Beli Motor Bekas atau Naik Ojek Online, Lebih Untung yang Mana?

Beli Motor Bekas

Beli motor bekas kadang bisa jadi pilihan bijak untuk memiliki motor dengan harga terjangkau. Tapi, motor bukanlah investasi dan ketika dijual lagi harganya bisa nge-drop. Kalau gitu, berarti lebih hemat naik ojek online dong daripada beli motor?

Gak ada jawaban yang pasti buat pertanyaan di atas. Sebab ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, misalnya jarak tempuh antara rumah dan kantor, mobilitasmu, dan bahkan jenis motor yang kamu pilih.

Nah biar kamu paham, mari kita komparasi biaya-biaya yang keluar saat punya motor dan saat memutuskan naik ojek online. Supaya lebih hemat, di sini kita akan ngulas secara spesifik untuk beli motor bekas ya.

Anggap saja nih, kamu baru saja diterima bekerja di perusahaan A. Jarak kantor baru dan rumahmu 15 kilometer. Jadi untuk pulang pergi kamu bakal menempuh jarak 30 kilometer.

beli motor bekas
Kalau kamu jadi driver Gojek-ku selamanya boleh gak bang (Gojek/ecommerce iq)

Tiba-tiba kamu mendadak galau karena perjalananmu sehari bisa dibilang cukup jauh. Kalau ditempuh dengan angkutan umum bisa dua jam. Terpikir deh beli motor bekas merek Honda CBR keluaran 2015 seharga Rp 15 juta. Tapi, di sisi lain, naik ojek online juga bisa lebih cepat.

Kira-kira mana yang lebih tepat ya?

1. Beli Motor Bekas

Setiap penggemar roda dua tentu punya motor idaman. Namun bila dana tabungan belum mencukupi, solusinya adalah beli motor bekas. Meskipun motor yang didapat bukan keluaran terbaru, tapi setidaknya cukup memuaskan hati karena kamu berhasil memiliki motor idaman.

beli motor bekas
Meskipun bukan motor baru, tapi ini adalah merek dan varian motor yang kamu idam-idamkan bertahun-tahun yang lalu. Gimana? Mau beli gak? (CBR 150 bekas/King Motor)

Sebut saja kamu jadi membeli motor Honda CBR FI 2015 bekas dengan tunai seharga Rp 15 juta. Tentu harga itu bisa dibilang murah, mengingat versi terbaru dari motor ini harganya Rp 33 jutaan. Tapi bukan berarti tinggal bayar Rp 15 juta tinggal gas lho, ada pengeluaran lain yang harus dipersiapkan mengingat motormu adalah motor bekas.

[Baca: Bingung Nih, Beli Motor Bekas Tunai atau Motor Baru Kredit Ya? Coba Cek Dulu di Sini]

1. Biaya servis ringan

Mengingat motor yang kamu beli adalah tahun 2015, berarti usianya masih dua tahun. Bila memang si pengguna sering menggunakan motornya untuk jarak jauh, maka segera lakukan pergantian oli, busi, dan rem di bengkel. Berikut rincian biayanya.

Jasa servis CBR 150 Rp 150.000
Kampas rem depan Rp 55.000
Kampas rem belakang Rp 68.500
Minyak rem Rp 22.000
Oli (MPX 1) Rp 52.000
Busi NGK Iridium Rp 100.000
Total Rp 447.500

Total biaya yang harus kamu siapkan untuk perbaikan mencapai Rp 447.500. Itu kalau mesinnya sehat. Kalau bermasalah, tentu biayanya bisa lebih besar.

[Baca: Hati-hati, 7 Hal Ini Bikin Garansi Motormu Hangus Lho]

2. Pengeluaran BBM

Pahami juga bahwasannya motor ini punya tangki bensin yang kapasitasnya 13,1 liter. Konsumsi bensinnya pun terbilang cukup irit, kurang lebih 39,72 kilometer per liter

beli motor bekas
Meskipun diklaim bisa tembus 39,72 km per liter, jangan salah ya kalau jalanan macet sudah pasti motormu bakal boros-boros juga (isi bensin/Benny The Great)

Tapi, biar kata dibilang irit kamu juga harus berhitung juga lho soal biaya bensin per harinya. Ini dia rinciannya. Dan selain itu, kamu harus tahu juga 39,72 kilometer per liter bisa ditempuh kalau kamu gak ngebut-ngebut. 

Harga Pertamax per liter Rp 8.250

Konsumsi bensin per km 1 : 39,72 = 0,025 liter

Konsumsi bensin 1 hari kerja (30 km) 0,025 x 30 = 0,76 liter

Konsumsi bensin 1 bulan (20 hari kerja) 15,1 liter

Biaya bensin 1 bulan 15,1 x 8.250 = Rp 124.622

Biaya bensin 1 tahun 124.622 x 12 = Rp 1.495.468

2. Ojek Online

Sejauh ini, ada tiga penyedia jasa ojek online yang paling sering digunakan di Indonesia, yaitu Go-Jek, Uber, dan Grab. Anggap saja, kamu menggunakan Go-Jek yang tarifnya Rp 3.000 per kilometer di jam sibuk untuk jarak di atas 12 kilometer.

Ongkos satu kali perjalanan = 3.000 x 15 (km) = Rp 45.000

Katakanlah kamu selalu bayar pakai Go-Pay, maka kamu bakal dapet potongan harga 40 persen. Dengan begitu, ongkos Go-Jekmu tiap perjalanan = Rp 27.000

Ongkos Go-Jek mu pulang-pergi setiap hari = 27.000 x 2 = Rp 54.000

Biaya Go-Jek 1 bulan (20 hari kerja) 54.000 x 20 = Rp 1.080.000

Biaya Go-Jek 1 tahun 1.080.000 x 12 = Rp 12,96 juta

[Baca: Tarif Ojek Online: Murahan Go-Jek, Grab atau Uber Ya?]

Mana yang Lebih Untung?

Kalau dilihat dari hitung-hitungannya, biaya transportasi dengan ojek online memang jauh lebih besar dalam setahun ya.

beli motor bekas
Kira-kira lebih ngirit yang mana nih? (uang/BT)

Memang, meski biaya operasional Honda CBR lebih kecil, sebelumnya kamu harus mengeluarkan uang Rp 15 juta untuk beli motor bekas tersebut. Ditambah lagi biaya servis awal yang tadi disebutkan dan servis rutin yang mesti dilakukan tiap tahun.

Tapi biaya-biaya tersebut bisa dibilang sebagai investasi. Sebab, ke depannya, kamu akan menghemat sampai Rp 11 juta dalam setahun!

Coba kalau naik ojek online terus-terusan. Pengeluaranmu bakal terus besar tiap tahun. Bila ada kenaikan tarif, ongkos transportasimu pun bisa makin besar.

Jadi, udah siap menentukan pilihan?

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →