahun 1993, Arifin malah dipilih untuk menjadi Duta Besar Luar Biasa untuk Amerika Serikat. Bisa jadi karena Arifin punya karier yang moncer saat tinggal di sana. Dia juga cukup akrab dengan petinggi-petinggi IMF.

4. Belum lama ini meluncurkan buku

arifin siregar
Arifin. (anj-group)

Tepat pada 2017, Arifin Siregar meluncurkan buku autobiografinya dengan judul Aneka Zaman Dalam Renungan.

Buku itu bercerita peristiwa suka duka ayah dari tiga anak ini, dalam perjalanan karier dan lainnya. Tentu saja, mulai dari zaman pendudukan Belanda, Jepang, awal kemerdekaan Indonesia, hingga era pemerintahan Presiden ke-7 Indonesia.

5. Komisaris Independen di PT Austindo Jaya Tbk (ANJT)

Nama Arifin juga masuk ke jajaran Dewan Komisaris PT Austindo Jaya Tbk lho. Produsen minyak kelapa sawit ini, dibangun pada tahun 1993 dan melantai di bursa saham pada 2013 dengan kode ANJT.

Itulah sekilas fakta tentang Arifin Siregar. Buat kamu yang memang ingin tahu lebih lanjut soal beliau, ada baiknya untuk membaca buku autobiografinya. Pastinya sangat inspiratif. (Editor: Ruben Setiawan)