Begini Lho Caranya Membangun Kerja Sama Tim yang Kompak di Perusahaan

Finansialku

Ibarat main sepakbola, seluruh anggota tim harus kompak dan punya strategi untuk bisa mengalahkan tim lawan.

Sekarang apa jadinya kalau salah seorang personil tim sepakbola yang jago itu ingin tampil jadi yang paling menonjol dan mengabaikan personil lain? Apakah tim sepakbola itu bakal sukses memenangkan pertandingan?

Belum tentu. Sejago-jagonya pemain bola, susah pasti buat menghadapi 11 orang personil tim lawan apabila dia mau maju sendiri.

Begitu pun juga dengan tim di perusahaan. Apapun keberhasilan yang dicapai tentu itu semua berkat kerja sama tim. Misalkan saja perusahaan berhasil mencetak omzet Rp 2 triliun. Bukan berarti itu hanya kerja tim sales saja. Tim marketing juga punya andil dalam menciptakan strategi pemasaran yang baik, dan tim HRD juga berjasa karena sudah merekrut orang yang tepat.

So, bila kamu berniat membangun kerja sama tim yang kompak di perusahaan, berarti saatnya kamu menerapkan tujuh hal ini. Mari simak ulasannya!

1. Tanamkan visi dan misi perusahaan ke tim

Kedengarannya sepele dan mudah dilakukan, tapi pada praktiknya gak gampang. Visi dan misi ibarat tujuan dan arah ke mana kapal berlayar. Dan kamu adalah nahkodanya.

Nih nahkoda kapal. Keren ya hehehe (nahkoda/ twitter)
Nih nahkoda kapal. Keren gak? Hehehe (nahkoda/ twitter)

Semua anggota tim yang kamu pimpin harus punya tujuan yang sama. Kalau dari awal visi dan misinya sudah beda, tentu susah. Nah coba yakinkan mereka dengan baik agar kinerja tim yang kamu pimpin bakal maksimal.

2. Hargai perbedaan pendapat

Perbedaan pendapat adalah hal yang gak bisa dipungkiri. Kamu pun gak bisa memaksa seseorang agar punya pendapat yang sama. Tapi, kamu bisa meyakinkan dia.

Bila salah satu atau beberapa anggota timmu memiliki perbedaan pendapat, hormatilah. Dan bila hal itu memang bertentangan dengan visi misimu, berilah pengertian padanya agar dia bisa lapang dada menerima keputusan.

Terkadang, menyaksikan pendapat kita gak diterima memang membuat kita kecewa. Namun itulah keputusan kelompok yang akan berpengaruh pada kepentingan bersama.

3. Saling percaya

Saling sikut tentu hal wajar yang mungkin sering kamu temukan bila kamu bekerja di korporasi besar. Tapi kebiasaan jelek ini wajib kamu hindari.

Di depan sih kelihatan baik-baik, tapi di belakang siap menikam. Aduh, jangan deh! (sikut-sikutan/ idolovemyjob)
Di depan sih kelihatan baik-baik, tapi di belakang siap menikam. Aduh, jangan deh! (sikut-sikutan/ idolovemyjob)

Buat apa kita sibuk dengan konflik internal untuk menjatuhkan satu sama lain? Sementara kompetitor kita sedang mempersiapkan 1.001 strategi untuk menghancurkan kita.

Ada baiknya untuk membina rasa saling percaya antar anggota tim. Berilah mereka tanggung jawab yang sesuai dengan kemampuannya, agar mereka bisa memberikan yang terbaik.

4. Lakukan komunikasi yang intensif dan efektif

Tanpa komunikasi yang baik, intensif, dan efektif, mustahil ada kerja sama tim yang maksimal. Membangun komunikasi jelas penting, hal itu bertujuan untuk mengidentifikasi masalah apa yang sedang dialami personil tim yang kamu pimpin.

Agen Asuransi Mitra Lifepal
Agen Asuransi Mitra Lifepal

Kamu bisa melakukannya dengan melakukan meeting rutin setiap pagi atau evaluasi kerja rutin. Pokoknya jangan sampai hal ini gak terjalin sama sekali deh di tim kerjamu.

5. Lakukan kegiatan bersama

Kalau yang ini mungkin sifatnya lebih informal, dan tujuannya adalah untuk mengakrabkan diri satu sama lain. Bentuknya bisa saja makan siang bersama, atau rekreasi bersama di akhir bulan.

Kamu juga bisa mengadakan perayaan ulang tahun untuk salah satu personil tim kerja. Gak apa-apalah sekali-kali keluar duit untuk menyenangkan hati personil tim. Kan gak sering-sering juga.

Ngasih surprise party buat rekan kerja yang lagi ulang tahun bisa jadi momen yang mempererat hubungan tim kerja lho (pesta/ rd.com)
Ngasih surprise party buat rekan kerja yang lagi ulang tahun bisa jadi momen yang mempererat hubungan tim kerja lho (pesta/ rd.com)

6. Menghargai kinerja tim

Menghargai kinerja personil tim tentu bisa memotivasi mereka untuk bekerja dengan lebih produktif. Jangan enggan memberikan pujian atau mengucapkan terima kasih kepada bawahanmu.

Hal itu akan membuat mereka semakin percaya diri. Mereka pun bisa semakin terbuka denganmu lho.

7. Meningkatkan kompetensi personil tim

Bukan hanya komunikasi dan sikap saling menghargai yang harus kamu bina. Kamu juga harus jadi coach alias pelatih yang baik bagi mereka. Bukan maksudnya pelatih bola ya.

Tapi kamu paham kan apa fungsi dari pelatih? Selain menyusun strategi, pelatih juga harus bisa meningkatkan kompetensi yang dilatih. Dalam perkara ini, yang dilatih adalah anggota tim kerjamu.

Oleh karena itu, fasilitasi saja mereka dengan berbagai training untuk mengembangkan potensi kerja mereka. Dengan potensi kerja yang mumpuni, tim kerjamu bakal semakin kuat dan kompak.

Itulah tujuh hal yang harus kamu lakukan untuk membangun kerja sama tim yang kompak di perusahaan. Sebagai atasan, sadarlah kalau apapun yang kamu capai adalah hasil jerih payah mereka juga.

Jangan pernah mengklaim bahwa dirimulah yang paling berjasa dalam segala kesukesan yang dicapai divisi kerjamu. Dan jangan lupa berterima kasih kepada mereka yang sudah membantumu.

 

Yang terkait artikel ini:

Kerja Tim atau Sendiri, Siapa Takut! Simak yang Ini Deh

Sebagai Karyawan, Harus Mulai Waspada Kalau Ngerasain 6 Hal Ini di Perusahaan Kamu

Hey Pencari Kerja, IQ Bukan Segalanya Lho. Ini Keuntungan Memiliki EQ yang Baik dalam Karier

Agen Asuransi Mitra Lifepal
Agen Asuransi Mitra Lifepal
Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →