Waspada Hujan Deras! Begini Cara Aman City Car Terobos Banjir di Jalan

City car

Musim hujan yang gak menentu sudah dirasakan sejak akhir Februari kemarin. Bahkan sampai saat ini volume hujan deras disertai angin masih cukup tinggi. Di beberapa daerah di bulan lalu dilanda banjir akibat hujan lebat. Kondisi jalanan yang diterjang banjir pastinya dilematis, kamu perlu tahu cara aman melewati banjir khususnya untuk pengguna city car.

Hal terpenting, ketahui letak posisi sistem kelistrikan mobil. Inilah bagian yang sangat vital karena bila terkena cipratan air bisa membuat mobil mogok tiba-tiba di tengah banjir. Untuk mobil-mobil keluaran lama biasanya ECU atau sistem kelistrikan lainnya berada di bawah dashboard sehingga riskan terkena air.

“Hal yang penting posisi kelistrikannya seperti apa, kalau sistem kelistrikannya saat lewat air dia (mobil) sudah tergenang maka akan berefek. Mobil-mobil lama itu sistem kelistrikannya ECU ada di bawah dashboard, itu kan bahaya. Sekarang untuk mobil Honda kita tempatkan di depan, jadi lebih tinggi,” ujar Muhammad Zuhdi, Senior Manager Service Division PT Honda Prospect Motor beberapa waktu lalu dilansir laman Carmudi.

Pria dengan sapaan Zuhdi ini menekankan agar pengemudi tahu ketinggian genangan yang akan dilewati. Jangan sampai, tinggi genangan itu melewati tinggi ban mobil karena sangat berbahaya. Batas paling aman menerjang banjir itu sekitar seperempat ban atau hanya sebatas kolong mobil dan bagian bawah pintu saja.

“Untuk setengah ban ke bawah sebaiknya kita hindari karena berpotensi water hammer karena ada cipratan ke intake. Yang sering kejadian di saringan dia basah mengandung air (terkena cipratan). kalau kita lihat ada banjir kita hitung lah masuk gak kira-kira mobil kita,” jelas Zuhdi.

Baca juga: Menelisik Lebih Jauh Keuntungan Apple Card, Kartu Kredit yang Ditanam pada iPhone

Cara Aman Melewati Banjir

City car saat menerabas banjir
Sebuah mobil menerobos banjir (Shutterstock).

Saat kamu terpaksa harus menerjang banjir, sebaiknya pastikan dahulu kedalaman genangannya. Bila dirasa aman, Anda perlu menjaga putaran mesin supaya air tidak sampai masuk lewat lubang knalpot. Laju mobil juga harus dijaga agar cipratan air tidak masuk ke intake udara di depan.

“Kalau knalpot sudah tertutup air dia tidak kuat menendang gas buang dari mesin. Agar air tidak masuk ke dalam knalpot makanya kita harus mempertahankan gas. Tujuannya untuk mempertahankan rpm mesin supaya daya dorongan ke gas buang knalpot tetap ada,” tuturnya.

Zuhdi menekankan kepada para pengemudi agar tidak menurunkan putaran mesin saat melibas banjir. Sebaiknya, masukkan transmisi ke gigi rendah agar mobil mendapat tenaga cukup dan putaran mesin bisa agak tinggi.

“Kalau sedikit saja gas turun, tekanan air lebih besar dari daripada tekanan gas buang. Otomatis si mesin enggak bisa hidup karena enggak kuat mendorong tekanan air yang masuk ke knalpot,” urainya.

Baca juga: Pekerjaan dengan Gaji Tinggi yang Cocok Untuk Orang Introvert, Kamu Tertarik?

Tips berkendara saat banjir

City car terobos banjir
Sebuah kendaraan menerobos banjir (Shutterstock).

Dengan berbagai alasan, berkendara saat jalan banjir menjadi pilihan yang diambil. Tetap memaksa menerjang genangan air yang cukup deras meski tidak memiliki banyak pengetahuan.

Nah agar kamu gak salah ambil langkah, lebih baik baca tips berikut ini sebelum memutuskan akan menunggu hujan reda atau tetap bergerak.

1. Kuasai kendaraan

Kuasai kendaraan yang kamu bawa. Karena hal ini sangat penting untuk mengetahui posisi pipa gas buangan mesin. Apalagi jika kendaraanmu adalah city car yang memiliki knalpot lebih pendek ketimbang mobil SUV.

Jika air sudah masuk ke dalam knalpot ada baiknya kamu tetap jaga rpm dan gas tidak boleh berhenti agar mesin gak mati.

2. Gunakan gigi rendah

Untuk kendaraan bertransmisi manual, kamu lebih baik berada di gigi rendah. Gigi 1 atau 2 bisa kamu pilih. Kalau kendaraanmu matic gunakan L saat berkendara di jalan banjir.

Jika mobil dilengkapi dengan fitur stop & go, tetap jaga rpm, tapi jangan setengah kopling untuk versi manual. Untuk transmisi otomatis, bisa memasukkan gigi netral untuk menjaga putaran mesin.

3. Tetap perhatikan kondisi ketinggian air

Jika posisi kendaraanmu beriringan dengan kendaraan lain, lihat mobil di depan. Hal ini untuk memastikan posisi air. Jika mobil di depanmu adalah Toyota Avanza, dan ban nya secara keseluruhan terendam, ketinggian air mencapai 40 cm.

Darisitu kamu sudah paham berapa ketinggian air jika membawa city car, sudah pasti tenggelam.

4. Nekat menerjang

Jika tetap menerjang banjir, dan mobil posisinya berada paling depan, kamu harus mengetahui posisi saluran udara atau air intake. Komponen ini terdapat di ruang mesin dan posisinya memang lebih tinggi dari knalpot. Sangat bahaya jika air intake ini kemasukkan air yang bisa menyebabkan apa yang disebut dengan water hammer.

Nah itu tadi beberapa tips berkendara di jalan banjir. Ada baiknya jika memang kendaraanmu adalah city car ya sabar dulu aja. Ketimbang mogok di tengah jalan, repot dan akan keluar uang banyak. Terlebih jika kamu adalah pengemudi wanita yang cenderung gegabah dalam menghadapi situasi di jalan raya. Atau kamu bisa cari alternatif jalan lain. (Editor: Winda Destiana Putri).

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →