Jadi Pengangguran Akibat Corona, 6 Dampak Ini Mengintai

dampak pengangguran

Ada banyak dampak pengangguran, khususnya dampak negatif yang bakal dirasakan setiap individu. Beragam dampak pengangguran itu baik masalah psikologis hingga sosial. 

Tak bisa dipungkiri, pengangguran merupakan masalah yang sulit diatasi. Meski setiap periode pemerintahan berhasil menurunkan angkanya secara nasional. Tapi, mereka tetap sulit untuk diberantas tuntas. 

Penyebab pengangguran yang umum adalah kurangnya lapangan pekerjaan, dan minimnya tenaga terampil. Bagi individu, pengangguran juga disebabkan kurangnya kompetensi yang mereka miliki. Contoh, mereka yang berpendidikan rendah sangat sulit menembus lapangan kerja di kota-kota besar.  

Pengangguran dan dampak negatif pengangguran

dampak pengangguran
dampak pengangguran

Di Indonesia, pengangguran masih jadi masalah utama yang membebani pembangunan. Adanya pengangguran akan berakibat turunnya produktivitas masyarakat dan pendapatan akan berkurang. Akibatnya, masalah-masalah sosial pun akan kerap terjadi.

Tingkat pengangguran ternyata juga bisa dijadikan indikator oleh para pelaku pasar valuta untuk menganalisa sehat atau tidaknya perekonomian suatu negara. Kalau angka pengangguran rendah, berarti perekonomiannya sehat dan berlaku juga sebaliknya.

Beberapa dampak negatif dari pengangguran adalah:

Turunnya pendapatan masyarakat

Karena pendapatan yang turun, akibatnya permintaan terhadap jumlah barang dan jasa juga ikut turun. Artinya secara umum, perekonomian negara juga turun.

Turunnya tingkat investasi modal

Investasi adalah bagian dari Gross Domestic Product (GDP). Artinya, semakin banyak pengangguran, maka GDP yang dihasilkan juga akan turun. 

Turunnya tingkat keterampilan masyarakat

Menganggur berarti gak melakukan pekerjaan rutin lagi. Dikhawatirkan, para penganggur yang frustrasi akan cepat kehilangan ketrampilan yang sudah dimilikinya. 

Dampak pengangguran akibat Covid-19

Jumlah pengganguran yang meningkat akibat pandemi Covid-19 (corona) di sejumlah negara, termasuk Indonesia, telah banyak diberitakan media. 

Menurut Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker), jumlah pekerja di Indonesia yang terkena PHK akibat pandemi Covid-19 adalah sebanyak 3,05 juta jiwa terhitung per 2 Juni 2020. Bahayanya lagi, kalau pandemi terus meluas, bisa-bisa jumlah pekerja yang terpaksa kehilangan pekerjaannya akan bertambah jadi 5,23 juta jiwa.

Kemenaker juga memprediksi angka pengangguran dan kemiskinan bakal meningkat tajam. Seperti yang dirilis oleh Merdeka.com, angka kemiskinan akan mencapai 5 juta jiwa dan angka pengangguran bakal menyentuh 5,2 juta jiwa.

Makin banyak yang mengalami PHK, makin banyak pengangguran, dan tentunya efek dari pengangguran karena pandemi juga langsung terasa.

Lalu, apa saja dampaknya?

Jumlah pengganguran yang meningkat akibat pandemi Covid-19 (corona) di sejumlah negara, termasuk Indonesia, telah banyak diberitakan media. 

Menurut Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker), jumlah pekerja di Indonesia yang terkena PHK akibat pandemi Covid-19 adalah sebanyak 3,05 juta jiwa terhitung per 2 Juni 2020. Bahayanya lagi, kalau pandemi terus meluas, bisa-bisa jumlah pekerja yang terpaksa kehilangan pekerjaannya akan bertambah jadi 5,23 juta jiwa.

Kemenaker juga memprediksi angka pengangguran dan kemiskinan bakal meningkat tajam. Seperti yang dirilis oleh Merdeka.com, angka kemiskinan akan mencapai 5 juta jiwa dan angka pengangguran bakal menyentuh 5,2 juta jiwa.

Makin banyak yang mengalami PHK, makin banyak pengangguran, dan tentunya efek dari pengangguran karena pandemi juga langsung terasa.

Lalu, apa saja dampaknya?

Pemulihan ekonomi jadi berat

Fakta ini akan berdampak pada pemulihan ekonomi setelah pandemi berangsur usai. Kenapa? Karena pengangguran mengakibatkan daya beli yang menurun drastis. 

Seperti yang dilansir Bisnis.com, angka pengangguran tinggi dan intervensi proteksi daya beli gak berhasil, maka pemulihan ekonomi pasca pandemi juga pasti akan berat.

Kriminalitas tinggi

Pemerintah juga sudah mengantisipasi melonjaknya angka kriminalitas akibat pengangguran karena pandemi. 

Bahkan, menurut Katadata.co.id, Kepolisian Republik Indonesia juga sudah membenarkan adanya lonjakan angka kriminalitas sejak pandemi dan sudah berkoordinasi hingga ke tingkat polsek.

Tingginya biaya sosial

Pemerintah harus mengeluarkan biaya sosial yang tinggi, seperti menghilangkan beberapa jenis pajak sementara waktu, biaya pelatihan dalam program pra-kerja, dan lain-lain.

Kali ini kita akan mengulas dampak pengangguran yang paling dirasakan oleh individu. Apa saja?

1. Gak punya uang

Gak perlu dijelaskan secara panjang lebar, dampak pengangguran satu ini sudah pasti bakal mengintai mereka yang gak kunjung dapat kerjaan. Bagaimana bisa punya uang kalau pemasukannya saja gak ada. 

Bagi yang memiliki pengalaman kerja sih mungkin enak ya, bisa hidup meski berhemat dari sisa-sisa tabungannya dari pekerjaan sebelumnya. Tapi, bagaimana bagi mereka yang belum pernah kerja sama sekali, misalnya lulusan baru?

Lulusan baru gak punya pemasukan sama sekali, paling cuma ngandelin tabungan uang jajan semasa kuliah atau sekolah. Buat nongkrong sama teman juga biasanya masih minta dari orangtua. Tapi kalau kelamaan nganggur kan gak enak juga minta-minta terus.

2. Kesehatan fisik terganggu

Selain gak punya uang, pengangguran juga rentan mengalami gangguan kesehatan, salah satunya yang mengintai adalah obesitas. 

Buat yang masih sibuk apply dan interview sana-sini sih mungkin bisa terhindar dari dampak yang satu ini. Tapi, buat yang cuma ngendok di depan komputer buat apply bisa berisiko terkena obesitas.

Kerjaan setiap hari cuma duduk, makan, tidur, nonton TV, buka komputer, jalan-jalan cuma di dalam rumah ya pasti berisiko.  Tapi hal itu bisa dihindari asalkan kamu rajin berolahraga atau memiliki kegiatan fisik lainnya di luar rumah, misal joging pagi hari dan sore hari.  

Meski pengangguran usahakan tetap melakukan olahraga, jangan malas-malasan saja di rumah nunggu panggilan. 

3. Kurangnya kepercayaan diri

Salah satu dampak pengangguran yang paling berasa lainnya adalah, menurunnya rasa kepercayaan diri. Apalagi, kalau nganggurnya udah lama banget. Mau ketemu orang rasanya malu banget deh kalau gak punya kerjaan.

Hal ini tentu berdampak pula terhadap kehidupan bersosial si pengangguran. Misalnya, mereka jadi jarang keluar rumah ketemu sama tetangga-tetangga, atau malas bertemu dengan rekan sebaya yang kebanyakan sudah sukses dengan pekerjaannya. 

Seharusnya pertemuan tersebut bisa kamu jadikan sebagai ajang mencari relasi dan kerjaan. Tanyakan ke teman-teman dekatmu apakah ada lowongan atau tidak di tempat mereka bekerja. Siapa tahu saja kan berawal dari teman nongkrong, berlanjut ke teman satu kantor. 

4. Depresi

Di tengah krisis kepercayaaan diri ditambah tekanan-tekanan dari orang sekitar, bisa membuat si pengangguran merasa depresi. Beberapa orang beranggapan kalau mereka merasa menjadi manusia yang gagal ketika tidak kunjung mendapatkan kerjaan. 

Dampak lebih parah dari depresi adalah kecenderungan melakukan tindakan bunuh diri. Bagi kamu yang punya teman atau kerabat yang tengah berjuang mencari pekerjaan, berikan mereka semangat, jangan malah diejek.

 5. Hubungan asmara juga bisa terancam

Hasil penelitian seperti dikutip dari CBS News mengungkapkan, salah satu dampak pengangguran yang paling parah adalah berisiko rusaknya hubungan asmara, baik yang masih pacaran atau yang sudah menikah. Paling berdampak tentunya ke mereka yang sudah menikah. 

Hal tersebut besar kemungkinan terjadi perceraian apabila yang terlalu lama menganggur adalah sang pria. Dalam kultur di dunia barat maupun di Indonesia, pria dibebankan tugas untuk mencari nafkah untuk menghidupi seluruh keluarga intinya. 

Apabila tugas tersebut tidak dijalankan dengan semestinya, beberapa keluarga justru membuat keputusan untuk berpisah. 

6. Gak disiplin

Kelamaan nganggur biasanya berakibat pada rasa “merdeka” karena selama menganggur gak pernah lagi menerima perintah atau teguran dari atasan. Hidup jadi terasa lebih bebas tanpa aturan yang mengekang.

Akibatnya, kalau nanti kamu dapat kerjaan lagi, mungkin akan sulit untuk menyesuaikan diri menerima perintah dan aturan-aturan tertentu. Padahal dalam hidup ini semuanya harus dijalankan dengan aturan.

Kamu juga bisa jadi kehilangan kedisiplinan yang sebelumnya mungkin sudah terbentuk dalam diri kamu. Yang tadinya selalu bangun lebih pagi karena harus ngantor, jadinya sekarang malah malas bangun. Yang tadinya selalu tepat waktu, sekarang jadi semaunya sendiri.

Itulah dampak negatif dari kelamaan menganggur yang bisa dirasakan oleh individu. Namun, ternyata ada juga dampak pengangguran terhadap pembangunan nasional. Negara jadi mengalami penurunan pendapatan dari pajak penghasilan. 

Karena itu, penting sekali mencari solusi pengangguran terjitu, seperti salah satunya mendorong lahirnya industri maupun perusahaan-perusahaan baru untuk menciptakan banyak lapangan pekerjaan. 

Sementara untuk individu, kamu bisa meningkatkan kompetensi dengan menimba ilmu atau mengambil kursus. 

Itulah dampak pengangguran yang akan terjadi pada setiap individu, terutama dalam kondisi pandemi Covid-19 seperti saat ini. Semoga pandemi ini akan segera berakhir dan perekonomian kembali pulih, tingkat pengangguran pun akan semakin turun. (Editor: Chaerunnisa)