Kisah Eko Yuli Irawan, Eks Gembala Kambing Penyumbang Emas di Asian Games

Raih emas kelima, ini kisah hidup Eko Yuli Irawan. (Tempo/Aditia)

Nama Eko Yuli Irawan mendadak ramai jadi perbincangan di media. Pasalnya, pria asal Lampung ini berhasil merebut medali emas kelima untuk Indonesia di Asian Games 2018.

Eko berhasil meraih emas dengan total angkatan 311 kilogram. Pria kelahiran 1989 ini mencatatkan angkatan snatch 141 kilogram. Sementara itu, untuk clean and jerk, Eko berhasil mengangkat 170 kilogram.

Pria yang tampil di kelas 62 kg ini mengalahkan atlet asal Vietnam Van Vinh Trinh yang hanya berhasil mencatatkan angkatan 299 kg.

Asal kamu tahu, Eko juga pernah sempat bertanding di olimpiade Rio de Jainero lho. Dia membawa pulang medali perak bersama Sri Wahyuni dan dapat bonus dari pemerintah sebesar Rp 2 miliar.

Ada beberapa hal yang patut kamu ketahui tentang Eko Yuli Irawan. Salah satunya adalah latar belakang hidupnya yang cukup miris. Ya, Eko lahir di keluarga yang serba berkekurangan secara ekonomi.

Penasaran dengan kisah sukses Eko? Yuk simak perjalanan karier Eko di dunia angkat besi.

1. Putra tukang becak dan penjual sayur

https://www.instagram.com/p/BmvIU1hhWnN/?hl=en&taken-by=ekoyuliirawann

Mata pencaharian ayah Eko Yuli Irawan, Saman, adalah tukang becak. Sedangkan sang ibu, Martiah, adalah pedagang sayur di pasar. Sebelum menjadi seorang atlet angkat besi, Eko ngangon alias menggembalakan kambing.

Jika saat pulang sekolah anak-anak pergi bermain, Eko malah harus bergelut dengan kambing-kambing yang dia gembalai. Mirisnya, kambing-kambing itu bukan milik orangtuanya melainkan punya orang lain.

Tapi siapa sangka, di masa depan dia bisa meninggalkan padang rumput dan menjadi salah satu kebanggaan Indonesia.

2. Angkat besi karena iseng

https://www.instagram.com/p/BmvDKWNBVC2/?hl=en&taken-by=ekoyuliirawann

Awal mula Eko Yuli Irawan mencoba olahraga angkat besi adalah karena keisengannya. Dia cuma menerima ajakan dari kawan-kawannya untuk berlatih di sebuah tempat latihan angkat beban yang letaknya kurang lebih 100 meter dari tempat Eko angon kambing.

Gak taunya, Eko jadi kecanduan angkat besi. Fisiknya mungkin sangat kuat, mengingat aktivitas sehari-harinya juga banyak mengandalkan tenaga.

Sepulang sekolah, Eko akhirnya mulai rutin latihan angkat beban. Singkat cerita, dia pun bergabung di sebuah klub angkat besi yang berada di bawah naungan Yon Haryono. Saat itu, Yon Haryono memang melihat bakat terpendam Eko Yuli Irawan.

3. Mulai ikut kejuaraan dan membantu keluarga

https://www.instagram.com/p/BmvCCT1lfN1/?hl=en&tagged=ekoyuliirawan

Agen Asuransi Mitra Lifepal
Agen Asuransi Mitra Lifepal

Berkat latihannya yang keras, Eko Yuli Irawan akhirnya berhasil tampil di kejuaraan angkat beban di Santo Domingo, Dominika. Dia pun berhasil menduduki posisi ke delapan!

Dari sinilah mental atlet sang mantan gembala kambing ini terbentuk. Dia pun berhasil membawa pulang medali perunggu di Kejuaraan di Thailand pada 2007, dan emas dalam Kejuaraan Dunia Yunior di tahun yang sama.

Lambat laun, Eko pun berkompetisi di SEA Games dan berhasil meraih medali emas pada tahun 2007, 2009, 2011, dan 2013.  

Konon kabarnya, lewat SEA Games 2007 Eko berhasil mendapatkan bonus Rp 200 juta. Dengan uang itulah ia mulai bisa membantu perekonomian keluarganya.

4. Dari angkat besi, Eko Yuli Irawan bisa beli tanah

Sebelum jadi atlet, membeli properti tampaknya jadi hal yang mustahil bagi Eko. Namun ketika dirinya sudah sering tampil sebagai jawara, maka Eko pun akhirnya mampu membeli tanah dan rumah.

Selain ingin membanggakan Indonesia, Eko pun mengakui, salah satu cita-citanya yang lain adalah membanggakan orangtuanya. Dia pun makin berambisi untuk bisa menang di setiap kejuaraan yang diikutinya.

5. Tampil di banyak negara

Agen Asuransi Mitra Lifepal
Agen Asuransi Mitra Lifepal

Selain SEA Games, Eko juga hadir di berbagai kompetisi dunia. Sebut saja seperti Olimpiade Beijing, London, dan yang terakhir adalah Rio de Jainero di mana Eko berhasil dapat Rp 2 miliar.

Selain dapat bonus, kabarnya Eko juga mendapat tunjangan hari tua sebesar Rp 15 juta perbulan yang akan diberikan setiap tahun.

Asian Games itu sendiri merupakan ajang yang memang diinginkan oleh Eko sejak dulu. Eko pun mengaku, dirinya sudah membidik emas di Asian Games 2018 dan Olimpiade Tokyo 2020 mendatang.

Demikianlah kisah singkat tentang perjalanan Eko Yuli Irawan, dari ladang penggembalaan kambing ke Asian Games. Tentunya, kisah ini mengingatkan kita bahwa tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini.

Siapapun mereka, di mana pun mereka berada, apapun latar belakang profesinya, mereka tetap bisa jadi kebanggaan Indonesia jika siap berjuang.

Apakah kamu juga tertarik jadi kebanggaan Indonesia seperti Eko?

 

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →