Biaya Haji Plus dan Dana yang Harus Dipersiapkan

Biaya haji plus

Ibadah haji adalah ziarah tahunan ke kota suci Makkah wajib dilakukan umat muslim dewasa yang secara fisik dan finansial mampu melakukan perjalanan tersebut setidaknya sekali seumur hidup. Dalam pelaksanaannya, ibadah haji dibagi menjadi dua, yaitu Haji Reguler dan Haji Plus menggunakan biaya haji plus.

Ibadah ini adalah satu dari lima Rukun Islam di samping syahadat, salat, zakat, dan saum. Untuk tahun ini, ibadah haji sedianya akan dilaksanakan pada bulan Juli mendatang sesuai penanggalan Arab Dzulhijjah yang menjadi waktu pelaksanaan ibadah ini dalam hukum Islam.

Sementara itu, dalam pelaksanaannya, ibadah haji terbagi menjadi Haji Reguler dan Haji Plus atau biasa disebut haji khusus. 

Haji reguler adalah program paket haji yang diselenggarakan langsung oleh Pemerintah RI melalui Kementrian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI).

Sedangkan haji plus adalah program haji yang diselenggarakan pihak swasta atau penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK). Meski pelaksanaannya ditangani pihak swasta, haji plus tetap dalam pengawasan Kemenag RI.

Program haji plus menjadi alternatif bagi kaum muslim yang memiliki kemampuan finansal lebih baik untuk beribadah haji ke Tanah Suci dengan masa tunggu lebih cepat. Pasalnya, biaya haji plus jauh lebih mahal dibandingkan biaya haji reguler.

Meski biaya haji plus lebih mahal dari biaya haji reguler, fasilitas dan poin plus yang diperoleh berbanding lurus dengan nominal yang dikeluarkan.

Fasilitas dan poin plus

biaya haji plus

Ibadah haji dapat dilakukan melalui haji reguler dan haji plus. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Agar lebih paham, yuk simak ulasan lengkapnya! 

Semakin lama waktu antrian naik haji membuat sebagian muslim merasa khawatir untuk beribadah haji ke Tanah Suci. Bukan hanya soal biaya saja, tapi juga faktor usia, dan kesehatan. 

Apalagi, sejak pengurangan kuota karena renovasi Masjidil Haram yang dilakukan Pemerintah Arab Saudi, membuat kuota naik haji di Indonesia sempat terpotong. Kondisi ini pun berimbas masa antrian yang semakin panjang.

Sistem Antrian Haji (siskohat) yang perlu menunggu bertahun-tahun lamanya berlaku untuk haji reguler. Sementara untuk menempuh siskohat yang lebih pendek bisa memanfaatkan haji plus.

Seperti halnya traveling plus, ongkos naik haji plus tentu lebih mahal dari haji reguler. Haji reguler dijalankan dengan mengikuti tahapan siskohat yang langsung diatur pemerintah.

Karena peminatnya cukup besar dan kuota yang diberikan terbatas, membuat siskohat haji reguler bisa mencapai antrian hingga bertahun-tahun.

Berikut, perbedaan antara haji reguler dan plus serta fasilitas dan poin plusnya:

1. Masa Tunggu

Masa Tunggu Haji Reguler setiap daerah berbeda-beda. Berdasarkan siskohat pada tahun 2019, masa tunggu keberangkatan paling cepat 15 tahun dan paling lama bisa sampai 31 tahun.

Sedangkan masa tunggu Program Paket Haji Plus jauh lebih cepat dari haji reguler.

Untuk estimasi pendaftaran 2019, masa tunggu program paket haji plus atau haji khusus dengan kuota Kemenag RI menunggu sekitar 5 sampai 7 tahun.

2. Fasilitas Penginapan dan Penerbangan

Untuk haji plus, fasilitas penginapan yang diperoleh di Makkah dan Madinah adalah hotel bintang 5, bahkan di depan persis Masjidil Haram maupun Masjid Nabawi. 

Sedangkan haji reguler disediakan hotel yang telah ditentukan pemerintah dan dibagi sesuai wilayah dan kloter dengan jarak hotel ke Masjidil Haram 3-5 Km.

Bagi jemaah haji plus, kamar hotel bintang 5 diisi maksimal 4 orang dan ada paket untuk 2 orang, 3 orang, dan 4 orang. Bisa juga memilih nama yang masuk dalam satu kamar. Sementara jemaah reguler, kamar tidak boleh diisi lebih dari 5 orang dan tidak bisa memilih nama.

Tak hanya fasilitas penginapan saja, khusus penerbangan untuk haji plus tanpa transit atau sekali transit. Sementara penerbangan haji reguler transit di Jeddah atau Madinah.

3. Waktu Pelaksanaan

Jemaah haji plus selain lebih eksklusif karena jumlah anggota rombongan lebih sedikit dari jemaah haji reguler, juga mendapat perbedaan waktu pelaksanaan ibadah haji. 

Untuk lama pelaksanaan ibadah haji reguler berkisar 40 hari dihitung dari waktu keberangkatan sampai pulang ke Tanah Air dan dibagi menjadi dua gelombang, yaitu antara Madinah dan Makkah. 

Sedangkan haji plus biasanya memakan waktu lebih cepat dan dibagi menjadi dua kelompok, yaitu Arbain di Masjid Nabawi dengan lama pelaksanaan 26 hari dan Non Arbain dengan waktu lebih singkat yaitu 15 sampai 19 hari.

4. Perbedaan Harga

Besarnya biaya naik haji ditentukan oleh Kementerian Agama setiap tahun menjelang keberangkatan. Besarnya biaya naik haji akan berbeda-beda setiap embarkasi. 

Sebagai gambaran, biaya naik haji reguler tahun 2019 rata-rata sebesar US$2.481 atau dalam rupiah Rp35,23 juta (dengan kurs Rp14.200).

Sementara itu, harga biaya haji plus biasanya sampai dua kali lipat lebih besar daripada haji reguler. Namun, tetap mengikuti penetapan biaya haji ONH plus versi pemerintah.

Biaya haji plus untuk tahun 2019 ditentukan oleh Kementerian Agama minimal US$8.500 atau setara Rp120 juta (kurs Rp14.300 per US$). 

5. Perbedaan Layanan Tenda di Arafah dan Mina

Untuk akomodasi di Arafah dan Mina, kualitas tenda yang digunakan jemaah reguler sudah hampir sama dengan haji khusus. 

Bagi jemaah haji khusus, tenda dilengkapi dengan alas kasur, sedangkan haji reguler alas atau karpet biasa. Namun, tenda haji reguler saat ini sudah dilengkapi AC.

Biaya haji plus 2020

Kemenag mengusulkan nilai biaya haji 2020 yang akan dibebankan kepada para jemaah sebesar rata-rata Rp35.235.602. Itu berarti, Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) tahun 2020 masih sama dengan yang berlaku pada 2019.

Meski nilai biaya haji 2020 diusulkan masih sama dengan yang berlaku pada tahun 2019, ada kenaikan dalam sejumlah komponen BPIH. 

Misalnya, biaya penerbangan jemaah haji pada 2019 senilai Rp30.079.285. Sementara pada 2020, nilainya naik menjadi Rp30.764.781. Jadi, ada kenaikan sekitar Rp.685.496. Selain itu, kenaikan juga bakal terjadi pada biaya visa, yakni sebesar SAR300 atau Rp.1.136.001.

Adapun biaya haji plus 2020 berdasarkan kuota resmi Kemenag RI rata-rata berkisar U$4.500-U$5.000. 

Besarnya biaya tersebut belum termasuk biaya perlengkapan haji jemaah, biaya pembuatan paspor dan dokumen perjalanan lainnya, pengeluaran pribadi, acara di luar program, kelebihan bagasi, biaya vaksin maningitis, dan biaya dam atau denda prosesi haji.

Prosedur pendaftaran biaya haji plus

Adapun persyaratan haji ONH Plus atau haji khusus, sebagai berikut:

1. Beragama Islam

2. Memiliki kemampuan finansial untuk membayar setoran BPIH (Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji) yang ditetapkan Menteri

3. Surat keterangan sehat dari dokter

4. KTP yang masih berlaku

5. Kartu keluarga

6. Akte kelahiran atau kutipan akta nikah

7. Surat keterangan dari PIHK (Penyelenggara Ibadah Haji Khusus) atau biro perjalanan  pilihan calon jemaah

8. Pas foto berwarna dengan latar putih tampak wajah minimal 80 persen

Berikut ini tata cara pendaftaran haji ONH Plus:

– Calon jemaah memilih agen perjalanan yang telah mendapatkan izin dari Kemenag RI. 

– Calon jemaah haji menyetor tabungan Haji Plus minimal sebesar US$5.000 atau sekitar Rp82,6 juta untuk mendapat nomor porsi ONH Plus. Biasanya pihak agen perjalanan yang akan mengambil nomor porsi Haji Plus.

