Harbolnas Sangat Meriah, Ini 4 Alasan Orang Indonesia Hobi Belanja Online

Belanja Online Marak (Shutterstock)

Fenomena belanja online di Indonesia dari tahun ke tahun terus alami peningkatan. Tak hanya dari sisi pengguna, nilai transaksi belanja online masyarakat Indonesia pun terus meningkat. Bahkan produk-produk kebutuhan rumah tangga kini menjadi primadona di e-commerce.

Terlebih menjelang akhir tahun yakni pada saat Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas), minat masyarakat berbelanja online semakin tinggi karena banyak penawaran menarik.

Deputi CMO Blibli.com Andy Adrian mengungkapkan, terdapat empat faktor yang membuat fenomena belanja online setiap tahunnya selalu menghadirkan pengalaman baru bagi masyarakat.

“Dalam e-commerce ada empat tren yang pasti terjadi. Tren pertama retail gamification,” ungkap Andy saat konferensi pers di Jakarta.

1. Tren Gamification

Menurutnya, saat ini para pelaku e-commerce di Indonesia tengah mengkolaborasikan dunia game atau permainan dengan belanja online, hal ini guna menarik minat masyarakat, dan juga memberikan inovasi dalam belanja online.

Sebab, dari total pengguna internet di Indonesia yakni sebesar 171 juta jiwa, sebanyak 83 persen senang bermain games.

“Di indonesia ini mereka senang bermain games, 83 persen orang menggunakan internet pasti bermain game, game-nya segala macam, dan orang senang bermain game di mobile phone,” ujar Andy.

Kemudian, orang Indonesia juga suka bermain game di dunia online karena memiliki ketertarikan terhadap empat elemen. Mulai dari cerita atau story game tersebut, kemudian mudah di mengerti, mengisi waktu luang, dan ywrkahir bisa mendapatkan reward atau hadiah.

2. Tren Great Shopping Experince on Mobile

Kemudian, tren kedua adalah belanja online dengan menggunakan perangkat telepon pintar atau smartphone.

Penetrasi pengguna smartphone dan jangkauan akses internet membuat masyarakat Indonesia semakin mudah berbelanja online, karena cukup dengan smartphone dan koneksi internet bisa berbelanja tanpa harus buang waktu ke mall.

“Orang sekarang lebih suka dan senang belanja melalui handphone, dan orang sekarang paling panik kalau ketinggalan handphone dibandingkan dengan dompet,” ujar Andy.

Berdasarkan data, dari total  engguna internet di Indonesia, 76 persen penggunaan internet melakukan transaksi  belanja online melalui mobile device.

“Dan 84 persen pengguna internet sudah memiliki jaringan 3G dan 4G jadi koneksi dan kecepatan internet semakin mudah,” ucap Andy.

3. Produk Rumah Tangga

Faktor ketiga adalah tersedianya produk konsumsi rumah tangga di e-commerce. Dengan kehadiran produk rumah tangga ini, masyarakat semakin menggantungkan konsumsinya pada e-commerce. Mulai dari makanan, minuman, obat-obatan, popok bayi, susu, hingga kebutuhan dapur lainnya.

“Sekarang dengan online kita ada peningkatan dari groceries, dan peningkatan cukup signifikan. Untuk kategori makanan dan personal care dari sisi presentasi kenaikan 30 persen growthnya, dan transaksinya mencapai US$ 1,45 miliar .Terdapat 107 juta masyarakat indonesia belanja produk konsumen melalui online,” ungkap Andy.

4. Cashless Society

Kemudian faktor keempat adalah mudahnya pembayaran digital pada transaksi belanja online. Maraknya penyedia layanan dompet digital seperti Gopay, Ovo, Dana, dan Linkaja memberikan dampak terhadap pola transaksi masyarakat.

Cashless payment dan ini menjadi fenomena dalam dua tahun terakhir. Dimana orang sudah jarang membawa uang cash dan tergantikan oleh mobile payment. Memang semakin mudah, cepat, dan aman, karena 86 persen pengguna internet sudah berbelanja di online melalui mobile payment,” paparnya.

Menurut Andy, faktor keamanan, kecepatan, dan juga kemudahan menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat untuk menggunakan mobile payment dalam berbelanja online.

“Kemanan dan kecepatan menjadi faktor utama pendorong cassless payment, tidak perlu bawa uang, cepat, mudah, dan aman,” pungkasnya.

Editor: Ayyi Achmad Hidayah