Aksa Mahmud Masuk Daftar Konglomerat Versi Forbes, Ini Bank-bank yang Dimilikinya

Bank di Indonesia

Di balik masuknya nama Aksa Mahmud dalam daftar orang terkaya di Indonesia versi Forbes, rupanya konglomerat yang juga ipar dari mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla ini berstatus sebagai pemilik bank-bank di Indonesia lho. Bank-bank mana aja ya yang menjadi miliknya?

Majalah Forbes baru-baru ini merilis daftar orang terkaya di Indonesia tahun 2019. Daftar tersebut memasukkan 50 orang paling tajir se-Indonesia. Ada nama-nama yang tetap di posisi puncaknya, ada pula yang bergeser peringkatnya.

Meskipun laju ekonomi sedang melambat, 50 konglomerat Indonesia tersebut diberitakan Forbes menambahkan sekitar US$ 5,6 miliar ke dalam kekayaan mereka. Kalau menggunakan nilai tukar rupiah, itu berarti penambahan kekayaan mereka sekitar Rp 78,8 triliun.

Nah, dalam daftar tersebut, Aksa Mahmud dimasukkan sebagai konglomerat Indonesia peringkat 44. Nilai kekayaan pendiri Bosowa Corporation ini ditaksir majalah Forbes mencapai US$ 710 juta atau sekitar Rp 9,99 triliun.

Asal tahu aja nih, Bosowa Corporation menjadi induk dari banyak bisnis yang dijalankan Aksa Mahmud bersama keluarganya. Kegiatan-kegiatan bisnis yang dijalankan Bosowa Corporation di antaranya bisnis otomotif, semen, pertambangan dan energi, jasa keuangan, properti, hingga pendidikan. Penasaran dengan sosok Aksa Mahmud? Cari tahu yuk dalam ulasan berikut ini.

Baca juga: Hartanya Triliunan, Yuk Telusuri Sumber Uang 7 Orang Terkaya Indonesia saat Ini!

Sekilas kisah Aksa Mahmud, anak petani yang kini jadi konglomerat berharta US$ 710 juta

Bank di Indonesia
Aksa Mahmud dan deretan bank miliknya yang ada di Indonesia, (Twitter/@@Kemenperin_RI).

Kekayaan dan kesuksesan yang diraih Aksa Mahmud gak datang tiba-tiba begitu aja. Ada proses yang dilalui Aksa Mahmud buat mencapainya.

Terlahir sebagai anak petani gak lantas bikin Aksa Mahmud juga harus bekerja sebagai petani. Ia malah tertarik buat berdagang yang diawali dengan coba-coba, mulai dagang hasil panen, jualan permen di sekolah, hingga jualan es dan kurma saat puasa.

Soal pendidikan, Aksa Mahmud menyelesaikan pendidikan tingginya dan meraih gelar sarjana dari Universitas Hasanuddin pada tahun 1965. Sialnya keaktifannya sebagai aktivis pernah membuatnya di penjara. 

Walaupun begitu, Aksa Mahmud, yang berkenalan dengan Jusuf Kalla saat keduanya aktif sebagai aktivis, pada akhirnya bisa meniti karier. Jusuf Kalla mengajak Aksa buat bekerja di perusahaan keluarga, yaitu NV Hadji Kalla. Malahan nih kedekatannya dengan Jusuf Kalla makin erat setelah Aksa menikahi adik Jusuf Kalla, Siti Ramlah.

Aksa Mahmud pun pada akhirnya memutuskan resign dan memilih buat merintis bisnisnya sendiri. Bermula dari pendirian dealer resmi mobil Datsun bernama CV Moneter, bisnis yang dijalankan Aksa pun berkembang pesat. Bisnisnya yang membesar ini berubah menjadi Bosowa Corporation yang menjalankan beragam kegiatan bisnis.

Salah satu kegiatan bisnis yang dijalankan Bosowa Corporation adalah kegiatan di sektor keuangan. Ada beberapa bank di Indonesia yang sahamnya dimiliki dalam jumlah banyak oleh Bosowa Corporation. Bank-bank mana aja itu?

Baca juga: Ini 10 Orang Terkaya di RI, Hartono Tetap Nomor 1 dengan Harta Rp 507 Triliun

Dua bank di Indonesia yang sebagian sahamnya dimiliki Aksa Mahmud

Bank di Indonesia
Bank Bukopin salah satu milik Aksa Mahmud, (Ilustrasi/Shutterstock).

Di website resmi Bosowa Corporation, terdapat dua bank di Indonesia yang sahamnya tercatat dimiliki Aksa Mahmud. Kedua bank tersebut adalah Bank Bukopin dan Qatar National Bank (QNB) Indonesia.

1. Bank Bukopin

Aksa Mahmud melalui Bosowa Corporation mencatatkan namanya sebagai pemegang saham mayoritas Bank Bukopin. Kepemilikan Bosowa Corporation atas saham Bank Bukopin mencapai 2.725.986.130 lembar atau 23,39 persen. Bosowa Corporation diketahui menjadi pemegang saham sejak tahun 2015 dengan status sebagai pemegang saham pengendali.

Bank Umum Koperasi Indonesia (Bukopin) yang berdiri pada tahun 1970 diketahui mencatatkan diri sebagai perusahaan terbuka di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 10 Juli 2006 dengan kode BBKP. Saat itu harga jual saham perdananya per lembar di angka Rp 350. Kini harga jualnya di kisaran Rp 226 per lembar.

2. Bank QNB Indonesia

Menilik laporan tahunan Qatar National Bank (QNB) Indonesia tahun 2018, kepemilikan Bosowa atas saham QNB terbagi ke beberapa perusahaan. 

Beberapa perusahaan tersebut di antaranya PT Bosowa Kapital (2,95 persen), PT Bosowa Asuransi (0,30 persen), PT Bosowa Sekuritas (0,21 persen), PT Bosowa Multifinance (0,20 persen), Koperasi Bosowa Sekuritas Sejahtera (0,10 persen), dan PT Bosowa Corporindo (0,01 persen).

Sementara pemilik terbesar dari saham QNB Indonesia tetap berada di tangan Qatar National Bank, yaitu 92,48 persen. Itu berarti kepemilikan lembaran sahamnya mencapai 18.900.786.704 lembar.

Qatar National Bank (QNB) didirikan di Indonesia pada 28 April 1913 dengan nama NV Chunghwa Shangyeh Maatschappij (Perusahaan Perdagangan Cina) hingga akhirnya PT Bank QNB Indonesia, Tbk. pada tahun 2014. 

Bank QNB Indonesia mulai tercatat di BEI pada 21 November 2002 dengan kode BKSW. ketika itu harga pedana sahamnya di angka Rp 250 per lembar. Kini harga saham BKSW di kisaran Rp 150 per lembar.

Itu tadi dua bank di Indonesia yang sahamnya dimiliki konglomerat Aksa Mahmud. Kira-kira ke depan Aksa Mahmud bakal nambah kepemilikannya gak ya? (Editor: Mahardian Prawira Bhisma).