Cara Buat Akun LinkedIn Memukau Agar Dilirik HRD

Buat Akun LinkedIn

Punya akun LinkedIn saja gak cukup untuk membetot perhatian HRD perusahaan yang kamu incar. Satu hal yang juga penting adalah gimana cara buat akun LinkedIn itu memukau sehingga dilirik HRD.

LinkedIn berbeda dengan media sosial buat ngeksis, seperti Facebook, Twitter, dan Instagram. Bila masih kebawa suasana medsos kasual semacam itu, kecil kemungkinan akun LinkedIn-mu dilirik,

Jangankan dilirik. Dikunjungi saja mungkin gak bakalan.

Kala membuat akun LinkedIn untuk mencari kerja, kita akan seperti memasuki kawah candradimuka. Banyak yang juga turut masuk, namun gak semuanya bisa keluar dengan selamat. Salah satu kuncinya terletak di summary section pada profil LinkedIn.

Di bagian inilah kita bisa berupaya menarik perhatian HRD dengan memberi sederet informasi, dari visi-misi, tujuan, hingga prestasi yang pernah dicapai. Jika mampu memoles tulisan yang dibatasi maksimal 2.000 karakter ini dengan memukau, pekerjaan itu bakal lebih dekat ke pangkuan.

Berikut ini cara buat akun LinkedIn kamu memukau, khususnya di bagian summary:

1. Ringkas saja

HRD gak mau tahu soal kehidupan sekolah atau kampusmu. Yang mereka lihat adalah apa kelebihanmu, apa saja prestasimu, dan pekerjaan seperti apa yang kamu butuhkan.

Gak perlu cerita panjang-lebar tentang latar belakang keluarga, teman kampus, atau mantan kamu. Tiga hingga lima paragraf saja cukup selama jelas segala hal tentangmu yang berhubungan dengan dunia kerja.

[Baca: Punya Akun Linkedin Jangan Cuma Ajang Ikut Trend, Optimalin Dong!]

2. Hindari kata pasaran

buat akun linkedin
Berikan warna untuk memperindah tulisan, tapi jangan warna yang sama (rendybyvanie)

HRD suka pekerja yang mampu memberi inspirasi. Jadi, dalam summary di LinkedIn, jelaskan fitur-fitur yang kamu tonjolkan secara inspiratif. Kata-kata bernada positif seperti “mampu”, “dapat”, atau “sukses” bisa dimasukkan.

Namun ingat, hindari kata pasaran seperti “berpengalaman”, “pekerja keras”, atau “bisa bekerja dalam tim maupun individu.” Dalam sehari, mungkin seorang manajer HRD bisa membaca kata-kata itu ratusan hingga ribuan kali.

3. Pakai sudut pandang orang pertama

buat akun linkedin
Bayangkan kamu lagi ngomong langsung dengan HRD (talkpharma.com)

Gunakan kata “saya” untuk membuat tulisan yang lebih personal. Sudut pandang orang pertama dalam summary LinkedIn seakan memperlihatkan perbincangan langsung di antara kedua pihak.

Tapi konsistenlah menggunakan sudut pandang ini, terutama bila pakai kata “saya”. Kata tersebut lebih formal ketimbang “aku”. Bila sudah pakai kata “saya”, jangan menggunakan “aku” dalam kalimat lain.

[Baca: Cari Kerja Zaman Now, Wajib Punya 5 Skill Ini Nih]

4. Gunakan kata yang jelas dan merakyat

buat akun linkedin
Seperti politikus, gunakan kata-kata yang dipahami banyak orang, bukan dari kalangan sendiri (penulispro.net)

Kata yang jelas dan merakyat di sini adalah yang bisa dipahami sebagian besar orang. Caranya, hindari penggunaan singkatan atau istilah-istilah khusus.

Agen Asuransi Mitra Lifepal
Agen Asuransi Mitra Lifepal

Kalau berminat kerja jadi editor, contohnya, mungkin bakal menulis “memahami EYD”. EYD adalah singkatan dari ejaan yang disempurnakan. Mending langsung tulis aja kepanjangannya, karena orang HRD belum tentu paham.

5. Jangan sampai salah kata

Kesalahan menulis kata-kata bisa membuat manajer HRD mengernyitkan dahi, lalu gak jadi manggil kamu untuk interview. Misalnya seharusnya menulis “mampu” menjadi “mapu”.

Atau mestinya bilang “di kantor” menjadi “dikantor”. Kesalahan bahasa seperti itu sering dianggap sepele, tapi beberapa manajer HRD memperhitungkannya untuk melihat keseriusan seseorang.

Dalam pikirannya, kalau menulis hal yang berhubungan dengan masa depan karier aja kayak gini, gimana nantinya waktu menjalani karier? Lalu, bye.

Bagi kamu pencari kerja yang belum buat akun LinkedIn, segera bikinlah. Jangan sampai terlena dalam perang komentar di Facebook atau twitwar di Twitter kalau mau kariermu maju.

Tapi punya akun aja gak cukup. Harus buat akun LinkedIn kamu memukau agar dilirik HRD. Cara di atas bisa dicoba. Semoga sukses!

[Baca: Susah Cari Kerja? Mungkin Kamu Khilaf Belum Manfaatin Dunia Digital]

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →