Brodo, Sepatu Lokal Cita Rasa Internasional

Tempo/ Nurdiansyah

Berawal dari kesulitan mencari ukuran sepatu, lahirlah Brodo sebagai bisnis sepatu lokal yang menasional. Muhammad Yukka Harlanda, founder dari merek alas kaki kaum pria ini tidak menyangka bisnisnya kini digandrungi banyak kalangan.

Uniknya, jika banyak orang mengawali bisnis karena hobi, Yukka menginisiasinya karena kebutuhan. Saat ditemui Moneysmart.id di acara Tech In Asia Jakarta 2018, Yukka menceritakan secara lengkap awal ia merintis bisnis sepatu Brodo.

Selama menjalani masa kuliah di Bandung, Yukka mengaku kerap kesulitan mencari sepatu untuknya. Tak jarang Yukka harus merogoh kocek lebih dalam untuk membeli sepatu dengan ukuran besar yang dikeluarkan dari brand-brand luar negeri.

“Jadi waktu itu kuliah di Bandung harga sepatunya sama dengan biaya hidup satu bulan. Terus ngobrol sama partner lagi mau start bisnis tapi nggak punya ide. Jadi dari ngobrol itu kita bikin brand sepatu,” kata Yukka kepada Moneysmart.id.

Setelah memutuskan untuk membangun bisnis sepatu, Yukka bersama dengan rekannya memutuskan ke pusat pembuatan sepatu di Bandung, yakni Cibaduyut.

“Karena kuliahnya di Bandung dan dekat sama Cibaduyut akhirnya kita kesana bikin produk untuk saya sendiri. Ternyata bagus dan akhirnya jadiin bisnis, itu awalnya,” ungkapnya.

Bukan berhenti disitu, ketika mulai beranjak membangun bisnis, keresahan Yukka dengan rekan bisnisnya mulai berlanjut. Dirinya merasa resah, sebab banyak brand-brand sepatu internasional memiliki pusat produksi di Indonesia. Tetapi Indonesia sendiri tidak mampu membuat sepatu lokal yang bersaing secara global.

“Cuma makin kesini kita melihat ada yang aneh, soalnya brand-brand luar negeri kaya, Nike, Adidas dan kawan-kawannya, mereka punya pusat produksi disini. Loh ini kok aneh, orang Indonesia bisa bikin, tapi belum ada brand asli indonesia go global. Yang benar-benar made for Indonesian people,” kata Yukka.

Beranjak dari keresahan tersebutlah Yukka semakin yakin bahwa bisnis sepatu Brodo-nya memiliki ide dan pasar yang menarik. Ditambah dengan perkembangan teknologi internet yang semakin pesat.

“Tambah lagi perkembangan teknologi e-commerce yang saat itu kita rasa belum pernah ada jual sepatu online. Yaudah kita jual, jadi dari situ akhirnya sampailah hari ini” jelas Yukka.

Menjadi Pembeda

Yukka Harlanda (moneyinsight.id)
Brodo

Yukka mengatakan, dalam membangun bisnis dirinya selalu mengedepankan seluruh aspek. Tidak hanya kualitas produk yang dijual tetapi juga aspek-aspek lain yang memberikan layanan terbaik bagi konsumen.

“Yang membedakan banyak aspek, semua aspek kami perhatiin, mungkin kaya aspek yang tidak banyak diperhatiin. Kaya customer service itu kami benar-benar fokus, gimana cara nyapa orang, cara kita layanin return, refund, itu semua benar-benar kami perhatiin. Terus menjawab WhatsApp berapa lama,” ujar Yukka.

Kemudian dari sisi kualitas produk, dirinya selalu menekankan untuk menciptakan produk yang unik dibandingkan dengan yang lainnya. Mulai dari menentukan strategi branding atau merek, hingha menyasar target pasar.

“Sejak awal kami disiplin, ini brand untuk cowok, middle class, yang mau gaya tapi harganya gak sampe bikin kantong bolong. Terus juga mewakili generasi milenial saat ini,” papar Yukka.

Tantangan Bisnis Sepatu

tempat belanja di bandung
Ilustrasi Sepatu (image: dowisata)

Dalam membangun bisnis tentu akan mengalami pasangan surut dan berbagai tantangan yang harus dihadapi. Untuk bisnis Brodo, Yukka mengatakan banyak sekali tantangan yang harus dihadapi.

Agen Asuransi Mitra Lifepal
Agen Asuransi Mitra Lifepal

“Tergantung fase bisnisnya, waktu awal gimana jualannya laku, setelah jualannya laku, gimana supaya bisa timnya berkembang. Setelah punya tim gimana supaya timnya bagus, jadi banyak, setelah berkembang banyak kesalahan. Produknya nggak sesuai kualitas, karyawan nggak perform, semua udah ada dan coba kami lewati,” jelas Yukka.

Sementara itu, untuk saat ini, tantangan yang tengah dihadapi Brodo adalah persoalan sumber daya manusia.

“Kalau ditanya untuk fase saat ini emang lebih banyak urusan human resource banyak di urusan tim pembangunan, untuk hiring, bikin goals,” jelasnya.

Editor: Ayyi Achmad Hidayah

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →