Bayar Ganti Rugi Hampir Rp 1 Triliun, Bonus Direksi PLN Bakal Dipotong

Bonus Direksi PLN Dipotong (Shutterstock)

Imbas gangguan listrik pada pekan lalu, PT PLN (Persero) akan membayarkan kompensasi kepada pelanggannyaDari hitungan sementara, PLN akan membayarkan kompensasi Rp 839,88 miliar kepada 21,9 juta pelanggannya yang terdampak gangguan.

Direktur Pengadaan Strategis II PLN Djoko Rahardjo Abumanan mengungkapkan, kewajiban PLN membayarkan kompensasi membuat perusahaan harus melakukan efisiensi total. Termasuk pemotongan bonus bagi karyawan hingga direksi perusahaan.

Sebab dengan besaran nominal pembayaran kompensasi tersebut, arus keuangan perusahaan berpotensi negatif. “Makanya harus hemat, nanti gaji pegawai akan dikurangi kira-kira begitu. Dengan begini semua pegawai akan terkena,” ujar Djoko di Gedung Parlemen, Senayan.

Insentif Dipangkas

Namun demikian, Djoko menegaskan, pemotongan atau efisiensi yang dilakukan bukan dari gaji pokok. Melainkan dari jumlah insentif kesejahteraan atau bonus yang diterima para pegawai PLN.

Sebab, dalam membayarkan kompensasi ini, PLN tidak bisa menggunakan anggaran milik negara atau APBN, hal ini disebakan oleh kesalahan dari PLN bukan negara.

“Enggak boleh. APBN itu untuk investasi, subsidi, unruk kompensasi itu dari (biaya) operasi,” jelas Djoko.

Kompensasi Ditanggung 40.000 Pegawai

Semenatara itu, total kompensasi yang akan dibarakan PLN akan ditanggung renteng oleh 40.000 karyawan. 

Dari laporan keuangan PLN pada 2018, tercatat total anggaran gaji dan bonus pegawai PLN pada 2018 mencapai Rp 22,95 triliun. Sedangkan saat ini PLN harus membayarkan kompensasi kepada masyarakat sebesar Rp 839 miliar.

Dari data Laporan Keuangan PLN 2018, tercatat beban kepegawaian PLN yang harus dibayarkan mencapai Rp 22,95 triliun. Jumlah tersebut alami penurunan dari tahun 2017 sebesar Rp 23,12 triliun.

Dari total 22,95 triliun tersebut, beban paling tinggi adalah pembayaran bonus dan insentif prestasi kerja atau bonus and performance incentives Rp 6,06 triliun.

Sedangkan untuk gaji pegawai mencapai Rp 4,5 triliun, kemudian tunjangan sebesar Rp 2,95 triliun, dan lain-lain sebesar Rp 3,77 triliun. 

Kemudian jumlah kompensasi direksi perusahaan untuk tahun 2018 mencapai Rp 224,5 miliar. Sedangkan untuk dewan komisaris perusahaan mencapai Rp 74,86 miliar.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (plt) Direktur Utama PLN, Sripeni Inten Cahyani menegaskan, PLN berkomitmen membayarkan kompensasi kepada konsumen. 

“Kami komitmen tetap memberikan kompensasi dengann hitungan sesuai perundang-undangan yang berlaku,” tegasnya.

Adapun kompensasi yang diberikan bukan berupa uang tunai, tetapi dalam bentuk perhitungan pengurangan pembayaran listrik yang terhitung pada bulan Agustus 2019.

PLN akan memberikan kompensasi sesuai deklarasi tingkat mutu pelayanan (TMP) dengan indikator lama gangguan. 

Kompensasi akan diberikan sebesar 35 persen dari biaya beban atau rekening minimum untuk konsumen golongan tarif adjustment. Kemudian sebesar 20 persen dari biaya beban atau rekening minimum untuk konsumen pada golongan tarif yang tidak dikenakan penyesuaian tarif tenaga listrik (non adjustment). Penerapan ini diberlakukan untuk rekening bulan berikutnya.

Khusus untuk prabayar, pengurangan tagihan disetarakan dengan pengurangan tagihan untuk tarif listrik reguler. 

Pemberian kompensasi akan diberikan pada saat pelanggan memberi token berikutnya (prabayar). Sementara untuk pelanggan premium, PLN akan memberikan kompensasi sesuai service level agreement (SLA) yang telah telah ditentukan.

Editor: Ayyi Achmad Hidayah

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →