Dulu Cuma Supervisor Kasir Hotel, Pria Ini Dirikan JNE dan Jadi Investor Startup

Pendiri JNE, Djohari Zein (Instagram).

Nama Djohari Zein memang cukup familiar di dunia bisnis. Pria asal Sumatera Utara ini adalah pendiri perusahaan logistik ternama di Indonesia, apalagi kalau bukan JNE.

Bisa dibilang, perjalanan karier dan bisnis Djohari memang cukup inspiratif. Kesuksesan pria kelahiran 1954 silam ini ternyata berawal dari kerja keras yang cukup lama. 

Setelah melanglang buana selama 25 tahun di dunia bisnis logistik, kini Djohari Zein aktif sebagai investor perusahaan-perusahaan startup berbasis teknologi. 

Ingin tahu bagaimana fakta-fakta entrepreneur yang sukses ini? Berikut ulasannya.

Baca juga: Bukan Hoax, Ini 6 Kebiasaan Miliarder Dunia yang Bikin Mereka Sukses

1. Bisnis pertama Djohari Zein adalah majalah 

Djohari Zein
Berawal dari bisnis majalah (Dok: Pribadi)

Menurut informasi dari situs Okezone, Lulusan akademi perhotelan dan pariwisata Universitas Trisakti ini, sempat berbisnis majalah remaja. Saat itu, dia mengetik majalahnya sendiri dengan mesin tik. Kerennya, bisnis ini dilakoni Djohari saat masih duduk di bangku SMP lho.

Saat SMA dia juga melanjutkan usaha ini, namun dia sudah mendapat dukungan dari sekolahnya.

Intinya, naluri bisnis memang sudah mengalir di dirinya sejak masih remaja. Gak heran kalau saat ini dia pun sukses dalam usahanya.

Baca juga: Jadi Orang Terkaya Ketiga di Dunia, Nih 6 Wejangan Menusuk Bos Louis Vuitton

2. Sempat berkarier di Hotel hingga terjun ke dunia logistik

Djohari Zein
Djohari sempat berkarier di hotel (Dok: Pribadi)

Ketika kuliah, dia mengambil jurusan Perhotelan di Trisakti dan setelah lulus dia diterima di Hotel Hilton, di sanalah dia belajar menjadi seorang customer service.

Selama empat setengah tahun berkarier di Hotel Hilton, Djohari menduduki posisi Front Office Cashier Supervisor. Dan setelah itu, dia pindah ke Skypak International Jakarta (sekarang bernama TNT), sebuah perusahaan logistik. 

Di perusahaan itu, Djohari Zein menduduki posisi Operational Manager. Namun setelah empat tahun di sana, dia mendirikan perusahaan logistik yang bernama WorldPack yang akhirnya bermitra dengan perusahaan Singapura, namanya pun berubah jadi Pronto Rekakurir. 

Baca juga: Digelar di Venue Termahal, Pesta Pernikahan Ozil Juga Sarat Misi Kemanusiaan

3. Mendirikan JNE dan mendapat tanda kehormatan Satya Lencana Wira Karya 

Djohari Zein
JNE (Instagram)

Di tahun 1990, Djohari Zein bersama mendiang Soeprapto Suparno mendirikan PT TIKI Jalur Nugraha Ekakurir atau yang kerap dikenal dengan nama JNE. Di bawah kepemimpinannya, JNE mengalami perkembangan yang cukup pesat.

Di tahun 2004, Djohari dianugerahi tanda kehormatan Satya Lencana Wira Karya bidang Perposan dari Presiden Megawati Soekarno Putri. 

Agen Asuransi Mitra Lifepal
Agen Asuransi Mitra Lifepal

Singkat cerita, di tahun 2013, perusahaan logistik itu telah memiliki lebih dari marketing sales 3.000 agen di seluruh Indonesia dengan karyawan 5.000 orang. 

Perjuangannya dalam membesarkan JNE memang cukup berat, akan tetapi JNE saat itu masih menjadi market leader di bidang logistik. 

Saat ini, Djohari menjabat sebagai Presiden Komisaris JNE. Namun bersamaan dengan itu, dia juga mendirikan perusahaan permodalan ventura yang berinvestasi di berbagai startup, mau tahu apa perusahaannya? Simak poin selanjutnya.

Baca juga: Mengenal Sosok Miliuner di Balik Kesuksesan Luckin Coffee, Pesaing Starbucks

4. Global Basket Mulia Investama (GBMI)

Djohari Zein
Paxel (Instagram).

Tepat pada 3 Juli 2019, MoneySmart berjumpa dengan Djohari Zein dalam gelaran Editor Luncheon with Paxel. Djohari bercerita seputar perkembangan industri bisnis logistik yang penuh tantangan.

Selain munculnya pemain baru, logistik pun makin berat karena biaya operasionalnya yang tinggi, sementara itu para pemain usaha di bidang logistik punya skema bisnis yang bersifat sama alias konvensional. 

Sebagai seorang entrepreneur, Djohari pun sadar tentang seberapa pentingnya peran teknologi dalam dunia usaha.

Dia pun mendirikan GBMI untuk berinvestasi di berbagai startup, salah satunya adalah Paxel yang bergerak di bidang logistik. Startup ini merupakan satu-satunya perusahaan logistik yang menyediakan layanan pengiriman same day delivery antar kota. 

“Logistik belum masuk industri 4.0, tapi Paxel tentu bisa jadi ikon Revolusi Logistik 4.0 karena mereka memanfaatkan teknologi dan big data,” demikian pernyataan Djohari Zein.

Ketika ditanya soal berapa besar investasi GBMI ke Paxel, Djohari menolak untuk memberikan bocoran angka. Namun pastinya investasi itu cukup besar, mengingat Djohari sangat yakin dengan kemampuan Paxel dalam berkembang jadi lebih baik.

Djohari juga mengatakan pada MoneySmart bahwa gak cuma Paxel lho yang sudah disuntik pendanaan oleh GBMI. Mereka juga berinvestasi di media digital Gorila Sport, platform crowdfunding Kolase, dan e-commerce Omiyago. 

Itulah sekilas kisah perjalanan bisnis Johari Zein yang inspiratif. Belajar dari pengalaman bisnis Johari, pada intinya gak ada suatu hal yang gak mungkin di dunia ini. Termasuk menjadi seorang entrepreneur yang sukses menciptakan sebuah bisnis raksasa yang menguasai pasar di Indonesia. (Editor: Winda Destiana Putri).

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →