Kepala Keluarga, Siapkan 7 Hal Ini Buat Diwariskan ke Anak-Istri

Saat kepala rumah tangga meninggal, tentu jadi pukulan berat buat keluarga yang ditinggalkan. Makanya, penting banget agar jangan sampai menambah duka tersebut dengan beban finansial yang harus mereka tanggung.

Seenggaknya dengan menyiapkan beberapa warisan ini, keluarga bisa lebih aman dan tenteram. Mereka juga gak bakal melarat, apalagi terjadi sengketa antar anggota keluarga.

Apa aja sih yang mesti suami siapkan semasa hidupnya agar kesejahteraan keluarga terjamin? Buat para kepala rumah tangga, simak yuk daftar berikut.

1. Surat wasiat

kepala rumah tangga
Bikin surat wasiat (pexels)

Siapa sih yang pengin meninggal? Pasti gak ada satupun yang menginginkan kejadian tersebut. Akan tetapi, mau gak mau kenyataan tersebut harus dihadapi.

Oleh sebab itu, semasa hidup, ketika masih sehat dan masih bisa berpikir jernih, lebih baik segera bikin surat wasiat. Kepala rumah tangga bisa menyiapkan surat wasiat ini buat menyatakan beragam keputusannya soal warisan dan pembagiannya. Kemudian, di surat wasiat tersebut dia bisa memberi tahu beberapa hal penting lainnya.

Yang pasti, jangan lupa buat beri tahu pasangan di mana surat wasiat tersebut disimpan. Kan gak lucu, saat meninggal, pasangan malah gak tahu soal surat wasiat ini.

2. Utang = Rp 0

Ini nih yang paling penting. Mendingan gak ada harta yang diwariskan daripada mewariskan utang setelah meninggal.

Biasanya pukulan paling berat saat seseorang meninggal bukan cuma karena harus berpisah, tetapi karena kehilangan tulang punggung keluarga. Nah, sebagai kepala rumah tangga yang baik, sebaiknya segera selesaikan utang semasa hidup.

3. Asuransi jiwa

kepala rumah tangga yang baik
Bikin asuransi jiwa (pixabay)

Saat muda, asuransi jiwa mungkin terlihat sepele. Namun, saat kamu udah memasuki biduk rumah tangga, ternyata produk tersebut sangatlah berguna.

Bayangkan kamu sebagai kepala rumah tangga sekaligus tulang punggung keluarga. Bila suatu hari ada kejadian gak terduga yang harus merenggut nyawa, asuransi jiwa bakal bermanfaat banget buat keluarga yang ditinggalkan.

Seenggaknya uang pertanggungan tersebut bisa menolong istri beberapa waktu hingga dapat pekerjaan. Malah bisa jadi istri dapat gunakan uang tersebut buat berbisnis agar bisa memenuhi kebutuhan keluarga.

4. Investasi

Kamu pun bisa mencicil beragam investasi sedini mungkin. Contoh, kamu bisa mulai berinvestasi di bidang properti sampai dengan reksadana ataupun emas. Investasi ini bakal dihitung sebagai bagian dari aset kamu yang bisa diwariskan.

Jangan lupa untuk beritahukan pasangan soal portofolio investasi dan berapa jumlahnya. Jangan sampai anggota keluarga gak ada yang tahu soal investasimu setelah kamu tiada.

5. Aset

warisan suami meninggal
Jangan lupa beri tahu pasangan tentang semua aset. (pixabay)

Bersamaan dengan investasi yang udah kamu jalankan, hal tersebut merupakan bagian dari aset kamu. Kemudian, kamu pun bisa hitung semua aset yang kamu miliki. Misalnya, rumah, tanah, kendaraan pribadi, dan lainnya.

Kamu disarankan buat lakukan ini sekali setahun. Kamu bisa simpan dalam bentuk dokumen ataupun file komputer atau laptop. Di catatan tersebut kamu bisa list semua harta yang kamu miliki. Kemudian, tuliskan harganya sesuai dengan harga pasar.

Beri tahu pasangan mengenai daftar tersebut. Dengan gitu, istri bisa tahu aset yang dimiliki oleh suami. Kemudian, bila ada niat buat jual aset tersebut, dia pun bisa tahu harga pasarannya.

Bila kamu ingin wariskan aset tersebut kepada anak-anak, bikin pembagiannya dengan jelas. Jadi, gak bakal ada sengketa antara anggota keluarga.

6. Dana darurat selama enam bulan

Idealnya, seseorang harus punya dana darurat yang setara enam bulan gaji. Saat meninggal, dana ini bisa jadi warisan buat keluarga.

Kamu bisa membiasakan hal ini sedari muda, bahkan sejak sebelum menikah. Selalu sisihkan dana darurat setiap bulannya dari total penghasilan kamu. Dengan gitu, kamu bisa punya seenggaknya jumlah uang sebanyak enam bulan penghasilan kamu.

Gitu juga saat udah berkeluarga, dana darurat selama enam bulan ini bakal bermanfaat banget. Bahkan, bukan cuma saat kepala rumah tangga meninggal tapi juga saat terjadi PHK atau hal lainnya.

7. Password online

Ada beberapa orang yang merasa masih kurang nyaman buat beri tahu semua password atau akses ke akunnya kepada pasangan. Kalau kayak gini, bisa jadi ada yang salah antara kamu dan pasangan.

Idealnya, suami mesti beri tahu semua aksesnya pada istri, begitu pun sebaliknya. Terutama yang berhubungan sama finansial ya.

Contoh, akses ke akun trading sahamnya, investasi, rekening, dan sebagainya. Hal ini bakal mempermudah istri buat menarik uang dan sebagainya bila suami meninggal.

Gak ada yang mengingingkan pasangan hidup atau orangtuanya meninggal. Namun, kamu mesti siap buat menghadapi kenyataan tersebut.

Biar gak menambah beban keuangan saat kepala rumah tangga mesti ‘pergi’ meninggalkan keluarga, ada baiknya tujuh warisan yang udah disebutkan disiapkan sedari awal.

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →