Sebelum Jadi Dirut Pertamina, Nicke Widyawati Punya Aset Rp 28 M

Dirut Pertamina

Dirut Pertamina Nicke Widyawati dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), 27 Mei lalu. Panggilan tersebut berkaitan kasus korupsi proyek PLTU Riau-1 yang menyeret Dirut PLN Sofyan Basir. Tapi, Nicke tidak dapat hadir lantaran sedang tugas di luar negeri.

Ini bukan pemanggilan pertama baginya. Sebelumnya, pada 2 Mei lalu, dia juga telah dipanggil dan memenuhi panggilan tersebut.

Dikutip dari Antara, 17 September 2018, dia juga pernah diperiksa oleh KPK dalam kasus yang sama, tapi dengan tersangka berbeda.

Dirut pertamina
Dirut Pertamina Nicke Widyawati

Kasus korupsi proyek PLTU Riau-1 telah memakan beberapa tersangka dari berbagai kalangan.

Pertama, ada Eni Maulani Saragih selaku Anggota DPR RI dari fraksi Golkar yang dinilai telah menerima suap dari pengusaha yang berniat mengerjakan proyek PLTU Riau, Kotjo.

Kedua, mantan Mensos Idrus Marham yang kini telah divonis 3 tahun karena turut serta membantu Eni meminta suap ke Kotjo, dan terakhir ada Sofyan Basir selaku Dirut PLN, yang juga membantu Eni mendapatkan suap dari Kotjo.

Baca juga: Gaji Capai Ratusan Juta per Bulan, Ini Daftar 5 Bos BUMN Berharta Ratusan Miliar Rupiah!

Saat permufakatan jahat itu terjadi, Nicke belum menjadi Dirut Pertamina, melainkan menjabat sebagai Direktur Pengadaan PT PLN. Karena itu, KPK kini memanggil Nicke sebagai saksi kasus tersebut.

Sebelum jadi Dirut Pertamina, memiliki kekayaan mencapai Rp 28 miliar

Dirut Pertamina
Sebelum jadi Dirut Pertamina, memiliki kekayaan mencapai Rp 28 miliar (Instagram/@pertamina)
N

Nicke Widyawati diangkat menjadi Dirut Pertamina pada tahun Agustus 2018. Jabatan sebelumnya merupakan Direktur Pengadaan PT PLN. Jabatan di PLN tersebut telah diembannya sejak tahun 2014.

Sebagai seorang direktur di BUMN, tentu membuat pundi-pundi rupiahnya terus bertambah. Pada tahun 2017 silam, Nicke pun melaporkan harta kekayaannya ke KPK.

Dilihat dari laman eLKHPN, kekayaannya mencapai Rp 28.317.000, yang sebagian besar asetnya berbentuk tanah dan bangunan.

Punya aset tanah dan bangunan senilai Rp 17 miliran

Dirut Pertamina
Dirut Pertamina Nicke Widyawati punya aset tanah dan bangunan senilai Rp 17 miliran (Instagram/@pertamina)

Saat menjabat menjadi dewan direksi di PLN, Nicke diketahui memiliki banyak tanah. Total seluruh tanah dan bangunan yang dimilikinya mencapai Rp 17.430.000. Ada di mana saja?

  • Tanah dan bangunan seluas 124 m2/100 m2 di Jakarta Selatan senilai Rp 850.000.000
  • Tanah dan bangunan seluas 120 m2/100 m2 di Bogor senilai Rp 180.000.000
  • Tanah dan bangunan seluas 200 m2/170 m2 di Jakarta Selatan senilai Rp 5.000.000.000
  • Tanah dan bangunan seluas 265 m2/360 m2 di Tasikmalaya senilai Rp 1.100.000.000
  • Tanah seluas 629 m2 di Tasikmalaya senilai Rp 200.000.000
  • Tanah dan bangunan seluas 393 m2/450 m2 di Tasikmalaya senilai Rp 1.100.000.000
  • Tanah seluas 715 m2 di Tasikmalaya senilai Rp 200.000.000
  • Tanah seluas 714 m2 di Tasikmalaya senilai Rp 200.000.000
  • Tanah dan bangunan seluas 950 m2/400 m2 di Jakarta Selatan senilai Rp 7.500.000.000
  • Tanah seluas 575 m2 di Tasikmalaya senilai Rp 1.100.000.000

Semua harta tersebut didapat dari uang penghasilannya sendiri.

Cuma punya tiga mobil senilai Rp 800 juta

Dirut pertamina
Dirut Pertamina Nicke Widyawati cuma punya tiga mobil senilai Rp 800 juta (Instagram/@pertamina)

Pada tahun 2017 atau saat sebelum menjabat sebagai Dirut Pertamina, Nicke hanya memiliki sedikit aset berupa mobil.

Berdasarkan laporan harta kekayaannya, nilai mobilnya itu tidak sampai Rp 1 miliar. Mobilnya yang paling mahal ada Toyota Alphard tahun 2014 senilai Rp 500 juta. Mobil mewah ini memiliki spesifikasi yang berkelas nomor wahid.

Berkapasitas 6 kursi penumpang, mobil ini memiliki dua varian, satu 2.500 cc, dan satunya 3.500 cc.

Kalau dilihat dari harga Alphard Nicke, kemungkinan yang dimilikinya adalah yang 2.500 cc. Karena dipasaran, harga Alphard 3.500 cc harganya bisa mencapai Rp 800 juta – Rp 1 miliaran.

Selain Toyota Alphard, Dirut Pertamina ini juga memiliki dua buah mobil sejuta umat yaitu Toyota Avanza tahun 2016. Harga masing-masing Avanza tersebut sekitar Rp 150 juta. Semua harta kendaraan bergerak ini diperolehnya dari uang penghasilannya sendiri.

Itulah sedikit gambaran tentang kekayaan dari Nicke Widyawati sebelum bekerja di Pertamina. Artinya, kekayaannya itu ketika dia menjabat sebagai Direktur Pengadaan di PLN. Mungkin saja jumlahnya bisa meningkat drastis atau juga berkurang.

Meski Dirut Pertamina Nicke Widyawati tidak bisa hadir di pemeriksaan KPK karena alasan pekerjaan, KPK telah mengatur jadwal ulang untuk pemeriksaannya. (Editor: Chaerunnisa)

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →