Gak Pakai Ribet! Ini Persyaratan dan Tahapan Membuat KTP Anak

KTP anak

KTP anak atau Kartu Identitas Anak (KIA) merupakan salah satu program terbaru pemerintah yang diperuntukkan agar anak-anak di bawah 17 tahun memiliki kartu identitas.

Program tersebut sudah digagas sejak tahun 2016. Namun, baru akan berlaku secara nasional tahun 2019.

KTP anak akan menjadi bukti diri anak yang berusia kurang dari 17 tahun dan belum menikah yang bertujuan untuk meningkatkan pendataan, perlindungan dan pelayanan publik bagi anak.

Gak hanya itu aja, KTP anak juga menjadi salah satu upaya atau cara untuk memberikan perlindungan dan pemenuhan hak konstitusional warga negara.

Itu tertuang dalam Peraturan Kementerian Dalam Negeri (Permendagri) No. 2 tahun 2016.

Buat kamu yang ingin mengetahui lebih lengkap tentang KTP anak, berikut ulasannya seperti dirangkum MoneySmart dari beberapa sumber:

Pengertian KTP Anak

KTP Anak
KTP Anak

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, KTP anak atau KIA merupakan kartu identitas yang memang diperuntukkan untuk warga negara di bawah usia 17 tahun atau anak-anak dari usia 0-17 tahun.

Seperti halnya KTP pada orang dewasa, fungsi KTP anak juga tak jauh berbeda yang tak lain adalah sebagai kartu pengenal atau identitas.

Jadi, jika terjadi sesuatu yang tak diinginkan, pihak keluarga dapat segera mengetahui kalau si anak memiliki kartu identitas.

Tak hanya itu, KTP anak atau KIA juga sangat bermanfaat untuk mengurus berbagai keperluan anak. Salah satunya, dalam hal pendidikan.

Jadi, jika nanti KTP anak sudah resmi diberlakukan pemerintah. Maka, setiap anak yang ingin melakukan pendaftaran sekolah, wajib melampirkan KIA sebagai identitas diri.

Baca juga: Bagaimana Cara Mengurus KTP Hilang? Mudah Kok, Ikuti Persyaratan Ini

KTP anak juga bisa digunakan untuk membuka tabungan di bank. Jadi, sudah tak menggunakan KTP orangtua lagi saat ingin membuka tabungan anak.

Berbeda dengan KTP orang dewasa yang tak membedakan batasan usia. Untuk KTP anak terdiri dari dua jenis, yaitu:

  • Anak usia 0-5 tahun
  • Anak usia 5-17 tahun.

Jadi untuk anak baru lahir, maka KTP akan diterbitkan berbarengan dengan penerbitan akta kelahiran dan untuk masa berlakunya hanya sampai anak berusia 5 tahun. Setelah itu, anak diwajibkan membuat KTP lagi hingga usianya 17 tahun.

Dasar hukum pembuatan KTP Anak

KTP Anak
Dasar hukum membuat KTP Anak

Mulai tahun 2016, setiap anak wajib memiliki KTP yang segala ketentuan dan kebijakannya mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Permendagri Nomor 2 Tahun 2016 Tentang Kartu Identitas Anak.

Segala hal yang terkait tentang KIA atau KTP anak itu sudah terangkum dalam peraturan pemerintah, seperti:

  • Pasal 27 UU No. 35/2014 tentang Perubahan Atas UU No. 23/2002 tentang Perlindungan Anak
  • UU No. 23/2006 tentang Administrasi Kependudukan, sebagaimana telah diubah dengan UU 24 tahun 2013.

Jika kamu ingin mengetahui detail teknis KIA, maka bisa mempelajari aturan yang ada di atas.

Tujuan dan manfaat KTP Anak

KTP Anak
Syarat membuat KTP Anak

Sama halnya dengan KTP dewasa, KIA juga memiliki fungsi yang relatif sama, yaitu untuk melakukan pelayanan publik, salah satunya adalah membuka tabungan hingga mengurus paspor.

Pasalnya, bisa dibilang kalau kini proses pengurusan administrasi kependudukan anak itu masih kurang efisien.

Misalnya, orangtua diharuskan untuk membawa akta kelahiran untuk mengurus sesuatu. Namun, akta kelahiran tentu cukup riskan jika dibawa.

Dalam bentuk selembar akta atau surat yang tidak mungkin dimasukkan dompet sehingga relatif susah dibawa ke mana-mana.

Dengan adanya KIA yang bentuknya seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP), maka proses mengurus pelayanan publik pun akan lebih mudah dan efisien.

KTP anak juga memiliki segudang manfaat yang sangat penting untuk anak, seperti:

  • Sebagai salah satu upaya untuk memenuhi hak anak.
  • Menjadi syarat pendaftaran sekolah.
  • Syarat membuka tabungan di bank
  • Untuk mendaftar BPJS Kesehatan.
  • Jika mengalami masalah, misalnya meninggal dunia. Maka proses identifikasi jenazah dengan korban anak-anak tersebut juga bisa menggunakan KIA untuk mengurus klaim santunan kematian.
  • Mempermudah proses pembuatan dokumen keimigrasian.
  • KIA juga bermanfaat untuk mencegah terjadinya perdagangan anak yang kini tengah marak terjadi.

Syarat membuat KTP anak

KTP Anak
Syarat membuat KTP Anak

Berikut, syarat membuat KTP anak seperti dilansir dari Kemendagri.go.id:

Untuk anak yang lahir di tahun 2016 atau setelah program KTP anak diterbitkan. Maka, KTP anak akan keluar bersamaan dengan akta kelahiran.

Sementara untuk anak di bawah usia lima tahun tapi belum memiliki KTP, berikut persyaratannya:

  • Fotokopi akta kelahiran dan aslinya.
  • KK (Kartu Keluarga) asli.
  • KTP asli kedua orangtua.

Sedangkan persyaratan pembuatan KTP untuk anak yang sudah berusia lima tahun, yaitu:

  • Fotokopi akta kelahiran dan aslinya.
  • KK (Kartu Keluarga) asli.
  • KTP asli kedua orangtua.
  • Pas foto anak berwarna ukuran 2×3 sebanyak dua lembar.

Untuk anak warga negara asing yang tinggal di Indonesia dan ingin mendapatkan KIA harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:

  • Fotokopi paspor dan izin tinggal tetap.
  • KK (Kartu Keluarga) asli.
  • KTP elektronik asli kedua orangtuanya.

Cara membuat KTP anak

Seperti yang tercantum pada Pasal 13 Permendagri Nomor 2 Tahun 2016 Tentang Kartu Identitas Anak dijelaskan bagaimana tahapan atau langkah-langkah membuat KTP anak, yaitu:

  • Pemohon atau orangtua harus menyerahkan persyaratan penerbitan KIA dengan menyerahkan ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).

Berikut, alamat Suku Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil DKI Jakarta:

Suku Dinas Alamat
Suku Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Jakarta Pusat JI. Tanah Abang I Blok B Lt. 1
Suku Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Jakarta Utara JI. Berdikari No. 2
Suku Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Jakarta Barat JI. Meruya Utara No. 5, Kembangan
Suku Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Jakarta Selatan JI. Radio V No. 1
Suku Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Jakarta Timur JI. Dr. Soemarno No. 1, Penggilingan, Cakung
Suku Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kep Seribu JI. S. Parman No 7
Unit Pelaksana Dokumen Administrasi Kependudukan (UPDAK) Jl. S. Parman No. 7

 

  • Setelah menyerahkan berbagai dokumen persyaratan, maka Kepala Dinas akan menandatangani dan menerbitkan KIA.
  • Kartu dapat diambil langsung di kantor Dukcapil atau di Kecamatan maupun Kelurahan.

Tak hanya untuk anak warga negara Indonesia (WNI) saja. Tapi, berikut cara pembuatan KTP anak untuk warga asing (WNA):

  • Orangtua anak harus melaporkan ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) dengan menyerahkan persyaratan penerbitan KIA yaitu paspor dan lain-lainnya.
  • Kepala Dinas menandatangani dan menerbitkan KIA.
  • KIA dapat diberikan kepada pemohon atau orangtuanya di kantor Dinas.

Selain orangtua mengajukan pembuatan KTP ke kantor Dinas Kependudukan. Dinas juga kini tengah gencar datang ke tempat-tempat yang banyak dikunjungi anak, mulai dari sekolah, rumah sakit, taman bacaan hingga tempat hiburan agar kepemilikan KTP anak lebih maksimal.

Ya, istilah menjemput bola karena tak bisa dipungkiri kalau masih banyak orangtua yang belum mengetahui tentang KTP anak tersebut.

Untuk mendukung program pemerintah yang satu ini, para orangtua juga disarankan turut serta dalam pembuatan KIA, karena anak-anak umumnya akan ikut dengan apa yang dilakukan orangtuanya.

Yuk, segera membuat Kartu Identitas Anak yang memang bertujuan untuk membuat anak lebih sejahtera dan mudah dalam melakukan berbagai keperluan dan tentu saja menjadi salah satu bukti sebagai warga negara yang baik. (Editor: Chaerunnisa)

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →