Optimalkan Aset Negara, Pemerintah Gandeng OYO dan RedDoorz

aset negara

Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu), tengah melakukan penjajakan dengan jaringan hotel daring yakni OYO dan RedDoorz untuk mengelola apartemen milik negara. Demi mengoptimalkan aset negara, gak heran kalau pemerintah menggandeng OYO dan RedDoorz.

Direktur Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan, Isa Rachmatarwata, mengatakan Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) tengah melakukan penjajakan kepada dua penyedia jaringan hotel daring tersebut.

“LMAN misalnya, sudah menggunakan internet based marketplace untuk menawarkan apartemen. Kemudian ada pengelola properti OYO, RedDoorz itu sedang dijajaki oleh LMAN untuk mengoptimalisasi,” papar Isa.

Menurutnya, pemanfaatan teknologi seperti itu harus terus dikembangkan agar dapat mengakselerasi pemanfaatan aset milik negara.

“Sekarang banyak aset yang tidak diketahui oleh pelaku usaha, ini kita sedang pikirkan, menggunakan teknologi untuk menginformasikan ke pelaku usaha mana aset yang bisa dilakukan kerjasama,” jelasnya.

Isa menegaskan, optimalisasi aset negara penting untuk dilakukan, sebab aset ini harus dikelola dengan baik, dan tidak bisa untuk dijual.

“Kita membuka diri kepada siapa saja yang punya ide untuk memanfaatkan aset milik negara. Kita tidak bisa menjual aset milik negara, tapi kita punya ruang dengan memanfaatkannya secara bersama dan membuat pelaku usaha punya kesempatan dari itu,” jelasnya.

Baca juga: Putus Sekolah, Pria Ini Sukses Jadi Miliarder di Usia 25 Tahun Berkat OYO

Aset negara produktif

aset negara
Pemerintah gandeng hotel daring OYO dan RedDoorz, (Ilustrasi/Shutterstock).

Sementara itu, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, saat ini tata kelola aset milik negara telah berubah, jika  sebelumnya aset hanya dicatatkan dan dibukukan dalam pembukuan negara, namun saat ini harus produktif dan memberikan sumbangsih pada penerimaan negara

 “LMAN adalah institusi yang masih muda. Oleh karena itu, dalam pengelolaan negara, ujian bagaimana mengelola aset akan berbeda dibanding sebelumnya. Ke depan, seperti yang saya sampaikan kita memang harus memiliki mindset yang berbeda mengelola aset,” jelasnya.

Direktur Utama Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN), Rahayu Puspasari mengatakan, sudah seharusnya pengelolaan aset milik negara harus dengan paradigma baru, sebab perubahan zaman telah berkembang ke arah digitalisasi dan internet.

“Dalam hal ini seluruh pelaku industri properti termasuk LMAN harus adaptif terhadap perubahan zaman yaitu teknologi. Kegiatan ini juga mempertemukan regulator dan pelaku pasar industri khususnya properti teknologi, di mana diharapkan terdapat pemahaman dari kedua belah pihak akan kepentingan dan kebutuhan masing-masing jika ingin berkolaborasi memanfaatkan aset milik negara dengan memanfaatkan Prop Tech,” ujarnya. (Editor: Mahardian Prawira Bhisma)

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →