Jakarta Gelar Ajang Balap Formula E, Segini Biaya yang Harus Dirogoh Anies Baswedan

Formula E

Pemprov DKI Jakarta melalui Gubernur Anies Baswedan mengumumkan kabar gembira untuk pencinta olahraga otomotif Tanah Air dengan bakal digelarnya ajang balap mobil elektrik Formula E pada tahun 2020 nanti.

Berita itu langsung disampaikan olehnya melalui akun instagram pribadinya pada 14 Juli 2019 ketika menghadiri pertemuan dengan ketua pihak penyelenggara, yakni Alejandro Agag.

“Jakarta lebih dari layak dipilih menjadi tuan rumah. Ini artinya, mata dan kamera seluruh dunia akan datang dan menyorot Jakarta, ribuan penonton dari seluruh dunia akan hadir langsung,” tulis Anies Baswedan dalam akun Instagram.

Formula E menjadi ajang balap paling bergengsi di dunia setelah sebelumnya Indonesia pernah menyelenggarakan  A1 GP tahun 2006 lalu di sirkuit Sentul dan MotoGP tahun 1996 sampai 1997.

Tentu hal ini menjadi angin segar buat banyak industri di dalam negeri karena bisa memacu perkembangan ekonomi yang lebih baik. Terutama di sektor pariwisata.

Tetapi, hal itu bukan tanpa risiko dan cuma-Cuma, ada banyak faktor yang harus diperhatikan oleh pihak pemerintah untuk menggelar Formula E tahun depan. Salah satunya adalah, faktor dana.

Biaya untuk menggelar Formula E diperkirakan mencapai Rp 334 miliaran

Formula E
Formula E (Instagram/@aniesbaswedan)

Mengutip CBC, guna mengadakan sebuah event besar bertaraf internasional dipastikan modal yang lumayan mahal dari sisi infrastruktur hingga sumber daya manusianya.

Berkaca dari pengalaman negara yang udah pernah menggelarnya seperti di kota Montreal, Kanada, pada tahun 2017. Paling gak, pemprov setempat harus menyediakan uang minimal US$ 24 juta atau setara Rp 334 miliaran.

Beberapa hal penting yang harus dibiayai adalah nominasi sebagai calon tuan rumah, gedung serta infrastruktur, persetujuan arena balap, iuran kepada penyelenggara, keamanan, area parkir penonton, pengaspalan jalan, sampai membiayai petugas steward.

Itulah hal yang harus dibiayai guna menyelenggarakan satu kali balapan Formula E. Setiap negara memiliki kondisi geografis berbeda-beda, jadi kemungkinan angka tersebut bisa berbeda. 

Baca juga: Ternyata Segini Biaya Perpanjang SIM 2018 dan Panduannya

Bisa gak pake subsidi negara, asalkan…

Formula E
Formula E (Instagram/@aniesbaswedan)

Kalau gitu, apakah harus serta merta menggunakan uang negara? Jawabannya, tidak. Karena pihak panitia dari suatu negara yang menjadi tuan rumah Formula E bisa mendapatkan kucuran dana yang banyak dari pihak eksternal seperti sponsor.

Hal semacam itu sudah terjadi di beberapa kota penyelenggara seperti New York di Amerika Serikat dan Paris di Perancis. Pihak pemerintah kota setempat sama sekali gak mengeluarkan kocek untuk mempersiapkan event tersebut. 

Itu bisa terjadi juga karena banyak perusahaan yang merasa potensi dari mobil balap elektrik ini gak kalah pamor dengan Formula 1 yang belakangan mulai ditinggal para penggemarnya.

Nilai potensi perekonomiannya mencapai Rp 1,2 triliun

Formula E
Formula E (michelinracingusa.com)

Kalau sudah melihat biaya yang cukup besar di atas, tentu harapannya bisa menggerakkan aktivitas ekonomi secara regional maupun domestik.

Agen Asuransi Mitra Lifepal
Agen Asuransi Mitra Lifepal

Menurut Anies Baswedan, nilai ekonomi yang bisa tergerak dari event Formula E ini bisa mencapai Rp 1,2 triliunan.

Jika di bandingkan maka keuntungan yang bisa diraih dari event tersebut bisa mencapai empat kali lipat dari modal yang dibutuhkan.

Itulah sedikit informasi tentang ajang balap Formul E yang bakal digelar di Jakarta pada tahun 2020 mendatang. Menurut kamu, apakah event tersebut layak untuk digelar di Ibu Kota melihat biaya yang gak sedikit itu? (Editor: Chaerunnisa)

 

 

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →