Audit Terjadwal Menjamin Perusahaan yang Sehat

neraca pembayaran

Secara umum, audit adalah evaluasi secara menyeluruh atas kondisi organisasi, sistem, proses kerja, atau kualitas produk secara berkala oleh pihak berkompeten yang disebut auditor.

Selain memberikan hasil audit secara tertulis, auditor turut memberikan suatu opini berdasarkan hasil temuannya sebagai saran atas perkembangan manajemen dan perusahaan yang lebih baik. Untuk lebih jelas mengetahui tentang audit, simak ulasannya berikut ini. 

Audit adalah…

Sebelum membahas lebih lanjut, penting untuk mengetahui pengertian dari audit terlebih dahulu. Audit adalah, kegiatan pemeriksaan menyeluruh terhadap sebuah objek organisasi, bisa sistem, produk, maupun prosedur, dan memastikan seluruhnya berjalan mematuhi kaidah dan prosedur organisasi. 

Orang yang melakukan audit itu disebut dengan auditor. Umumnya, auditor bisa berasal dari anggota audit internal organisasi, maupun eksternal organisasi untuk mendapatkan hasil yang objektif. 

Tujuan audit adalah…

Karena fungsinya sebagai pemeriksa dan pengecekan terhadap sebuah kegiatan organisasi, maka tujuan dari audit adalah untuk mencapai hal-hal berikut ini, 

  • Ketepatan, semua informasi maupun prosedur telah tercatat dengan tepat di sebuah laporan.
  • Kelengkapan, semua informasi penting harus dituangkan ke dalam laporan.
  • Eksistensi, segala informasi yang tercatat benar-benar terjadi dalam periode waktu tertentu.
  • Mudah dipahami, semua informasi yang tercatat bisa mudah dimengerti oleh seluruh anggota organisasi, dan tidak ada yang ditutup-tutupi atau dimanipulasi.
  • Penilaian, informasi yang tercatat dinilai dengan benar dan objektif.

Alasan audit dinilai penting bagi perusahaan

perusahaan meeting

Audit sangat berguna dalam perusahaan atau organisasi sebagaimana tindakan evaluasi secara berkala ini membantu pihak manajemen dalam melihat kondisi internalnya. Berikut manfaat audit dari sisi ekonomis secara umum.

  • Meningkatkan kredibilitas perusahaan.
  • Meningkatkan efisiensi dan kejujuran di internal perusahaan.
  • Meningkatkan efisiensi operasional perusahaan.

Manfaat lain audit dari sudut pandang pengawasan menurut Profesor Sofyan Syafri, antara lain:

1. Preventive control

Tenaga akuntansi akan bekerja lebih berhati-hati, teliti, dan akurat jika mengetahui laporan mereka akan diaudit atau dievaluasi.

2. Detective control

Suatu penyimpangan atau kesalahan yang terjadi pada umumnya akan dapat dengan mudah diketahui oleh pihak direksi melalui proses audit.

3. Reporting control

Setiap kesalahan perhitungan, penyajian, atau pengungkapan yang tidak pernah dikoreksi dalam keuangan akan disebutkan dalam laporan pemeriksaan. Dengan manfaat ini, pembaca laporan keuangan akan terhindar dari informasi yang keliru dan menyesatkan.

Jenis audit berdasarkan objek yang diperiksa

audit

Terdapat empat jenis audit berdasarkan tujuan dan manfaat yang berbeda-beda, antara lain:

1. Audit laporan keuangan

Audit ini mencakup penghimpunan dan pengevaluasian laporan yang dilakukan auditor eksternal pilihan perusahaan.

2. Audit operasional

Penelaahan atas bagian manapun mulai dari prosedur maupun metode operasi organisasi/perusahaan untuk meninjau bagaimana efisiensi dan efektivitas pekerjaan mereka. Umumnya pada akhir proses evaluasi, auditor memberi pengarahan dan saran kepada manajemen perusahaan untuk memperbaiki prosedur dan manajemen.

3. Audit ketaatan

Audit ini bertujuan mengetahui apakah perusahaan mengikuti prosedur dan aturan yang telah ditetapkan otoritas yang lebih tinggi. Misalnya, pelayanan dan kinerja bank yang harus tunduk dengan aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI).

4. Audit kinerja

Audit ini khusus dilakukan kepada instansi pemerintah untuk mengevaluasi ekonomis, efektivitas, dan efisiensi (3E). Audit kinerja juga memelototi biaya dan pemanfaatannya. Dalam hal biaya yang dikeluarkan, dinilai dari bagaimana dampaknya bagi masyarakat.

Dokumen dan data yang dibutuhkan dalam audit

Perusahaan yang ingin menjalani audit hanya perlu menghubungi auditor eksternal. Namun, dalam audit laporan keuangan terdapat sejumlah data dan dokumen yang dibutuhkan, yaitu:

Kelompok Catatan Keterangan
Catatan primer akun-akun Data yang diperlukan adalah:

  1. Buku bank dan buku kas kecil yang lengkap dan mutakhir hingga akhir tahun.
  2. Arsip tagihan/nota/kuitansi untuk semua item belanja.
  3. Arsip atau buku kuitansi untuk uang yang diterima.
  4. Buku dan catatan gaji.
  5. Buku besar induk (bila ada).
Ringkasan dan laporan rekonsiliasi Data yang diperlukan adalah:

  1. Saldo percobaan atau ringkasan semua penerimaan dan pembiayaan berdasarkan kategori anggaran.
  2. Laporan rekonsiliasi bank untuk semua rekening bank hingga tanggal titik putus tahun fiskal (biasanya setiap/jelang akhir tahun).
  3. Laporan rekonsiliasi kas kecil hingga tanggal titik putus tahun fiskal.
  4. Lembar catatan persediaan.
Jadwal dan daftar Data terkait poin ini antara lain:

  1. Jadwal utang (uang yang diutang perusahaan).
  2. Jadwal piutang (uang yang diutang kepada perusahaan).
  3. Jadwal jatuh tempo hibah.
  4. Jadwal hibah yang dijanjikan.
  5. Daftar aset tetap.
Informasi lain Sejumlah data/dokumen terkait dalam klasifikasi ini adalah:

  1. Surat dari bank untuk mengonfirmasi saldo.
  2. Konstitusi organisasi.
  3. Daftar anggota dewan pengurus dan staf.
  4. Notulensi rapat dewan pengurus.
  5. Perjanjian pendanaan dengan lembaga donor dan persyaratan audit.

Tahapan audit

Secara umum, terdapat empat tahapan dalam proses audit sebagai berikut.

1. Perencanaan

Dalam poin pertama ini terdapat beberapa pertimbangan sebagai dasar-dasar audit.

  • Adanya risiko bawaan, yaitu risiko salah gaji yang terdapat dalam laporan keuangan.
  • Mengembangkan strategi audit awal dengan mengumpulkan dan mengevaluasi bukti.
  • Meninjau berbagai risiko yang berpengaruh terhadap saldo awal jika audit yang dilakukan merupakan tahun pertama.
  • Me-review informasi yang berhubungan dengan kewajiban legal perusahaan/organisasi.
  • Tingkat materialitas awal (verifikasi saldo akun).
  • Mendapatkan pemahaman tentang bisnis dan bidang usaha perusahaan.

2. Pengujian informasi

Setelah tahap perencanaan, auditor akan melanjutkan ke tahap kedua, yaitu pengujian informasi. Pada tahap ini, semua informasi yang diperoleh akan dianalisis. Dalam tahap ini auditor yang juga diawasi pihak perusahaan akan memetakan masalah yang mungkin muncul dari proses observasi tersebut.

3. Mendapatkan hasil

Dalam tahap ini akan terlihat jika ada kesalahan dalam laporan termasuk kerugian yang dialami perusahaan.sebelum mengambil kesimpulan dan memberi nilai atas laporan perusahaan, auditor akan mencocokkan hasil dengan auditor lain.

4. Menyusun hasil evaluasi

Hasil evaluasi auditor dalam bentuk laporan akan diserahkan ke pihak manajemen. Dalam laporan ini, auditor biasanya menyampaikan rekomendasi pencapaian yang mungkin diterapkan perusahaan demi perkembangan perusahaan tersebut.

Opini dalam audit

tahapan audit

Setelah mengevaluasi perusahaan, auditor akan memberikan opini atas hasil audit yang bisa menjadi pertimbangan perusahaan. Opini dalam audit ada empat, yaitu:

Opini dalam Audit Keterangan
Opini wajar tanpa pengecualian 

(unqualified opinion)

Hasil audit:

  1. Bukti audit lengkap dan sesuai kebutuhan auditor.
  2. Mengikuti standar umum yang disepakati.
  3. Laporan keuangan yang disajikan perusahaan sesuai standar akuntansi di Indonesia.
  4. Tidak terdapat ketidakpastian yang cukup berarti mengenai perkembangan di masa depan yang tidak dapat diprediksi.
Opini wajar dengan pengecualian

(qualified opinion)

Hasil audit:

  1. Tidak ada bukti kompeten yang cukup atau ada pembatasan lingkup audit, tetapi tidak memengaruhi laporan keuangan secara menyeluruh.
  2. Auditor yakin bahwa laporan keuangan berisi penyimpangan dari prinsip akuntansi yang berlaku umum dan berdampak material, tetapi tidak memengaruhi laporan keuangan secara menyeluruh.
Opini penolakan 

(disclaimer opinion)

Penyebab auditor memberikan opini audit ini adalah adanya pembatasan luas dalam pemeriksaan atau ada ketidakpastian atas jumlah suatu perkiraan tertentu.
Opini tidak wajar 

(adverse opinion)

Opini ini merupakan pendapat yang diberikan auditor yang tidak setuju atas ikhtisar yang disajikan perusahaan. Dalam opini ini, auditor yakin 100 persen bahwa laporan yang disajikan perusahaan tidak layak.

Tips memilih perusahaan auditor

perusahaan auditor

Sebelum memilih perusahaan auditor, Anda harus memperhatikan berbagai aspek dari masing-masing pilihan yang ada. Pada tahap ini, menentukan penanggung jawab audit adalah langkah yang krusial sebagaimana memilih pihak yang tidak kompeten akan merugikan, apalagi jika opini yang diberikan tidak sesuai dengan kondisi real perusahaan Anda. 

Hal-hal berikut ini bisa menjadi pertimbangan sekaligus poin tambahan dalam memilih perusahaan audit yang tepat.

  • Pengalaman menjadi keunggulan suatu perusahaan auditor. Anda bisa mengujinya dengan memberikan pertanyaan seputar audit kinerja perusahaan.
  • Pelayanan menjadi poin kedua terpenting. Tanyakan kepada auditor mengenai layanan apa saja yang akan diberikan, misalnya jasa pembukuan hingga menghitung pajak perusahaan.
  • Biaya dan penagihan harus dipertimbangkan dengan kondisi perusahaan Anda.
  • Sertifikasi menjadi pertimbangan juga karena semakin banyak sertifikasi yang dimiliki berarti tentu kompetensi auditor menjadi lebih meyakinkan.
  • Teknologi menjadi poin terakhir yang tidak kalah penting. Teknologi yang digunakan turut berperan dalam hasil evaluasi, lho!

Menerapkan langkah-langkah audit adalah tindakan yang bijaksana demi mengetahui kondisi kesehatan perusahaan dari segala sisi terkait. 

Sebagai pemimpin perusahaan atau ketua penyelenggara organisasi, kita bisa memanfaatkan audit setiap tahun untuk melihat kondisi real instansi yang dikelola dan mendapatkan opini profesional dari auditor.

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →