Pernah Hidup Susah! Ini Sosok Ciputra, Taipan Properti Berharta Rp 18 T

Ciputra

Taipan properti Indonesia, pendiri Ciputra Group, Ciputra meninggal dunia di Singapura, 27 November 2019, pukul 01.05 waktu Singapura, di usia 88 tahun. 

Sontak, kabar duka dari Dr. Ir. Ciputra mendadak viral di internet. Jelas saja, hampir semua orang Indonesia memang sangat familiar dengan proyek Ciputra Group yang ada di mana-mana.

Perusahaan ini merupakan salah satu perusahaan konglomerasi terbesar di Indonesia. Proyek propertinya ada di lebih dari 40 kota di Indonesia, dan mereka juga punya anak usaha lain di bidang kesehatan, media, broker, hingga asuransi.

Ingin tahu beberapa fakta mengenai konglomerat dan insinyur Ciputra? Yuk, simak ulasannya di sini:

1. Dulu hidup susah, ayahnya dikira mata-mata penjajah

ciputra
Dulu hidup susah, ayahnya dikira mata-mata penjajah (ciputra.com)

Menurut informasi di Wikipedia, pria kelahiran Parigi, Sulawesi Tengah ini tak terlahir dari keluarga kaya. Semasa kecil, hidupnya justru penuh dengan perjuangan.

Ayah Ciputra, Tjie Siem Poe ditangkap pihak berwajib karena dituduh sebagai mata-mata penjajah Belanda/Jepang. Konon kabarnya, Tjie Siem Poe juga gak pernah kembali lagi ke Indonesia sejak tahun 1944.

Pemilik nama asli Tjie Tjin Hoan ini mengenyam pendidikan SMA di Don Bosco dan kuliah di ITB. 

Baca juga: Ciputra, Atlet Lari yang Jatuh Miskin Kemudian Sukses Jadi Raja Properti

2. Bisnis pertamanya didirikan di garasi

ciputra
Bisnis pertamanya didirikan di garasi (ciputra.com)

Siapa sangka, bisnis pertama yang digeluti Ciputra ternyata dimulai dari garasi di rumahnya. Bisnis konsultan arsitektur bangunan itu dirintisnya bersama Budi Brasali dan Ismail Sofyan (PT Metropolitan Land Tbk).

Bisnis ini didirikannya saat masih duduk di bangku kuliah. Di tahun 1960, saat lulus dari ITB, dia justru pindah ke Jakarta.

Dia bekerja di salah satu perusahaan BUMD milik PEMDA DKI, yaitu Jaya Group. Ciputra terbilang cukup setia di perusahaan itu, hingga akhirnya bisa menduduki kursi direksi dan dapat penghargaan. 

3. Bangun Metropolitan Group 

ciputra
Bangun Metrpolitan Group (Instagram/@advokataditiagunadarma)

Bersama Liem Sioe Liong (Sudono Salim), Ismail Sofyan, Sudwikatmono, Budi Brasali dan Ibrahim Risjad, Ciputra mendirikan Metropolitan Group (Metland) pada tahun 1970-an. 

Perusahaan inilah yang akhirnya membangun komplek perumahan mewah di Pondok Indah, Jakarta Selatan.

Tak hanya itu saja, mereka juga membangun Kota Mandiri Bumi Serpong Damai. Saat itu, pak Ciputra kerja di dua tempat dan menduduki posisi Dirut di Jaya Group dan Metropolitan Group.

Singkat cerita, pada tahun 1981, dia mendirikan perusahaan keluarga yang bergerak di bidang properti. Perusahaan itupun diberi nama yang sama dengan namanya.

4. Jadi salah satu pengembang properti paling terdiversifikasi

ciputra
Jadi salah satu pengembang properti paling terdiversifikasi (Instagram/@ananto_vhanthoera)

Bisa dibilang, perusahaan keluarga satu ini merupakan salah satu developer properti Indonesia yang paling terdiversifikasi dari segi produk, lokasi hingga segmen pasar. Mereka pun melantai di bursa saham pada tahun 1994.

PT Ciputra Development Tbk (CTRA), serta 2 anak perusahaan PT Ciputra Surya Tbk (CTRS), dan PT Ciputra Property Tbk (CTRP).

Proyek pertama mereka adalah, CitraGarden City Jakarta (1981) yang menjadi salah satu komplek perumahan modern yang berkelanjutan. 

Selain itu, ada juga mal bernama Ciputra Mall, hingga komplek perkantoran, gedung olahraga, infrastruktur pelayanan publik, dan lainnya.

Gak cuma Indonesia, melalui jaringan bisnisnya, perusahaan ini juga sudah merambah ke negara lain di kawasan Asia. Sebut saja seperti Vietnam, Kamboja dan China.

5. Kekayaan Rp 18 triliun

Ciputra
Kekayaan Rp 18 triliun

Menurut laporan dari situs Forbes, kekayaan taipan properti ini menyentuh angka US$ 1,3 miliar atau setara dengan Rp 18 triliun!

Itu menjadikan Ciputra sebagai orang terkaya di dunia urutan ke 1.941 pada tahun 2019. 

6. Pencinta seni

Ciputra
Pencinta seni (Instagram/@developerproperty.dpi)

Sebagai tanggung jawab korporat, Ciputra memang sangat peduli dengan entrepreneurship. Itu bisa dilihat langsung dari aksinya mendirikan sebuah universitas dengan kurikulum entrepreneur lengkap bagi mahasiswanya.

Tapi, jangan salah, bukan cuma itu lho! Konglomerat satu ini juga merupakan seorang pencinta seni.

Di tahun 2014, dia mendirikan Ciputra Artpreneur Museum di Jakarta untuk memajang koleksi-koleksi seninya ke publik.

Itulah sekilas fakta mengenai taipan properti yang baru saja tutup usia ini. Inspiratif banget ya kisah perjalanan hidupnya. Semoga ke depannya kamu bisa jadi seperti dia! (Editor: Chaerunnisa)