Baby Boomer: Sejarah, Kontribusi, dan Kondisi Saat Ini

Setiap generasi baru yang dilahirkan selalu memiliki istilah yang menggambarkan kondisi saat generasi tersebut dilahirkan. Kali ini, Lifepal akan mengulas generasi yang lahir pada era Perang Dunia II atau yang lahir sepanjang tahun 1946-1966.

Generasi yang lahir dalam rentang waktu 20 tahun tersebut dinamai dengan generasi baby boomer. Disebut demikian karena pada era tersebut terjadi peningkatan angka kelahiran yang signifikan dibandingkan era-era sebelumnya.

Namun yang menjadi penyebab generasi ini mendapat perhatian yang besar adalah fakta bahwa mereka generasi yang paling penting dan berpengaruh di dunia, terutama yang berada di negara-negara maju.

Sebagai kelompok generasi terbesar dalam sejarah Amerika Serikat (AS), generasi baby boomer punya peran dan dampak signifikan bagi pertumbuhan ekonomi. Generasi ini sering menjadi fokus kampanye pemasaran dan rencana bisnis. 

Yuk, kenali lebih informasi soal baby boomer lebih mendalam, lewat tulisan Lifepal, berikut ini.  

Sejarah Generasi Baby Boomer 

Baby boomer muncul pasca Perang Dunia II, yaitu ketika tingkat kelahiran di seluruh dunia melonjak. Selama periode tersebut, AS menjadi salah satu negara yang mengalami ledakan jumlah kelahiran paling besar di dunia. 

Diperkirakan pada masa itu telah lahir 77 juta bayi. Bahkan disebut-sebut sekitar 40 persen total populasi AS kini berasal dari generasi baby boomer. Ada sejumlah faktor yang mendorong tingginya kelahiran pada era tersebut. 

  • Keinginan untuk memulai keluarga. Sebelumnya pada masa Perang Dunia II, masyarakat mengalami depresi hebat dan menunda untuk membangun sebuah keluarga. 
  • Perang telah berakhir sehingga muncul rasa percaya diri dan optimisme soal kesejahteraan dan rasa aman. 
  • Mulai terjadi peningkatan upah dan bisnis berkembang. 
  • Terjadinya peningkatan variasi dan kuantitas produk bagi konsumen.
  • Kaum wanita memilih tinggal di rumah dan mengurus keluarga. Ini terjadi karena adanya transisi pekerjaan yang mana sejumlah industri memilih tidak menggunakan tenaga kerja wanita. Akibatnya, wanita lebih banyak tinggal di rumah. 
  • Upah lebih tinggi sehingga akses untuk sejumlah barang yang menjadi kebutuhan makin besar dengan banyaknya keluarga baru muncul. 
  • Banyak prajurit perang yang kembali dan memilih tidak kembali berperang. 
  • Ramainya sejumlah daerah pinggiran yang diisi oleh keluarga-keluarga baru. 

Statistik Baby Boomer 

Baby boomer

Baby boomer telah menjadi salah satu generasi dengan jumlah terbanyak di dunia saat ini. Ada beberapa statistik yang dirangkum dari berbagai sumber terkait fakta ini. 

Statistik tersebut menunjukkan kekuatan dan kondisi saat ini yang masih dibilang berkaitan pada saat terjadinya baby boomer. Sumber data turut berdasarkan survei yang dilakukan oleh Departemen Sosial AS yang mengalami kondisi baby boomer. Berikut rinciannya. 

  • Baby boomer mengisi 26 persen dari populasi umum sehingga menjadikan mereka demografis terbesar kedua yang hidup saat ini, tepat di belakang generasi Millenial.
  • Lebih dari 65 persen generasi baby boomer menikah.
  • Lebih dari 28 persen telah lulus kuliah.
  • Sekitar 75 persen memiliki rumah sendiri.
  • Baby boomer terdiri atas sekitar 50/50 pria dan wanita. Namun pada kelanjutannya, jumlah wanita lebih unggul berkat usianya yang lebih panjang.
  • Secara umum, generasi baby boomer lebih sehat dan lebih kaya dari generasi sebelumnya.

Kehidupan Sosial dan Politik Baby Boomer 

Sebagai generasi yang lahir pascaperang dan dalam kondisi ekonomi yang sedang berkembang menuju perbaikan, generasi baby boomer telah menjadi icon dalam pergerakan sosial dan politik dunia. 

Warisan yang ditinggalkan baby boomer dalam bidang sosial dan politik layak dijadikan contoh yang baik untuk generasi selanjutnya, yaitu: 

1. Disebut sebagai generasi dengan energi reformis 

Majalah Time menyebut generasi ini sebagai generasi pembawa perubahan karena mengilhami berbagai kemunculan gerakan sosial di sebuah negara. Misalnya, gerakan protes akan serangan AS ke Vietnam. 

2. Penggagas gerakan-gerakan hak sipil 

Di AS, muncul gerakan kesetaraan gender dengan menghilangkan anggapan bahwa kaum wanita hanya sebatas mengurus dapur dan mengerjakan hal-hal ringan, namun juga mampu mengerjakan hal-hal besar. 

Misalnya, memberikan kesempatan bagi wanita untuk menduduki posisi teratas, berpidato dalam menyuarakan pendapatnya sendiri, hingga kesempatan untuk meniti karier profesional. 

3. Generasi kreatif 

Generasi ini boleh dibilang berhasil menciptakan karya seni terbaik pada zamannya, misalnya munculnya jenis musik rock and roll serta dikenalnya disko sebagai bagian dari hiburan. 

Efek dari Generasi Baby Boomer

Generasi baby boomer hidup dalam kondisi ekonomi ketika tren pasar bergerak menuju industri berkembang. Jumlah populasinya yang banyak membuat sejumlah generasi tersebut fokus membentuk perusahaan. 

Sejumlah sektor yang berkembang pada generasi tersebut adalah sektor kecantikan, real estate, investasi, kesehatan, dan teknologi medis yang canggih. Generasi baby boomer disebut ingin hidup lebih lama dari generasi sebelumnya sehingga saat masa emasnya berusaha menciptakan sejumlah produk-produk kebutuhan yang bisa menjangkau keinginan mereka. 

Dengan ragamnya industri muncul pada generasi ini, otomatis generasi ini memengaruhi pasar tenaga kerja. Produktivitas generasi mereka terbilang tinggi sebagaimana jumlah populasi yang banyak. 

Berbanding lurus dengan kondisi itu, generasi ini pun membawa efek dalam hal perubahan konsumsi. Budaya populer mulai diadaptasi oleh keluarga dari generas baby boomer. Misalnya, membeli televisi, memiliki kartu kredit, menonton acara hiburan populer di kelab, teater, atau pertunjukan musik. 

Kekhawatiran Generasi Baby Boomer

Anxiety

Meski memegang reputasi sebagai generasi dengan populasi terbanyak di dunia dan menyumbang pertumbuhan ekonomi yang paling signifikan, kini mereka telah memasuki masa pensiun. Selain itu dengan peningkatan populasi, maka permintaan akan makanan dan perumahan juga tinggi.

Nah, apabila dikaitkan dengan kondisi saat ini yang mana baby boomer telah memasuki masa pensiun, maka yang terjadi adalah kekhawatiran akan masa tua yang dilewati generasi ini, seperti halnya:

  • Beban jaminan sosial yang harus dibayarkan pemerintah atau pemerintah saat generasi baby boomer masuk dalam usia pensiun. Baby boomer tertua saat ini sudah berusia 60-an. Pada tahun 2030, seperlima populasi AS akan berusia lebih dari 65 tahun, dan beberapa pakar percaya bahwa penuaan populasi akan membebani sistem kesejahteraan sosial.
  • Beban bagi generasi selanjutnya. Ini disebabkan karena kelompok generasi setelah baby boomer berkewajiban untuk membayar pajak Jaminan Sosial selama beberapa dekade yang mendanai pensiunan orang tua dan kakek-nenek mereka. 
  • Ketersedian makanan. Ini berkaitan dengan selera lidah dari generasi baby boomer yang pasti tidak sama dengan generasi saat ini. Perbedaan selera ini berisiko memunculkan kondisi saat persediaan kebutuhan makanan generasi ini semakin terbatas. 
  • Angka kematian tinggi. Dengan jumlah populasi yang banyak, layanan kesehatan dan medis juga seharusnya mumpuni untuk melayani generasi baby boomer. Namun apabila layanan dan fasilitas tidak dapat maksimal melayaninya, maka dikhawatirkan angka kematian generasi ini akan tinggi. 

Pelajaran dari Generasi Baby Boomer untuk Generasi Selanjutnya 

Generasi baby boomer pada masa kini telah memasuki masa pensiun. Ada sejumlah pelajaran yang dapat diambil dari persiapan masa pensiun yang mereka hadapi untuk kita yang saat ini dalam kondisi produktif bekerja. Berikut pelajaran berharga yang dapat diambil dari generasi baby boomer

1. Jangan terburu-buru untuk pensiun 

Atau setidaknya menundanya jika usia masih produktif. Apakah itu berarti bekerja lebih lama, menjadi seorang konsultan, atau menemukan pekerjaan paruh waktu, upayakan untuk tetap aktif menjadi bagian dari kelompok tenaga kerja. 

Ini akan membantu kita untuk mencapai kondisi finansial yang lebih baik dan kesehatan jiwa dengan memiliki kesempatan untuk mengaktualisasi diri lebih baik juga. 

2. Tunda manfaat 

Jangan ambil benefit atau manfaat yang kita punya dari tabungan hari tua kita. Sebaiknya tunda sampai usia pensiun. Ini akan menjaga kita mendapatkan pendapatan dan hidup yang layak saat pensiun tiba. Kita juga akan terhindar dari goncangan sosial dengan memiliki tabungan yang berasal dari dana pensiun

3. Merencanakan masalah kesehatan

Tubuh manusia tidak sepenuhnya kebal dan rentan dari sakit, misalnya obesitas, diabetes, hipertensi, dan kolesterol. Belum lagi adanya risiko mengidap kanker atau penyakit jantung. Maka, diperlukan bantuan medis dengan memiliki asuransi yang tepat dan pas sesuai kebutuhan kita. 

4. Memilih asuransi 

Tujuannya untuk merawat kita dalam jangka panjang saat menghadapi masalah kesehatan. Saran Lifepal, beli produk asuransi sedini mungkin karena premi yang dibayarkan masih murah, tapi dapat memberikan keuntungan semaksimal mungkin di hari tua. 

5. Susun surat wasiat

Meskipun terdengar tabu, namun disarankan bagi kita yang berada di usia 65 tahun ke atas untuk menyusun surat wasiat. Ini akan membantu kita terhindar dari potensi masalah hukum dan keuangan. 

Kita bisa memandang generasi baby boomer, yaitu generasi orang tua kita sebagai motivasi dalam bekerja. Seperti mereka, jangan lupakan bahwa tujuan bekerja adalah untuk menjamin keuangan kita dan keluarga di masa depan. 
Plus, satu hal lagi adalah jangan takut saat menghadapi hari tua. Lifepal menyarankan untuk memperkuat dan memproteksi diri kita dengan asuransi dan dana pensiun. Jangan ragu untuk mencari tahu produk-produk asuransi terbaik untuk kita dan keluarga hanya di Lifepal!

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →