5 Asuransi Kesehatan Cashless 2020 [Plus Keuntungannya]

Asuransi kesehatan cashless

Asuransi kesehatan cashless atau tanpa uang tunai menjadi produk yang banyak dicari masyarakat saat ini. Pasalnya, metode klaim ini memang sangat memudahkan aktivitas nasabah asuransi.

Kamu gak perlu lagi menalangi biaya perawatan medis dan harus menunggu beberapa waktu buat mencairkan uang. Dengan metode cashless, nasabah tinggal datang ke rumah sakit, menunjukkan kartu asuransi dan mengisi formulir, langsung deh dapat layanan medis. Gampang banget kan!

Lalu, perusahaan apa saja sih yang memberikan pelayanan asuransi kesehatan cashless? Yuk simak ulasannya di bawah ini.

Asuransi kesehatan cashless terbaik 2020

Berikut ini perusahaan penyedia asuransi kesehatan cashless terbaik di Indonesia.

  • Asuransi kesehatan cashless BCA – AIA
  • Asuransi kesehatan cashless Allianz
  • Asuransi kesehatan cashless AXA
  • Asuransi kesehatan cashless Manulife
  • Asuransi kesehatan cashless Jagadiri

1. Asuransi kesehatan cashless BCA – AIA

Asuransi kesehatan AIA melalui bank BCA menawarkan layanan cashless dengan manfaat rawat jalan, salah satunya adalah produk Maxi Health.

Selain itu, produk ini juga memiliki manfaat rawat inap dan pembedahan, 32 penyakit kritis, manfaat meninggal, hingga manfaat investasi. Memang polis ini tergolong komprehensif dengan limit Rp500 juta per tahun.

Ada tiga plan yang bisa kamu pilih, yaitu Maxi Personal Health untuk melindungi kesehatanmu, Maxi Spouse Health untuk melindungi pasangan, dan Maxi Kid Health untuk melindungi anak.

Apabila pemegang polis meninggal, asuransi bakal memberikan pembebasan premi untuk keluarganya sehingga polis bisa tetap aktif.

Untuk mendapatkan layanan cashless dari produk ini, kamu bisa menggunakan kartu AIA Financial Maxi Health – Hospital & Surgical Plus.

Namun perlu dicatat, polis ini berbentuk unit link. Pada produk asuransi unit link, sebagian premi kamu bakal dikelola di instrumen investasi dan biasanya ada risiko. Selain itu, preminya pun menjadi lebih mahal dibandingkan asuransi kesehatan murni.

Salah satu kelemahan produk asuransi kesehatan AIA BCA ini adalah kamu gak bisa mengklaim penyakit yang termasuk pre-existing condition.

2. Asuransi kesehatan cashless Allianz

Allianz juga menawarkan asuransi kesehatan cashless yang memadai lewat semua RS Jaringan Allianz dan AdMedika. Fasilitas ini bisa digunakan untuk klaim rawat inap, rawat jalan, melahirkan, dan perawatan gigi.

Untuk mengajukan klaim jadi mudah sekali, kamu tinggal datang ke rumah sakit membawa kartu anggota Allianz beserta KTP, lalu melakukan administrasi di rumah sakit.

Tanpa keluar uang, kamu bisa langsung melakukan perawatan medis. Salah satu produk Allianz yang memiliki layanan ini adalah SmartMed Premier.

Kelebihan SmartMed Premier adalah produk asuransi kesehatan tersebut gak cuma bisa cashless di Indonesia saja tetapi juga Singapura, Thailand, dan lain-lain. Cukup jarang asuransi kesehatan yang bisa cashless di luar negeri.

Manfaat limit yang tersedia pun sampai dengan Rp6 miliar setahun. Cuma dengan limit segitu, pertanggungan yang diberikan terbatas pada rawat inap dan manfaat dasar saja. Kalau mau dapat manfaat rawat jalan, melahirkan, dan rawat gigi, kamu harus beli asuransi tambahan.

3. Asuransi kesehatan cashless AXA

Salah satu produk yang menarik untuk dibahas adalah AXA SmartCare Executive karena merupakan asuransi cashless.Kamu bisa mendapatkan fasilitas cashless untuk rawat inap. Polis ini juga memiliki manfaat rawat jalan, namun hanya bisa diklaim dengan metode reimbursement.

Selain sebagai asuransi kesehatan, AXA SmartCare Executive juga memberikan manfaat santunan meninggal dunia akibat kecelakaan. Jadi, produknya merangkap sebagai asuransi kesehatan dan personal accident (asuransi kecelakaan diri) sekaligus. Mantaplah!

4. Asuransi kesehatan cashless Manulife

MiUltimate HealthCare dari perusahaan asuransi Manulife menyediakan fasilitas tanpa uang tunai baik di rumah sakit di Indonesia maupun luar negeri.

Dengan polis ini, kamu bisa mendapatkan manfaat rawat inap, rawat jalan yang berkaitan dengan rawat inap, bedah, dan santunan tunai harian.

Kelebihan produk MiUltimate HealthCare adalah terdapat tambahan limit jika nasabah terkena penyakit kritis. Terus kalau misalnya nasabah dirawat di luar negeri, Manulife bakal dapat pertanggungan biaya sebesar tiga kali lipat.

Keunggulan lainnya adalah nasabah bisa membayar premi dengan term bulanan, 3 bulanan, 6 bulanan, atau tahunan. Kamu juga bisa memilih salah satu dari empat plan asuransi yang tersedia, sehingga bisa menyesuaikannya dengan budget asuransimu.

Minusnya produk ini adalah nasabah mesti menambah premi kalau mau dapat manfaat rawat jalan.

5. Asuransi kesehatan cashless Jagadiri

Menyasar anak muda, perusahaan asuransi Jagadiri memiliki produk asuransi cashless murah, Jaga Sehat. Cuma dengan premi mulai dari Rp90 ribu per bulan, kamu bisa mendapatkan perlindungan kesehatan dan jiwa lho!

Manfaat yang bakal kamu dapatkan adalah santunan rawat inap Rp300-900 ribu per hari, santunan meninggal dunia Rp6-18 juta, layanan 24 jam (ambulans, konsultasi evakuasi), dan manfaat gratis tiket nonton bioskop.

Manfaat asuransi cashless

Asuransi cashless bisa menjadi solusi untuk kebutuhan pembayaran perawatan kesehatan, tanpa harus mengganggu kondisi keuangan.

Khususnya diperlukan pada saat darurat ketika kamu kekurangan uang tunai atau gak memiliki akses langsung ke uang tunai.

Yang perlu dipastikan adalah rumah sakit yang kamu tuju memang kerja sama dengan penyedia asuransi.

Keuntungan memiliki asuransi kesehatan cashless dapat disimpulkan sebagai berikut.

  • Asuransi kesehatan tanpa uang tunai sangat bermanfaat selama keadaan darurat medis. Fasilitas asuransi cashless mengurangi beban keuangan pelanggan dan membantunya pulih dengan tenang. Ini membantu nasabah yang gak memiliki uang tunai bisa langsung membayar biaya rawat inap mereka.
  • Cakupan perlindungan luas. Pada asuransi cashless, biasanya perlindungan yang diberikan meliputi biaya pra dan pasca rawat inap, biaya antar/jemput dengan ambulans, perawatan rawat inap, dan lain sesuai ketentuan masing-masing. Selanjutnya ada pula pemeriksaan kesehatan dan tes diagnostik secara berkala.
  • Layanan cashless ini juga cocok buat kamu yang sering bepergian. Yang terpenting adalah produk asuransi yang kamu beli memang meng-cover layanan cashless di daerah tersebut/luar negeri.

Meski demikian, perlu digarisbawahi bahwa layanan cashless gak selamanya lebih baik daripada reimburse ya. Sebab, premi asuransi kesehatan dengan layanan cashless biasanya lebih mahal. Selain itu, jaringan rumah sakit juga terbatas dibandingkan dengan reimburse.

Keuntungan memiliki asuransi kesehatan cashless

Dengan menggunakan asuransi cashless, ada sejumlah keuntungan yang diperoleh, di antaranya:

  • Prosesnya cepat
  • Cakupan perlindungan luas
  • Cocok buat traveler

1. Prosesnya cepat

Dengan asuransi cashless, sistem pertanggungan mengeliminasi sejumlah prosedur yang sebelumnya berbelit. Hal ini tentu berbeda dengan asuransi yang menggunakan skema reimbursement atau penggantian. 

Dengan sistem ini, peserta asuransi harus mengeluarkan sejumlah dana terlebih dulu, baru kemudian diganti. Intinya, kita harus mengeluarkan ongkos terlebih dulu. Repot bukan? Apalagi bila kondisinya darurat. 

Nah, dengan asuransi cashless juga membebaskan kita dari keharusan menyiapkan sejumlah uang terlebih dulu. Dan tentunya, membantu nasabah yang tidak memiliki uang tunai agar bisa langsung membayar biaya rawat inap mereka.

2. Cakupan perlindungan luas

Pada asuransi cashless, biasanya perlindungan yang diberikan meliputi biaya pra dan pasca rawat inap, biaya antar atau jemput dengan ambulans, perawatan rawat inap, dan lain sesuai ketentuan masing-masing. Selanjutnya ada pula pemeriksaan kesehatan dan tes diagnostik secara berkala.

3. Cocok buat traveler

Layanan cashless ini juga cocok buat kamu yang sering bepergian. Yang terpenting adalah produk asuransi yang kamu beli memang meng-cover layanan cashless di daerah tersebut/luar negeri. 

Contoh lain, misalnya kamu sedang butuh pertanggungan di sebuah daerah yang tidak minim mesin ATM. Asal rumah sakit yang kamu tuju punya rekanan dengan pihak asuransi yang kamu gunakan, maka pemeriksaan dan perawatan bisa dilakukan. 

Meski demikian, perlu digarisbawahi bahwa layanan cashless gak selamanya lebih baik daripada reimburse ya. Sebab premi asuransi kesehatan dengan layanan cashless biasanya lebih mahal. Selain itu, jaringan rumah sakit juga terbatas dibandingkan dengan reimburse.

Cara kerja dan prosedur asuransi kesehatan cashless

asuransi kesehatan cashless

Kebijakan cashless bertujuan untuk mengurangi beban keuangan langsung pada individu yang diasuransikan, pada saat dirawat di rumah sakit. Oleh karena itu, apapun tagihan yang diajukan oleh penyedia layanan kesehatan, perusahaan asuransi menyelesaikannya langsung melalui administrator pihak ketiga.

Pihak ketiga bertindak sebagai mediator antara rumah sakit dan perusahaan asuransi, tugasnya adalah menyelesaikan tagihan medis dari tertanggung. Contoh pihak ketiga tersebut adalah AdMedika.

Berikut cara kerja asuransi kesehatan cashless yang Lifepal telah rangkum.

  • Pastikan rumah sakit yang hendak dituju berada di bawah Preferred Provider Network atau PPN dari perusahaan asuransimu.
  • Kamu pilih salah satu rumah sakit yang termasuk dalam jaringan asuransi yang kamu pilih. Bawa kartu asuransi. Kemudian, prosedurnya biasanya bisa dengan menggesek kartu (swipe card) atau cukup menunjukkan kartu (show card).
  • Apabila merasa perlu rawat inap, biasanya kamu diharuskan mengisi formulir saat dirawat di rumah sakit.
  • Formulir yang sudah diisi akan dikirim rumah sakit ke pihak ketiga.
  • Selanjutnya pihak ketiga akan mengeluarkan otorisasi ke rumah sakit dan menjabarkan batas biaya yang dapat diberikan.
  • Setelah selesai, rumah sakit akan segera memulai perawatan. Proses klaim akan dilakukan oleh rumah sakit ke perusahaan asuransi atau melalui pihak ketiga administrator.

Hal yang perlu diperhatikan dari asuransi kesehatan cashless

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih asuransi cashless, di antaranya:

  • Maksimum usia perlindungan
  • Limit klaim
  • Pengecualian klaim
  • Masa tunggu
  • Rumah sakit rekanan

1. Maksimum usia perlindungan

Biasanya, perusahaan asuransi memiliki batas usia perlindungan, jadi pertanggungan polis bakal berhenti saat kamu melewati usia tersebut.

Oleh sebab itu, carilah polis dengan maksimum usia perlindungan paling tinggi sehingga kamu bisa menikmati manfaat asuransi lebih lama.

2. Limit klaim

Dalam polis asuransi, biasanya tertera ketentuan limit klaim atau batas maksimal uang yang bisa kamu klaim untuk membayar biaya perawatan medis.

Kamu bisa bandingkan beberapa asuransi dan pilih polis yang memiliki limit klaim paling tinggi agar kamu leluasa nantinya. Kalau bingung, Lifepal punya jasa konsultasi gratis yang bisa kamu dapatkan dengan mengisi data diri pada halaman depan situs ini ya!

3. Pengecualian klaim

Setiap polis pasti memiliki pengecualian klaim. Biasanya, penyakit yang masuk ke dalam poin ini adalah yang berbiaya tinggi seperti kanker, HIV/AIDS, dll. Itulah kenapa kamu perlu pastikan bahwa penyakit yang rentan kamu derita gak masuk ke dalam daftar tersebut.

5. Masa tunggu

Biasanya, asuransi kesehatan menerapkan masa tunggu. Jadi, kamu gak bisa langsung mengajukan klaim ketika polis aktif.

6. Rumah sakit rekanan

Biasanya, klaim cashless cuma bisa diajukan di rumah sakit atau klinik rekanan asuransi kamu. Makanya sebelum membeli asuransi, periksa dulu apakah ada rumah sakit terdekat di wilayahnya.

Pengecualian dalam asuransi kesehatan cashless

Memang dalam setiap polis asuransi, termasuk yang cashless, ada beberapa pengecualian klaim pertanggungan. Nah, setiap perusahaan asuransi memiliki kebijakannya sendiri-sendiri. 

Sebelum kamu memantapkan hari untuk membeli sebuah produk asuransi cashless, lebih baik kamu memastikan apa saja pengecualian yang diterapkan.

Namun, secara garis besar ada beberapa hal yang memang menjadi pengecualian dalam asuransi cashless, yaitu:

  • Penyakit yang berhubungan dengan HIV/AIDS
  • Perawatan mental atau ketergantungan obat
  • Percobaan bunuh diri
  • Aksi terorisme
  • Biaya donor organ

1. Penyakit yang berhubungan dengan HIV/AIDS

Baik asuransi tunai atau nontunai memberlakukan pengecualian klaim terhadap penyakit ini. Selain itu, pengecualian juga dilakukan terhadap berbagai penyakit menular seksual.

2. Perawatan mental atau ketergantungan obat

Selain pengecualian terhadap penyakit mental dan ketergantungan obat, perusahaan asuransi juga mengecualikan klaim atas kecanduan terhadap alkohol.

3. Percobaan bunuh diri

Ya, sebagian perusahaan asuransi mengecualikan percobaan bunuh diri dalam klaimnya.

4. Aksi terorisme

Bagi pelaku terorisme yang terluka, pihak asuransi tidak akan menanggung perawatannya.

5. Biaya donor organ

Biasanya, biaya yang dikenakan untuk mendonorkan organ tubuh yang dilakukan oleh peserta, termasuk untuk biaya perolehan organ tubuh serta semua biaya yang dikenakan oleh penyumbang organ tubuh tersebut.

Semoga bermanfaat, dan jangan ragu untuk melindungi diri kamu dan keluarga dengan asuransi. Apabila masih membutuhkan informasi soal asuransi dan kesehatan, jangan ragu untuk menghubungi tim Lifepal ya!