– Setelah memperoleh nomor porsi ONH Plus, calon jemaah menyerahkan berkas persyaratan kepada agen perjalanan

– Langkah selanjutnya, kamu tinggal menunggu jadwal keberangkatan sekaligus mengikuti serangkaian manasik haji yang diselenggarakan pihak agen perjalanan.

– Calon jemaah yang telah mendapat nomor porsi dapat melihat jadwal keberangkatan secara online di situs resminya. Caranya, masukkan nomor porsi pada kolom yang tersedia di situs tersebut untuk melihat estimasi tahun keberangkatan.

– Setelah jadwal diketahui, calon jemaah dalam melakukan berbagai persiapan meliputi pelunasan BPIH, persiapan pemantapan ilmu tentang manasik haji, dan persiapan menjaga daya tahan tubuh.

– Jika waktu tunggu keberangkatan Haji Reguler berkisar antara enam hingga belasan tahun, calon jemaah Haji Plus hanya perlu menunggu sekitar 1-3 tahun atau bahkan lebih cepat.

Selain biaya Haji Plus yang dibutuhkan di atas, biasanya calon jemaah juga perlu menyediakan biaya syukuran sebelum berangkat maupun setelah pulang serta biaya oleh-oleh dari Tanah Suci untuk kerabat.

Rencanakan persiapan finansial untuk naik haji

Apapun pilihanmu, apakah haji reguler atau haji plus, hal terpenting yang perlu disiapkan sejak awal adalah niat dan memiliki kemampuan finansial.

Jika sudah niat melaksanakan rukun Islam kelima, maka cobalah untuk berusaha mewujudkannya. Salah satu caranya, menabung di tabungan haji.

Untuk melakukannya, kamu bisa mulai menabung sendiri lalu menyetorkannya per bulan. Misalnya, kamu melakukan program menabung Rp50 ribu per hari untuk bisa mengumpulkan uang Rp1,5 juta sebulan. 

Bila per bulan kamu bisa menyisihkan Rp1,5 juta dari gaji, maka hanya butuh waktu 17 bulan agar uangmu cukup untuk setoran awal pendaftaran haji sebesar Rp25.000.000.

Kamu hanya perlu waktu lima bulan mengumpulkan uang Rp11 juta sisanya bila ingin membayar ongkos haji reguler Rp36 juta. Dengan rutin menabung Rp1,5 juta, kamu sudah bisa melunasi sisanya dalam waktu dua tahun saja. Agar lebih memudahkan mengumpulkannya, kamu bisa membuka tabungan berjangka.

Untuk sisa waktu sambil menunggu, kamu bisa tetap menabung sebagai bekal selama beribadah haji atau kebutuhan selama meninggalkan keluarga di Tanah Air.

Sedangkan buat kamu yang ingin beribadah haji plus, nominal yang ditabung bisa sama kok, tapi dengan jangka waktu lebih lama agar angka yang diperoleh bisa sesuai dengan biaya haji plus. 

Menabung Rp1,5 juta per bulan, berarti dalam setahun akan terkumpul Rp18 juta. Untuk bisa mendaftar biaya haji plus, calon jemaah haji harus menyetor tabungan Haji Plus minimal sekitar Rp82,6 juta. Maka untuk mewujudnya, harus dikumpulkan selama empat tahun.

Nah, bila hal ini rutin dilakukan, maka kamu bisa melanjutkan kebiasaan menyisihkan gaji per bulan. Kebiasaan menabung baik untuk dilakukan, apalagi diiringi dengan berinvestasi. Dua kegiatan itu bisa membantumu merdeka finansial sampai hari tua nanti.

Gak cuma mempermudah kamu ke depannya, menabung juga melindungimu dari berbagai situasi ‘darurat’ yang bisa mengancam kapan saja.

Niat, usaha dan doa

Jadi, kalau sudah niat beribadah haji, kamu bisa mempersiapkannya dengan menabung atau berinvestasi jauh-jauh hari ya. 

Bila sudah memiliki niat dan rezeki, segeralah membuka tabungan Haji Reguler Rp25 juta atau tabungan Haji Plus minimal sekitar Rp82,6 juta.

Untuk sisanya, kamu bisa melunasi sambil dicicil per bulan dengan menyisihkan berapa persen dari gajimu. Saat ada niat, pasti ada jalannya. Jangan lupa selalu berusaha dan berdoa ya!

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →