Bunga Bank – Bunga Simpanan, Pinjaman, dan Contohnya

Bunga bank adalah bunga simpanan dan pinjaman

Suku bunga bank adalah imbalan jasa atas dana nasabah yang berada di simpanan atau dana yang dipinjam nasabah. Bunga bank bisa dibedakan ke dalam dua jenis, yaitu bunga simpanan dan bunga pinjaman. 

  • Bunga simpanan adalah balas jasa dari bank kepada nasabah atas jasa nasabah menyimpan uangnya di bank. Contohnya, bunga tabungan, bunga giro, dan bunga deposito.
  • Bunga pinjaman adalah balas jasa yang ditetapkan bank kepada peminjam atas pinjaman yang didapatkannya. Pinjaman tersebut dapat dikembalikan secara langsung ataupun bertahap (cicilan/angsuran) dalam kurun periode waktu tertentu.

Semakin lama pengembaliannya, imbal jasanya pun semakin tinggi. Begitulah prinsip dan cara kerja bunga bank secara sederhana. 

Jenis-jenis bunga bank

Jenis-jenis suku bunga bank adalah sebagai berikut.

  • Suku bunga tetap (fixed).
  • Suku bunga mengambang (floating).
  • Suku bunga flat.
  • Suku bunga efektif.
  • Suku bunga anuitas.

1. Suku bunga tetap (fixed)

Suku bunga tetap atau fixed adalah suku bunga yang bersifat tetap dan tidak berubah sampai jangka waktu atau sampai dengan tanggal jatuh tempo.

Contohnya, bunga KPR Rumah Murah atau Rumah Bersubsidi yang menerapkan suku bunga tetap. Selain itu, bunga tetap juga menjadi bunga kredit kendaraan bermotor. 

2. Suku bunga mengambang (floating)

Suku bunga mengambang adalah suku bunga yang selalu berubah mengikuti suku bunga di pasaran. Jika suku bunga di pasaran naik, suku bunganya juga ikut naik. Begitu pun sebaliknya.

Contohnya, suku bunga KPR untuk periode tertentu. Misalnya, dua tahun pertama diberlakukan suku bunga tetap, tapi periode selanjutnya menggunakan suku bunga mengambang. 

3. Suku bunga flat

Suku bunga flat adalah suku bunga yang penghitungannya dihitung dari jumlah pokok pinjaman di awal untuk setiap periode cicilan. Penghitungannya sangat sederhana dibandingkan dengan suku bunga lainnya.

Contohnya, suku bunga flat digunakan dalam pemberian kredit tanpa agunan. Dengan suku bunga flat, kamu sudah mengetahui berapa nominal yang harus dibayarkan setiap bulan dalam kurun periode tertentu.  

4. Suku bunga efektif

Suku bunga efektif adalah suku bunga yang diperhitungkan dari sisa jumlah pokok pinjaman setiap bulan seiring dengan menyusutnya utang yang sudah dibayarkan. Artinya semakin sedikit pokok pinjaman, semakin sedikit juga suku bunga yang harus dibayarkan.

Suku bunga efektif dianggap lebih adil bagi nasabah dibandingkan dengan menggunakan suku bunga flat. Pasalnya suku bunga flat hanya berdasarkan jumlah awal pokok pinjaman saja.  

Contoh, suku bunga efektif digunakan dalam kredit rumah, kredit investasi, dan kredit dengan jaminan atau agunan.  

5. Suku bunga anuitas

Suku bunga anuitas adalah suku bunga efektif yang disesuaikan agar jumlah cicilan yang dibayarkan tiap bulan tetap atau tidak berubah. Fungsinya agar nasabah tidak kebingungan dengan jumlah angsuran meskipun semakin menyusut setiap bulannya.

Contoh, suku bunga anuitas diterapkan juga dalam kredit rumah, kredit investasi, dan kredit dengan jaminan atau agunan. 

Faktor yang memengaruhi tingkat suku bunga bank

Beberapa faktor yang menyebabkan naik atau turunnya suku bunga bank adalah sebagai berikut.

  1. Bank membutuhkan dana lebih banyak.
  2. Bank menargetkan keuntungan lebih tinggi.
  3. Kebijaksanaan pemerintah dalam menentukan tingkat suku bunga.
  4. Kualitas agunan yang dijaminkan. Semakin mudah dicairkan, semakin rendah suku bunganya. 
  5. Periode simpanan atau pinjaman. Semakin lama, semakin tinggi juga bunga yang diberikan.
  6. Jenis produk yang dipilih nasabah. Misalnya, kredit rumah atau kredit kendaraan. Keduanya punya bunga yang berbeda. 
  7. Reputasi nasabah yang baik memungkinkan bank memberikan suku bunga rendah untuk pinjaman ataupun sebaliknya.

Contoh bunga bank: Simpanan

Berdasarkan jenis simpanannya, bunga simpanan terbagi menjadi dua, yaitu bunga tabungan, bunga giro, dan bunga deposito. Berikut ini contoh bunga simpanan untuk tabungan.

Nama Bank Produk Tabungan Suku Bunga Setoran Awal Saldo Minimum Biaya administrasi
Bank BRI BriTama 0% – 1,9% Classic: Rp250 ribuGold: Rp500 ribu Rp50 ribu Classic: Rp2.000Gold: Rp6.500
Simpedes 0% – 1,75% Rp. 100 ribu Rp50 ribu Rp5.500
Junio 0% – 1,9% Rp150 ribu Rp50 ribu Rp500
Bank BNI BNI Taplus 0% –  2% Rp500 ribu Rp150 ribu Rp11 ribu
BNI Taplus Bisnis 0% –  2,2% Rp1 juta Rp1 juta Rp10 ribu
BNI Taplus Muda 0,5% –  1,25% Rp. 100 ribu Rp50 ribu Rp5.000
Bank BTN Tabungan BTN Batara 0% – 2,75% Rp200 ribu Rp50 ribu Rp12 ribu
Tabungan BTN Cermat 1% Rp5.000 Bebas Gratis
Tabungan BTN e’Batarapos 0% –  2,5% Rp50 ribu Rp20 ribu Gratis
Bank Mandiri Tabungan Mandiri 0% – 1,9% Rp500 ribu Rp. 100 ribu Rp. 12.500
Tabungan Mandiri Bisnis 0% – 1,9% Rp1 juta Rp10 ribu Rp12.500
Tabungan Mandiri Rencana 2,5% Rp100 ribu Gratis
Bank BCA Tahapan BCA 0%-0,21% Rp500 ribu Rp50 ribu Blue: Rp15 ribuGold: Rp17 ribu

Platinum: Rp20 ribu

Tahapan Xpresi 0% – 0,10% Rp50 ribu Rp10 ribu Rp5.000
Tahapan Gold 0,10% Rp10 juta Rp50 ribu Blue: Rp15 ribuGold: Rp17 ribu

Platinum: Rp20 ribu

Dari informasi bunga di atas, kamu bisa melakukan simulasi cara menghitung bunga bank khusus bunga simpanan dengan menggunakan kalkulator menabung bulanan di bawah ini.

Untuk bunga deposito, informasinya bisa dicek dalam artikel:

Contoh bunga bank: Pinjaman

Sementara bunga pinjaman terbagi berdasarkan jenis pinjamannya, yaitu kredit tanpa agunan (KTA), kredit pemilikan rumah (KPR), kredit kendaraan bermotor (KKB), hingga kredit multiguna.

Cek bunga pinjaman di bank dalam artikel berikut ini.

Kenapa bunga pinjaman bank lebih besar daripada bunga simpanan bank?

Bunga pinjaman umumnya lebih besar dibandingkan dengan bunga simpanan karena bunga simpan merupakan keuntungan yang harus diberikan bank kepada nasabahnya. Sedangkan bunga pinjaman adalah keuntungan yang diperoleh bank dari para debiturnya.

Besaran bunga pinjaman juga bertujuan agar bank mendapatkan selisih untuk membayarkan bunga simpanan termasuk membayarkan biaya operasional dan memperhitungkan keuntungan bisnis yang dijalankan.

Maka, bank terus melakukan promosi agar masyarakat lebih banyak menabung dengan imbal jasa berupa bunga. Kemudian bank dapat menggunakan simpanan tersebut menjadi modal pinjaman untuk diputarkan kembali.

Bunga pinjaman lebih besar daripada simpanan pun punya alasan lain, yaitu untuk menanggung risiko kredit macet atau risiko jika debitur tidak bisa mengembalikan uang pinjamannya.

Alasan itulah yang membuat proses dan mekanisme pengajuan pinjaman di bank tidak mudah meskipun bunganya lebih rendah dibandingkan harus meminjam ke rentenir atau fintech yang menawarkan pinjaman online

Itulah tadi informasi mengenai bunga bank, jenis-jenisnya, hingga contohnya. Buat kamu yang mau tahu lebih banyak tentang produk perbankan ataupun asuransi? Lihat pertanyaan populer seputar topik tersebut di Tanya Lifepal.

Tanya jawab seputar bunga bank