Berapa Alokasi Dana yang Dibutuhkan untuk Sekolahkan Anak di TK? Begini Perhitungannya

Murid TK bersama pengajar (Shutterstock).

Setelah menyelesaikan tahap preschool, kamu pasti ingin menyekolahkan anak ke tingkat selanjutnya yakni Taman Kanak-Kanak (TK). Tapi kamu juga wajib tahu ni, biaya masuk tk sekarang ini gak murah lho! 

Belum lagi jika kamu menginginkan sekolah dengan kurikulum bagus, sudah pasti biaya yang dikeluarkan semakin besar. Semakin banyak fasilitas dan kurikulum yang kamu butuhkan untuk perkembangan anakmu, ya siap-siap mengocek dana lebih dalam. Pasalnya, kamu akan meninggalkan si kecil bersama teman dan para pengajar, kalapu gak teliti memilih sekolah, anakmu yang akan merasakan kerugiannya. 

Menyekolahkan anak di TK

Sekolah TK (Shutterstock)
Sekolah TK (Shutterstock)

Saat ini, banyak para orangtua, khususnya mereka yang baru menjadi ayah dan ibu muda, pasti ingin menyekolahkan si kecil sedini mungkin. Salah satu alasan agar si kecil dapat tumbuh menjadi pribadi yang cerdas. Bahkan sebuah penelitian mengatakan bahwa anak yang di sekolahkan sejak dini akan berpengaruh dalam jangka waktu cukup lama. 

Taman Kanak-Kanak merupakan lanjutan dari jenjang pendidikan anak usia dini playgroup, (usia 6 tahun atau di bawahnya) dalam bentuk pendidikan formal. Kurikulum TK ditekankan pada pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut seperti Sekolah Dasar (SD).

Lama masa belajar seorang murid di TK biasanya tergantung pada tingkat kecerdasannya yang dinilai dari rapor per semester. Secara umum untuk lulus dari tingkat program di TK selama 2 (dua) tahun, yaitu:

TK 0 (nol) Kecil (TK kecil) selama 1 (satu) tahun

TK 0 (nol) Besar (TK besar) selama 1 (satu) tahun

Di Indonesia, seseorang tidak diwajibkan untuk menempuh pendidikan ini, tetapi beberapa diantaranya menyekolahkan anak ke TK dengan tujuan si kecil akan lebih siap belajar ketika usianya sudah cukup untuk masuk SD. 

Di TK, siswa diberi kesempatan untuk belajar dan diberikan kurikulum pembelajaran yang sesuai dengan usia pada tiap-tiap tingkatannya. Siswa diajarkan mengenai agama, budi bahasa, membaca, bernyanyi, bersosialisasi dalam lingkungan sekolah, meningkatkan keterampilan dan bertujuan untuk meningkatkan daya cipta anak serta memacu mereka untuk mengenal berbagai ilmu. Semua dirancang sebagai upaya mengembangkan daya pikir dan peranan anak dalam hidupnya.

Tentunya, kamu perlu menyiapkan si kecil agar mau bersekolah dan mampu beradaptasi di lingkungan yang baru, begini caranya:

1. Ceritakan gambaran TK yang menyenangkan

Bangun persepsi yang baik mengenai TK kepada si kecil. Berikan bayangan bahwa TK bukan seperti sekolah formal yang hanya belajar saja. Yakinkan mereka bahwa TK adalah tempat mereka belajar sekaligus bermain demi mengasah kemampuan diri. Selain itu, beritahu si kecil bahwa di TK mereka akan memiliki banyak teman baru dan menyenangkan. 

2. Alasan anak masuk TK

Kamu wajib memiliki alasan kuat jika si kecil bertanya mengapa mereka harus TK, padahal sebelumnya sudah menempuh jenjang playgorup. Berikan mereka penjelasan sederhana namun mudah dimengerti oleh anak usia 4/5 tahun. Beritahu tujuan baikmu bahwa anak harus masuk TK demi mempersiapkan diri untuk masuk SD tahun depan. 

3. Belajar mandiri

Ungkapkan pula tujuan lain kamu menyekolahkan si kecil adalah agar mereka mandiri sedini mungkin. Pasalnya, beberapa anak akan merasa kaget ketika masuk ke SD tanpa TK sebelumnya. Jika mereka sudah merasakan sekolah sebelumnya, pasti akan tahu seperti apa harus bersikap meski tetap perlu bimbingan lebih lanjut. Di TK anak akan diajarkan buang air sendiri, makan, hingga menggunakan sepatu sendiri tanpa bantuan. 

Biaya masuk TK

Siswa belajar di TK (Shutterstock)
Siswa belajar di TK (Shutterstock)

Jumlah persentase penghasilan rata-rata yang akan dialokasikan untuk pendidikan anak tergantung dari besar dana yang dibutuhkan untuk menyekolahkan si kecil dari usia 0 hingga perguruan tinggi. Hal ini juga masih bisa berubah karena tidak ada nilai yang pasti untuk biaya pendidikan. Dengan asumsi kenaikan biaya pendidikan per tahun adalah 15 persen, idealnya kamu wajib mengalokasikan 20 hingga 30 persen dari gaji. 

 

Gaji Rp 22.000.000,-
30% dari Rp 22.000.000 Rp 6,600.000

 

Kalau masih kurangm kamu bisa berkonsultasi dengan pasangan dan mencari jalan tengah. Bisa patungan, bisa juga memotong pos anggaran gaya hidup 10 persen. Jadi kamu bisa mendapatkan tambahan dana dari sana. Kamu akan mendapatkan uang sebesar Rp 8,8 juta. 

Hal tersebut dengan penghitungan 50 persen biaya hidup, 30 persen gaya hidup, dan 20 persen untuk sekolah anak. Kamu ubah 20 persen menjadi biaya gaya hidup, dan 30 persennya untuk biaya sekolah. Kalau memang prioritas utama kamu adalah menyekolahkan anak, singkirkan semua hal tidak perlu yang nantinya hanya akan menghambat tujuan utamamu tersebut. 

1. HighScope Indonesia

Sekolah HighScope Indonesia adalah sebuah tempat pendidikan internasional di kawasan Cilandak Barat, Cilandak, Jakarta Selatan. Sekolah tersebut didirikan pada tahun 1996 di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, yang ideologinya sekarang digagaskan oleh Ibu Antarina SF Amir, pemilik sekolah tersebut. Kurikulum High/Scope Indonesia yang dipegang saat ini, dimulai pada tahun 1974 di Amerika Serikat, tetapi baru dibawa ke Indonesia sekitar 22 tahun kemudian. 

Pada tahun 2000, dibukalah program Elementary, tepatnya di kampus utamanya yang saat itu masih berada di sebuah rumah di Jalan Intan, di kecamatan yang sama. Pada bulan Juni 2002, kampus tersebut pindah ke lokasinya sekarang, dikarenakan ekspansi besar-besaran, yang ditandai pada tahun 2005 dengan dibukanya program Middle School. Pada tahun yang sama, sekolah ini membangun gedung ke-2 di belakang gedung lama, untuk mempersiapkan bertambahnya jumlah siswa di sekolah tersebut.

Untuk menyekolahkan anak disini, kamu perlu mengocek dana cukup banyak. Pasalnya, untuk program pendidikan anak usia dini saja kamu perlu membayar sebagai berikut:

 

Biaya administrasi Rp 250.000,-
Deposito Rp 3.500.000,-

 

Early Childhood Educational Program
Grade Enrollment Fee (Rp) Tuition Fee (Rp)
Early Preschool

(18 months – 30 months)

10.000.000,- Early Preschool: 10.900.000,-/term
Early Preschool

(18 months – 5 years)

27.000.000,-
Early Preschool to Kindergarten

(18 months – 6 years)

32.000.000,-
Preschool to Kindergarten

(30 months – 6 years)

27.000.000,- Kindergarten: 6.400.000,-/month
Preschool to Kindergarten

(4 years – 6 years)

18.000.000,-

 

Highscope Indonesia berlokasi di Jl. TB. Simatupang No. 8, Cilandak Barat, Jakarta 12430.

2. Sekolah Noah

Sekolah ini memiliki visi untuk mencetak individu yang mempunyai rasa nasionalisme dan keterampilan akademis. Hal itu nantinya akan berdampak pada lingkungan, negara serta masyarakat global. Sekolah ini berdiri sejak tahun 2007 mulai jenjang playgroup, kindergarten (TK), dan sekolah dasar. 

 

Biaya pendaftaran TK Rp 300.000
Uang kegiatan Rp 1.500.000,-/tahun

 

Kindergarten A (4-5 tahun)
SPP/bulan Rp 1.400.000,-
Biaya tahunan Rp 7.000.000,-
Kindergarten B (5-6 tahun)
SPP/bulan Rp 1.500.000,-
Biaya tahunan Rp 8.000.000,-

Untuk pendaftaran, Anda bisa langsung mengunjungi Sekolah Noah di Jalan Kalisari II No 4A & 11, RT.2/RW.2, Kalisari, Kec. Ps. Rebo, Jakarta Timur.  Telepon: (021) 8716296.

3. Sekolah Embun Pagi

Berdiri sejak tahun 2006, visi dari sekolah ini adalah mencetak pemimpin Islam yang unggul di masa akan datang. Sekolah Embun Pagi terletak di Jl. Raya Kapin No 8 Kalimalang Jakarta Timur 13450. Telepon: 021 8601626. 

Untuk rincian biaya masuk TK adalah sebagai berikut: 

 

Uang pendaftaran Rp 650.000,-
Uang fasilitas Rp 15.686.000,-
Uang pendidikan/tahun Rp 3.815.000,-
Uang SPP/bulan Rp 1.930.000,-
Uang kegiatan/tahun Rp 1.720.000,-
Uang komite Rp 450.000,-

Total kamu memerlukan biaya sebesar Rp 24,2 juta yang tentunya belum termasuk buku dan seragam ya! 

4. Global Islamic School

Global Islamic School merupakan sekolah nasional yang bertaraf internasional. Ciri khas dari sekolah ini adalah menerapkan implementasi ajaran Islam sebagai kultur dan budaya sekolah. Berikut ini rincian uang masuk di GIS. 

 

Formulir pendaftaran Rp 550.000,-
Uang pangkal Rp 17.500.000,-
Uang kegiatan/tahun Rp 4.105.000,-
Uang perlengkapan/tahun Rp 2.550.000,-
Uang SPP Rp 1.750.000,-
Uang BKOMG/Tahun Rp 250.000,-

 

Jadi total dengan biaya formulir, kamu harus menyiapkan dana masuk sebesar Rp 26,1 juta untuk TK. GIS terletak di Jl. Raya Condet No.5, RT.11/RW.3, Batu Ampar, Kramat Jati, Jakarta Timur  13530. Telepon: (021) 87786244. 

5. Universal School Kelapa Gading

Pernah meraih penghargaan dari Cambridge Assessment International Education pada tahun 2017, sekolah ini menerapkan kurikulum berbasis Cambridge International. Untuk mendaftar di TK Universal School Kelapa Gading, kamu cukup membayar uang tahunan sebesar Rp 6,5 juta setahun.

Selain uang tahunan, kamu juga perlu membayar uang SPP sebesar Rp 1,6 juta per bulannya. Sekolah ini terletak di JL. Boulevard Barat No.1, Komplek Inkopal Gading Sport Samping Balai Samudera), RT.2/RW.9, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Kota Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240.

Tips memilih TK yang baik untuk si kecil

Guru dan murid sedang berinteraksi di TK (Shutterstock)
Guru dan murid sedang berinteraksi di TK (Shutterstock)

Jika merasa masih bingung dalam memilih TK yang bagus untuk anak, memang ada baiknya kamu mendatangi calon sekolah anakmu tersebut. Kamu bisa melihat kegiatan secara langsung, atau coba program trial yang biasanya ditawarkan pihak sekolah. Kalau dirasa cocok, barulah kamu bisa menitipkan si kecil disana. Daripada pusing, yuk kita lihat kriteria apa saja yang perlu kamu ketahui. 

1. Cek reputasi

Mencari tahu reputasi calon sekolah anak itu sangat penting. Cek dari pemberitaan yang ada di internet, maupun lingkungan sekitar. Hal yang membuat reputasi sekolah baik diantaranya adalah tenaga pengajar yang kredibel, lingkungan sekolah, dan kurikulum yang cocok untuk si kecil. 

Kamu bisa mendatangi langsung sekolah tersebut untuk mencari tahu secara pasti. Ajak juga si kecil untuk merasakan aura calon sekolahnya tersebut. Jika dia menolak, coba cari kriteria lainnya. 

2. Kurikulum

Kurikulum juga menjadi aspek penting ketika kamu berniat menyekolahkan si kecil. Sekolah yang baik memiliki kegiatan yang bervariasi setiap harinya. Ada aktivitas fisik, bersosialisasi satu sama lain, waktu makan serta istirahat semua dilakukan secara imbang. Cari tahu apakah kurikulum yang ada dapat menstimulasi perkembangan anak atau tidak. 

Jika memungkinkan berbincanglah dengan salah satu guru yang ada disana. Mereka akan terlihat kredibilitasnya saat bertemu dengan para calon orang tua murid. Guru yang baik adalah mereka yang bertanggung jawab dan memiliki persiapan yang matang dalam mengajar. 

3. Kondisikan dengan keuangan

Nah ini adalah aspek penting yang perlu kamu pertimbangkan. Mencari tahu sekolah yang cocok bukan dari segi kurikulum dan fasilitasnya saja, melainkan apakah bujet yang kamu miliki sesuai atau tidak. Jika kamu memiliki dana yang cukup untuk menyekolahkan anak di TK mahal, silahkan! Tapi alangkah lebih baik di sekolah TK biasa dengan kredibilitas yang baik, tentu harga terjangkau. 

Pasalnya, kamu bukan hanya menyiapkan biaya untuk TK saja, ada SD, SMP, SMA dan kuliah. Semua itu menelan biaya yang gak sedikit. Pertimbangkan dengan matang bersama pasangan, cari sekolah yang terbaik, kalau bisa dekat dengan rumah tinggal, biaya terjangkau dan anak cocok berada disana. 

Meskipun biaya masuk TK saat ini cukup mahal, kalau kamu dan pasangan cerdas memilih sekolah terbaik, uang yang ada pasti bisa ditabung untuk biaya sekolah selanjutnya. (Editor: Winda Destiana Putri).