10 Cara Bermain Saham alias Investasi Saham Buat Pemula

Telah Ditinjau: Rivan Kurniawan Rivan Kurniawan
cara bermain saham dengan aman

Cara bermain saham dengan aman wajib dipahami oleh investor pemula atau mereka yang baru mau terjun ke dunia investasi saham. Tujuannya agar investasi yang tinggi risiko ini bisa menghasilkan cuan alias keuntungan di masa depan.

Sebelum membahas lebih lanjut soal saham, ada baiknya meluruskan terlebih dahulu pemahaman tentang bermain saham. Pasalnya, banyak orang yang keliru dalam memahami investasi dengan menyebutnya sebagai bermain saham.

Ada yang menyebutnya sebagai cara bermain saham yang aman, namun pastinya kita tetap harus menjalaninya secara serius ya. Bukan apa-apa, tanpa pemahaman yang matang, investasi saham bisa dianggap sebagai coba-coba peruntungan belaka. Tanpa pemahaman yang benar, menempatkan dana di saham bisa membuatmu buntung alias rugi lho.

Jangan lupa, ada uang kita yang diinvestasikan di sini, jadi jika tidak dilandasi dengan komitmen yang kuat, hasilnya tidak akan maksimal.

Apalagi banyak di antara para pemula lebih memilih langsung berinvestasi saham ketimbang mengamankan keuangannya dengan dana proteksi. Padahal, dalam perencanaan keuangan, memiliki dana proteksi itu prioritas selanjutnya setelah dana darurat.

Katakanlah udah memiliki BPJS Kesehatan, tapi apakah itu sudah cukup? Kamu perlu juga menjamin masa depan pasangan, anak-anak, atau orang tua bagi kamu yang masih single dengan asuransi jiwa yang manfaatnya hingga Rp2,5 miliar. Kebayang bagaimana terjaminnya orang-orang yang kamu sayangi dengan proteksi sebanyak itu, bukan?

Nah, balik lagi ke saham. Saham disebut tinggi risiko karena di satu sisi, investor bisa mengalami kerugian berbentuk capital loss. Tapi di sisi lain, investor juga bisa meraup keuntungan hingga 20 persen atau lebih selama satu tahun berkat saham.

Wuih, kalau keuntungan investasi saham 20 persen, makin tergoda gak buat investasi saham?

Jadi buat kamu yang tertarik mencoba, dijamin deh, kamu bakal meraih keuntungan secara konsisten melalui tips-tips ini. Poin plusnya, ini juga merupakan metode belajar saham untuk pemula yang efektif.

1. Pilih sekuritas dengan biaya transaksi kecil

Sebelum kita membahas seputar cara bermain saham atau istilah benarnya cara berinvestasi saham, ketahui dulu bahwa perusahaan sekuritas atau broker saham itu banyak jumlahnya.

Biaya transaksi yang dikenakan kepada para investor pun berbeda-beda antara satu sekuritas dengan sekuritas lainnya.

Tunggu deh, biaya transaksi itu maksudnya apa ya?

Dalam investasi saham, kita diharuskan membuka rekening efek (rekening dana nasabah) yang difasilitasi oleh perusahaan-perusahaan sekuritas ini.

Setelah rekening itu jadi, kita harus top-up uang kita ke rekening efek. Uang di rekening efek itulah yang nantinya berfungsi layaknya e-money. Dengan uang itulah kamu bisa membeli saham-saham yang kamu inginkan secara online.

Nah, “biaya transaksi” yang dimaksud adalah biaya pembelian dan penjualan saham. Biaya ini bakal jadi sumber pendapatan perusahaan broker yang bersangkutan.

Sebut saja, ada sekuritas yang menerapkan biaya 0,19 persen untuk pembelian dan 0,29 persen untuk penjualan. Ada juga yang 0,15 persen pembelian dan 0,20 penjualan, dan lain sebagainya.

Jika biayanya makin kecil, maka investor juga makin diuntungkan bukan? Tapi bukan berarti yang biayanya besar gak layak dipilih. Bisa jadi pelayanan mereka terhadap nasabah justru lebih oke dan aplikasinya juga bagus.

Setelah sudah tahu mana sekuritas yang kamu tuju, tinggal siapkan dokumen-dokumen terkait untuk membuka rekening deh.

2. Jangan pelit tapi jangan kebablasan juga

Setelah rekening efekmu sudah jadi dan aplikasi tradingnya sudah tersedia di laptop, tentu tugas selanjutnya adalah top up atau transfer dana ke rekening efek tersebut.

Terkadang, gak sedikit dari kita yang masih ragu atau takut kehilangan duit di investasi ini. Tenang saja, kamu bisa memulai investasi saham dengan bujet Rp100.000 lho.

Nah, dalam transaksi saham, kita mengenal satuan lot, di mana satu lot terdiri dari 100 lembar saham. Jika harga per lembarnya hanya Rp1.000, harga satu lotnya tinggal dikalikan 100 saja menjadi Rp100.000.

Tapi apa iya dengan bujet receh kamu bisa untung hingga jadi crazy rich? Tentu saja bisa, tetapi tidak bisa instan. Dalam investasi, membutuhkan yang namanya waktu

Jangan ragu untuk memulai investasi. Namun, pastikan jangan dulu gunakan seluruh uangmu.

Aplikasikan saja cara investasi saham yang bijak dengan menggunakan 10 persen dari total uang kas di rekeningmu. Dengan catatan, itu bukan berasal dari dana darurat. Setiap bulan, lakukan top up dana 10 persen dari penghasilan bulanan untuk membeli saham.

Dengan menaruh uang berjumlah besar, cuannya pasti besar juga. Tapi ketika harga sahamnya lagi turun, maka kerugian yang kamu alami juga besar.

Mau gimana juga, tingkat kesabaran investor pemula tentu gak sebaik investor kelas kakap. Mengalami kerugian dalam investasi saham itu wajar, tapi jangan lantas kerugian itu membuatmu miskin di kemudian hari. Buat kita yang sedang belajar saham untuk pemula, wajib banget untuk memahami soal ini.

3. Pilih saham di indeks LQ45 atau IDX30

Indeks saham yang dikeluarkan oleh Bursa Efek Indonesia sejatinya adalah ukuran statistik perubahan gerak harga dari kumpulan saham, yang dipilih berdasarkan kriteria tertentu.

Nah, tepat pada April 2019, indeks saham di BEI jumlahnya ada 22. Biar gak bingung, pilih saja saham-saham yang tergabung di indeks LQ45 atau IDX30.

Saham-saham di indeks tersebut memiliki likuiditas yang sangat tinggi. Selain itu fundamental perusahaannya juga dinilai baik. Saham-saham yang masuk ke dalam indeks-indeks tersebut pun sering disebut dengan istilah blue chip.

Tentunya, memilih saham di kedua indeks ini bisa jadi cara investasi saham yang paling aman bukan? Nah, tips belajar saham untuk pemula yang bisa diambil di sini adalah daripada kamu pusing mendengarkan masukan sana-sini, mending kenalan dulu deh sama deretan saham di dua indeks ini.

4. Beli saham perbankan atau consumer goods

Setelah familiar dengan saham-saham yang ada di indeks IDX30 atau LQ45, maka ini adalah saat yang tepat untuk membeli saham perbankan atau consumer goods.

Lho kenapa dua perusahaan itu? Emangnya keuntungan berinvestasi saham kita bakal makin besar jika beli perusahaan ini di awal?

Bukan begitu maksudnya. Menjadikan saham perbankan dan perusahaan besar di bidang consumer goods sebagai saham pertama, tentu bisa jadi poin kita belajar tentang cara investasi saham yang paling bijak untuk pemula. Mengapa?

Karena perusahaan ini merupakan perusahaan dengan bisnis yang sederhana. Selain itu produk-produk mereka juga digunakan masyarakat, otomatis dalam setahun mereka selalu mencetak laba yang signifikan.

Masuk akal dong analisisnya? Walaupun ketika kamu beli, harga saham mereka turun, percaya deh dalam hitungan waktu yang tidak terlalu lama pasti akan normal lagi atau malah untung. Kecuali jika tiba-tiba Indonesia mengalami krisis ekonomi.

5. Disiplin dalam melakukan stop-loss

Jika ternyata harga saham yang kamu beli mengalami penurunan, kamu perlu tenang dan gak usah panik.

Namanya juga investasi saham, kerugian itu pasti ada. Kuncinya cuma satu yaitu sabar. Sebab harga saham yang kamu beli pasti akan naik lagi kok selama itu adalah saham yang punya prospek bisnis cerah.

Ketika melihat portofolio kita merah, maka lakukan peninjauan terhadap emiten yang bersangkutan dengan seksama. Bila penurunan disebabkan karena faktor fundamental keuangan, jangan ragu untuk stop loss.

“Jika (tidak stop-loss) dan emiten akhirnya bangkrut, kerugian yang terjadi akan semakin besar ketimbang sedari awal sudah disiplin melakukan stop-loss,” demikian pernyataan Pakar Pasar Modal dan Peneliti di Bursa Efek Indonesia (BEI), Poltak Hotradero kepada Lifepal.

6. Tentukan mau jadi trader atau investor

Tips belajar saham untuk pemula yang keenam, kamu harus menentukan mau menjadi seorang trader atau investor. Trader sendiri memiliki sifat mencari keuntungan dari harga yang kadang bisa naik atau turun dalam waktu yang relatif singkat.

Sementara itu, kalau jadi investor, kamu disarankan menyimpan saham dalam waktu yang lama dan memanen keuntungannya di kemudian hari. Banyak orang mengalami kerugian karena labil menentukan pilihan mau menjadi trader atau investor.

7. Saat harga turun, saatnya kamu membeli

Banyak investor pemula menganggap bahwa saat harga indeks saham sedang menurun adalah saat yang buruk untuk membeli saham. Pandangan seperti itu gak sepenuhnya salah, tapi juga gak sepenuhnya benar lho.

Sebab justru di saat harga sedang turun itu kamu perlu membeli karena harganya akan naik kembali di kemudian hari. Hasilnya, kamu akan mendapatkan keuntungan yang maksimal.

Tips ketujuh ini gak serta merta manjur ya, kamu harus tetap mempertimbangkan berbagai aspek agar gak salah langkah. Dengan kata lain, cara kamu bermain saham di sini butuh analisis lebih lanjut ya.

8. Diversifikasi saham

Diversifikasi saham sendiri adalah teknik yang digunakan oleh seorang investor untuk mengurangi risiko kerugian. Caranya dengan membeli saham di sektor yang berbeda-beda seperti properti, perbankan maupun consumer goods.

Tips berharga untuk kamu yang sedang belajar saham sebagai pemula di sini adalah mengantisipasi jika sewaktu-waktu harga salah satu saham kamu turun akibat suatu hal, kerugiannya bisa ditutupi dari saham lain yang bergerak di industri berbeda.

9. Pilih saham yang fundamental keuangannya baik

Selain memilih saham LQ45 atau IDX30, kamu juga perlu memilih saham yang memiliki fundamental keuangannya baik. Kamu juga perlu melihat portofolionya, rekam jejak usahanya seperti apa dan kondisi keuangannya baik atau tidak.

Dengan begitu kamu bisa menekan angka kerugian yang mungkin terjadi di masa yang akan datang dan menghasilkan cuan yang lebih banyak.

10.  Tips investasi saham jangka panjang dan jangka pendek

Nah kita sudah sampai di akhir pembahasan. Tapi tips belajar saham di bagian akhir ini justru yang terpenting untuk pemula.

Intinya, poin bahasan ini tentu jadi poin terpenting karena Lifepal bakal mencoba untuk membentuk mindset cara investasi (bukan cara bermain saham) yang ideal buat kamu. Di sini, kamu pun bisa menemukan karakter investor saham seperti apa yang pas buat dirimu.

a. Cara investasi saham jangka panjang

Gimana sih cara berinvestasi saham buat jangka panjang? Sejatinya poin ketiga, empat, dan lima, adalah cara berinvestasi (bukan cara bermain saham) untuk jangka waktu panjang alias investasi.

Intinya, tiap bulan kamu top up saja sahamnya sesuai bujet. Terlepas dari apakah harganya lagi naik atau turun, yang penting kapitalnya besar. Tapi kalau turunnya drastis ya tentu saja enak untuk diborong.

Asal kamu tahu, sejak pertama kali melakukan IPO (tahun 2000), kenaikan harga saham BCA mencapai 14 ribu persen! Gokil gak? Dulu harga saham itu cuma Rp500 perak, lha sekarang udah Rp27 ribuan.

Bayangin saja orang yang dulu cuma investasi Rp500 ribu di tahun 2000 dengan beli saham BCA, untung Rp70 jutaan dalam lebih dari 10 tahun. Kuncinya cuma satu yaitu sabar, dan gak buru-buru jual sahamnya.

Bicara soal investasi jangka panjang, sejatinya kapan sih sebuah investasi itu dinyatakan jangka panjang? Satu tahun, dua tahun, atau lebih dari 10 tahun seperti di atas?

Menurut Lifepal, tiga tahun sejatinya sudah tergolong jangka panjang. Mengapa? Karena sekarang dunia sudah memasuki era digitalisasi dan keterbukaan informasi, berita-berita online yang muncul secepat kilat tentunya bisa mempengaruhi sentimen yang muncul di pasar modal.

b. Cara trading saham jangka pendek

Nah kalau yang ini memang agak berisiko, dan pastinya lebih melelahkan. Mengapa demikian? Karena seorang investor jangka pendek harus tahu batas rendah harga saham yang ingin dia incar. Oleh karena itu, selain memantau informasi seputar industri di portal berita, dia juga harus mencermati tren fluktuasi harga saham yang dia incar.

Metode ini kerap disebut dengan istilah trading saham. Bukan investasi.

Dengan membeli saham di harga terendah, maka besar kemungkinan dalam jangka waktu pendek dia bisa mengeruk keuntungan di atas 5 persen. Setelah itu, mereka harus menjualnya cepat-cepat sebelum harganya turun lagi.

Ada juga yang melakukan profit taking alias menjual sahamnya ketika sudah untung 1 atau 2 persen saja. Akan tetapi, untung dengan persentase segitu saja sudah ‘berasa’, karena mereka menggunakan modal yang sangat besar.

Cara trading saham yang satu ini memang kurang tepat bagi investor pemula. Tapi kalau mau coba-coba silakan saja, asal jangan beli perusahaan dengan fundamental yang gak jelas. Misalnya saja perusahaan yang selama beberapa tahun terakhir selalu mencatatkan kerugian besar.

Itulah serba serbi seputar cara investasi saham yang pas buat pemula. Meski kita menyebutnya sebagai cara bermain saham yang aman, namun tentu makna di baliknya bukan secara harfiah ya, melainkan tetap dibutuhkan keseriusan untuk menjalaninya. Jangan lupa tujuan utama kita adalah untuk mendapatkan keuntungan maksimal dengan meminimalkan risiko.

Kira-kira udah tertarik belum untuk berinvestasi di sektor tinggi risiko ini? Selamat mencoba dan semoga tips belajar saham untuk pemula tadi bisa memberimu cuan terus.

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →