Asuransi Perjalanan Umrah Tanggung Pandemi Gak?

asuransi perjalanan umrah

Kerajaan Saudi memutuskan memperpanjang larangan umrah pasca merebaknya penyebaran virus corona atau Covid-19. Pandemi yang telah terdeteksi di 152 negara sejak kali pertama ditemukan di Wuhan, China, itu berimbas pada perjalanan umrah jemaah berbagai negara termasuk Indonesia.

Sekadar informasi, Indonesia merupakan negara dengan peserta terbanyak kedua setelah Pakistan. Setiap tahunnya, peserta umrah asal Indonesia mencapai lebih dari satu juta orang. Pada akhir Februari 2020, dikutip Tirto, Istana mengumumkan sekitar 2.393 jemaah umrah batal berangkat akibat pandemi corona.

Perpanjangan larangan umrah ini merugikan banyak pihak, termasuk jemaah hingga agen perjalanan. Lalu, bagaimana kita yang sudah merencanakan jauh-jauh hari ya? Kira-kira ada kompensasi buat kita gak ya, secara kita sudah bayar dan mungkin udah beli asuransi perjalanan umrah juga.

Batal umrah karena Covid-19 gak ditanggung asuransi perjalanan

haji pakai masker

 

Pembatalan umrah karena pandemi corona ternyata belum ditanggung perusahaan asuransi perjalanan. Hal ini dijelaskan oleh Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI). Ketua Umum AASI Ahmad Syaroni mengatakan, industri gak menanggung pembatalan perjalanan umrah akibat penghentian layanan visa atau yang melibatkan kebijakan pemerintah. Dalam kasus pandemi corona ini, Kerajaan Saudi menghentikan izin pembuatan visa umrah karena corona.

Sementara, dalam Asuransi Syariah Perjalanan Umrah (ASPU) maupun ASPU Plus, gak memberikan jaminan ganti rugi atas risiko tersebut. Dengan kondisi ini, pembatalan perjalanan umrah menjadi tanggung jawab agen perjalanan.

Berdasarkan ketentuan polis standar ASPU dan ASPU Plus pada Ayat 4 dan 5 disebutkan mengenai ganti rugi gagal berangkat yang gak berlaku dan/atau sebab kondisi yang dikecualikan. Sebab atau kondisi yang dikecualikan salah satunya adalah campur tangan pemerintah dalam bentuk apapun, termasuk pelarangan dan pengaturan atau diberlakukannya peringatan perjalanan (travel warning) dari yang berwenang.

Meski saat ini ASPU gak meng-cover pembatalan perjalanan karena kondisi gak terduga seperti pandemi corona. Tapi gak menutup kemungkinan ada pengembangan produk. Menurut dia, pengembangan ini dimungkinkan karena aktuaria (penilai risiko asuransi) dapat melihat data korban meninggal dan yang terinfeksi corona.

“Produk asuransi bisa dikembangkan sesuai kebutuhan masyarakat,” ujar Ahmad Syaroni seperti dikutip dari CNN.

Kejadian seperti apa yang ditanggung asuransi perjalanan umrah?

Asuransi perjalanan umrah secara general memberikan jaminan ganti rugi dan manfaat serupa asuransi perjalanan internasional. Namun, produk ini dikhususkan bagi jemaah Muslim yang hendak melakukan perjalanan umrah ke Tanah Suci.

Hal tersebut menjadi salah satu alasan asuransi perjalanan umrah harus dikelola perusahaan asuransi umum (kerugian) yang memiliki izin usaha syariah dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan diawasi Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI).

Lalu apa saja yang ditanggung asuransi perjalanan umrah, jika hal-hal urgen dan mendadak seperti pandemi corona malah gak ditanggung? Simak ulasan berikut agar kamu tahu bahwa memiliki asuransi perjalanan umrah tetaplah penting.

1. Santunan meninggal dunia

Salah satu manfaatnya adalah santunan meninggal dunia sebelum hingga saat menjalankan umrah di Tanah Suci. Nantinya, santunan meninggal dunia tersebut diberikan kepada ahli waris atau keluarga tertanggung.

2. Pertanggungan kecelakaan

Asuransi untuk umrah ini juga memberikan pertanggungan berupa uang buat nasabah yang mengalami kecelakaan. Kecelakaan yang ditanggung adalah cacat fisik hingga kecelakaan yang menyebabkan meninggal dunia.

3. Pertanggungan biaya evakuasi darurat medis

Secara sederhana, jaminan di poin ketiga ini adalah berbagai hal darurat terkait kesehatan nasabah. Misalnya saja layanan ambulan ketika peserta umrah mendadak sakit. Di samping itu terdapat pula jaminan untuk pemulangan peserta atau jenazah ke negara asal.

4. Biaya perawatan medis

Peserta umrah yang sudah memiliki asuransi perjalanan akan dijamin biaya perawatan baik rawat jalan maupun rawat inap jika mengalami sakit. Tentunya, memiliki asuransi perjalanan sangat menguntungkan karena biaya perawatan di luar negeri bisa saja lebih mahal ketimbang di Indonesia.

5. Ganti rugi bagasi hilang atau rusak hingga harta benda pribadi

Keuntungan lain punya asuransi perjalanan adalah mendapatkan jaminan ganti rugi atas kerusakan/kehilangan bagasi hingga harta benda pribadi yang dibawa. Misalnya saja, tas kita hilang di bandara, maka asuransi bakal menghitung kerugiannya dan mengganti dengan nominal yang disesuaikan dalam polis.

6. Ganti rugi keterlambatan atau pembatalan perjalanan

Asuransi untuk perjalanan umrah bakal meng-cover keterlambatan atau pembatalan perjalanan sesuai dengan ketentuan polis. Contoh, apabila peserta sakit atau meninggal sebelum dan selama perjalanan. Maka dari itu, baca terlebih dahulu polis asuransi perjalanan kamu sebelum disetujui ya.

Sayangnya, kebanyakan ketentuan polis mengecualikan pengajuan klaim akibat pembatalan karena kebijakan pemerintah. Nah, pembatalan perjalanan karena pandemi corona merupakan bagian dari kebijakan pemerintah.

Dari penjelasan di atas bisa disimpulkan bahwa asuransi perjalanan umrah gak bakal menanggung klaim akibat pembatalan karena kebijakan pemerintah. Jadi, tiket dan akomodasi yang sudah dibeli bisa saja hangus atau refund, tergantung pada agen perjalanan kamu.

Rugi dong punya asuransi perjalanan buat umrah? Gak selamanya rugi, kok. Risiko yang terjadi bisa saja bukan cuma pandemi seperti corona, kan. Bisa saja kejadian seperti sakit, kecelakaan, dan sebagainya. Nah, bakal lebih baik lagi kalau kita juga antisipasi hal tersebut.

Informasi lebih lanjut mengenai asuransi perjalanan dan produk asuransi lainnya bisa mengunjungi situs Lifepal.