Cicilan Ringan, Tapi Bayarnya Lama! Ini Plus Minus Pinjaman Jangka Panjang

Sebenarnya, mau-mau aja sih ambil pinjaman jangka pendek. Soalnya utang lebih cepat lunas dan pikiran gak melulu dibayangi tagihan cicilan. Namun, ada suatu kondisi yang bikin kita mau gak mau ambil pinjaman jangka panjang.

Lagi pula pinjaman jangka panjang punya kelebihan juga kok. Udah gitu pilihan pinjamannya juga banyak, malahan lebih banyak ketimbang pinjaman jangka pendek lho.

Baik di bank maupun di perusahaan fintech, kamu bisa menemukan pinjaman jangka panjang. Terus pilihan waktunya pun juga beragam. Bahkan, ada pinjaman yang kasih waktu pelunasan hingga 180 bulan alias 15 tahun lho. Sama lamanya dengan pelunasan KPR, bukan?

Terus apa untungnya pinjam uang lama-lama? Apa gak tekor tiap bulan terus-terusan alokasi pengeluaran buat cicilan utang?

Asal tahu aja nih. Dengan ambil pinjaman jangka panjang, besaran cicilan yang kamu bayarkan gak sebesar pinjaman jangka pendek lho. Makanya buat yang butuh dana besar, tapi pemasukan pas-pasan, pinjaman ini jadi solusi banget.

Selain itu, ada beberapa hal lain yang perlu kamu tahu nih dari pinjaman jangka panjang ini. Seperti plus dan minusnya berikut ini. Yuk disimak.

Plusnya

Sekalipun pinjaman yang satu ini bikin kita berlama-lama bayar utang, ada beberapa hal yang menjadi keunggulan pinjaman ini. Apa aja? Inilah plus-plus yang kamu dapat dari pinjaman jangka panjang.

1. Besaran cicilan yang dibayarkan ringan

Pinjaman uang cepat
Cicilan maksimal 30 persen dari gaji (pixabay)

Seperti yang udah disinggung di atas, besaran cicilan yang dibayarkan kalau ambil pinjaman jangka panjang itu lebih ringan. Beda banget deh dibanding kamu bayar cicilan buat pinjaman jangka pendek.

Di pinjaman jangka pendek bisa aja kamu bayar tagihan per bulannya Rp 1 juta – Rp 2 juta selama 1 tahun. Namun, di pinjaman jangka panjang besaran tagihan yang kamu setor bisa kurang Rp 1 juta, bahkan kurang dari Rp 500 ribu.

Lho, kok bisa? Tentu aja bisa. Buat informasi aja nih. Makin panjang waktu pelunasan yang diambil, makin kecil besaran tagihan yang dibayarkan. Jadi, kalau kepengin cicilan ringan, pilih aja tenor yang lama.

2. Cocok banget dimanfaatkan sebagai modal usaha

Uang pinjaman modal usaha (Ilustrasi).

Kalau pinjaman jangka pendek gak cocok buat modal usaha, pinjaman jangka panjang justru sebaliknya, cocok dimanfaatkan sebagai modal usaha.

Kenapa bisa? Sebab besaran cicilannya yang ringan dijamin bisa tertutupi oleh omzet usaha yang kamu dapat tiap bulan.

Masa iya bayar tagihan senilai Rp 500 ribu – Rp 600 ribu gak bisa dari omzet usaha? Enaknya lagi nih. Kalau usahamu berkembang dan omzet per bulannya makin besar, bukan gak mungkin kamu bisa melunasi pinjaman ini lebih cepat.

3. Kondisi keuangan terjaga dengan baik

Rencanakan keuanganmu dengan baik, agar utang segera lunas (Ilustrasi).

Banyak yang menyangka utang itu bikin kondisi keuangan menjadi gak sehat. Gak keliru emang, tapi gak semua utang itu bikin kondisi keuangan menjadi buruk kok.

Dibandingkan dengan pinjaman jangka pendek, pinjaman jangka panjang justru lebih aman. Sebab keuangan kamu dijamin gak bakal terbebani deh dengan nilai cicilannya yang gak besar-besar amat.

Seperti yang pernah diulas MoneySmart sebelumnya, alokasi kredit itu idealnya 30 persen dari pendapatan bulanan. Kalau dengan ambil pinjaman jangka panjang, kamu bisa dapat cicilan kurang dari 30 persen pendapatan, apa gak untung tuh?

Minusnya

Di balik keunggulan yang udah diterangkan di atas, pinjaman jangka panjang juga memiliki beberapa kelemahan. Pengin tahu aja aja? Ini dia minus-minus dari pinjaman dengan tenor yang lama.

1. Cicilan ringan, tapi bunganya besar banget

Pinjaman tunai
ingat, besaran cicilan itu 30 persen dari gaji yang diterima (cubux)

Rasanya emang gak berat-berat amat tiap bulan setor cicilan buat lunasi pinjaman jangka panjang. Namun, coba deh hitung secara keseluruhan cicilan dari awal hingga lunas. Seberapa besarnya cicilan yang kamu bayarkan plus bunganya.

Kamu pasti bakal menemukan fakta kalau bunga yang dibayarkan itu besar banget. Malahan besarannya melebihi pokok utang itu sendiri. Tanpa terasa, kamu pelan-pelan udah rugi banyak dengan bayar cicilan pinjaman ini.

2. Waktu buat bayar cicilan begitu lama

Uang pinjaman (Shutterstock).

Namanya aja pinjaman jangka panjang. Pastinya waktu pelunasannya juga panjang. Mau gak mau selama terikat perjanjian, kamu harus panjang sabar dalam bayar tagihan sampai lunas nanti.

3. Kadang-kadang jadi beban pikiran

Cicilan kadang jadi beban pikiran (ILustrasi).

Setuju kalau utang itu bisa bikin pikiran jadi terbebani. Namun, beban yang dirasakan berbeda antara bayar cicilan pinjaman jangka pendek dan pinjaman jangka panjang.

Karena pinjaman jangka panjang waktu pelunasannya lebih lama, udah pasti beban pikiran terasa berat karena memiliki utang ini.

Karena itu, sebelum memutuskan ambil pinjaman ini, pikirkan baik-baik tujuan digunakannya pinjaman ini. Bagusnya, pinjaman ini dimanfaatkan buat hal-hal yang produktif semisal buka usaha. Dengan begitu, kamu gak pusing-pusing amat memikirkannya.

Gimana? Setelah baca ulasan di atas, kamu jadi lebih tertarik dengan pinjaman jangka pendek atau pinjaman jangka panjang nih?

Apa pun pinjamannya, semuanya punya plus minus masing-masing. Jadi, carilah yang cenderung menguntungkan kamu. Semoga diterima ya pengajuannya! (Winda Destiana Putri).

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →