Ekuitas dan Memahami Elemennya dalam Perusahaan

ekuitas

Kamu pasti pernah mendengar kata-kata ekuitas di dalam dunia ekonomi atau akuntansi. Ekuitas ini sering disebut-sebut sama dengan modal, namun kenyataannya berbeda. 

Keduanya memiliki perbedaan dari sisi pengertian dan nominal. Kalau modal biasanya seluruh uang yang digunakan untuk suatu kegiatan usaha, sementara ekuitas aset yang telah dikurangi dari kewajiban dalam neraca. Masih bingung? Langsung saja simak ulasannya berikut ini! 

Ekuitas adalah…

ekuitas

Ekuitas adalah besarnya hak residual atau kepentingan pemilik entitas (unit dalam usaha) terhadap aset entitas tersebut setelah dikurangi semua kewajiban dalam neraca. 

Pada sisi yang sama, ekuitas juga diartikan sebagai modal atau kekayaan sebagaimana berasal dari investasi pemilik dan hasil kegiatan usaha perusahaan tersebut. Ekuitas ini wujudnya bermacam-macam, termasuk entitas anak perusahaan.

Ekuitas ini berbeda dari modal, baik dari sisi pengertian juga nominalnya, dalam suatu perusahaan. Modal diartikan sebagai sekumpulan uang atau barang yang digunakan sebagai dasar untuk suatu pekerjaan.

Dari pengertiannya saja, terlihat perbedaannya, bukan? Nilai ekuitas adalah aset entitas dikurangi semua kewajiban dalam neraca, sedangkan modal hanya jumlah uang dan barang untuk produksi barang atau jasa.

Elemen yang membentuk ekuitas

Secara umum elemen dalam ekuitas terdiri atas lima unit di mana empat di antaranya adalah modal. Elemen yang masuk ekuitas yaitu modal disetor, modal penilaian kembali, modal sumbangan, modal lain-lain, dan laba tidak dibagi.

Masing-masing elemen berperan dalam membentuk nilai ekuitas suatu perusahaan. Agar tidak bingung, pahami penjelasan berikut ini!

1. Modal disetor

Dalam ekuitas yang dimaksud modal disetor adalah uang yang disetor oleh pemegang saham dalam jumlah tertentu. Tidak hanya dari pemegang saham, modal juga bisa diperoleh dari setoran dana dan investasi pemilik perusahaan.

Secara umum ada dua macam modal disetor, yaitu:

  • Modal saham yang diartikan sebagai jumlah nominal saham yang beredar.
  • Agio atau disagio saham, yaitu selisih antara setoran pemegang saham dengan jumlah nominal saham. Agio artinya selisih di atas nominal dan disagio berarti selisih di bawah nominal.

2. Modal penilaian kembali

Modal ini ada ketika dilakukan peninjauan kembali atas semua aset perusahaan. Ketika perusahaan meninjau aset yang tercantum dalam buku lama (buku periode sebelumnya) dan terdapat selisih, maka nilai pada buku baru disebut sebagai modal penilaian kembali.

Contohnya adalah hasil deposito yang pasti jumlahnya lebih tinggi setelah periode tertentu karena ada bunga deposito yang diterima perusahaan. Ada pula contoh lain seperti alat produksi yang sudah rusak dan nilainya turun dari tahun buku sebelumnya.

3. Modal sumbangan

Modal sumbangan ini jangan diartikan sebagai hasil dari aktivitas perusahaan meminta sumbangan, ya. Meski ada kata sumbangan, modal ini diartikan sebagai sejumlah uang atau lainnya yang timbul setelah perusahaan mendapatkan aktiva, yaitu aset atau kekayaan, dari pihak lain dan bukan bersifat pinjaman.

Contohnya, kerjasama yang menguntungkan antara pemilik kedai kopi dan salah satu merek kopi (produsen). Untuk mempromosikan merek kopi tersebut, kedai kopi ini mencantumkan label produsen. Dengan begitu, pemilik kedai kopi mendapatkan modal berupa kopi gratis untuk operasional kedai.

Ekuitas dan Memahami Elemennya dalam Perusahaan
Ekuitas dan Memahami Elemennya dalam Perusahaan

4. Modal lain-lain

Kategori modal yang masuk pada elemen keempat ini adalah modal pada cadangan laba tidak dibagi seperti cadangan untuk ekspansi, cadangan penurunan harga persediaan, dan cadangan pelunasan obligasi.

Selain itu ada jumlah laba tidak dibagi yang sudah dicadangkan dan tidak bisa diminta kembali sebagai dividen. Misalnya saja pada perusahaan publik atau perusahan terbuka (tbk), ada porsi laba yang dibagikan kepada investor. Namun, ada juga yang disisakan untuk menyiapkan perusahaan akan hal-hal yang disebutkan tadi.

5. Laba tidak dibagi

Seperti penjelasan pada poin keempat, laba tidak dibagi masuk juga kategori modal lain-lain. Penjelasan singkatnya, laba ini adalah kumpulan laba dari beberapa tahun sebelumnya yang tidak dibagikan sebagai dividen.

Laba ini dari internal perusahaan dan apabila bersaldo debit, maka disebut defisit. Laba tidak dibagi ini sewaktu-waktu bisa diminta oleh yang bersangkutan dalam hal ini investor sebagai dividen. Seandainya saja periode tertentu perusahaan mengalami rugi dan demi menjaga kepercayaan investor, laba yang ditimbun ini bisa dibagikan sebagai dividen.

Jenis-jenis ekuitas 

Berikut ini beberapa jenis ekuitas yang sering diperhitungkan saat menganalisis keuangan, apa saja? 

1. Ekuitas pemegang saham

Bagi perusahaan yang tercatat di bursa, tentu kepemilikan asetnya milik bersama-sama antar pemegang saham. Nah ekuitas pemegang saham ini nilainya sama dengan jumlah persenan saham yang dimiliki terhadap seluruh aset perusahaan. Misalnya Ahmad memiliki 20 persen saham, dari PT Maju Lestari, maka seluruh 20 persen aset perusahaan adalah milik Ahmad.

2. Ekuitas pemilik perusahaan

Lalu, jumlah seluruh aset yang telah dikurangi dengan aset-aset pemegang saham, itulah ekuitas bersih dari perusahaan, yang disebut ekuitas pemilik perusahaan. 

3. Ekuitas rumah 

Ekuitas rumah ini bisa dibilang sebagai kepemilikan dari rumah itu sendiri. Tapi, besaran ekuitas itu harus diperhitungkan dengan memperhatikan utang atau kewajiban si pemilik. 

Contohnya, Andri memiliki rumah senilai Rp500 juta tapi ia kemudian menjadikan sertifikat rumah sebagai agunan kredit sebesar Rp100 juta, berarti ekuitas rumah Andri sebesar Rp400 juta

4. Ekuitas merek

Menghitung ekuitas perusahaan, berarti kita harus memperhitungkan seluruh aset yang dimiliki perusahaan. Aset tersebut bisa yang berwujud sampai yang tidak, seperti merek dagang misalnya. 

Bagaimana cara mengetahui ekuitas merek? Contoh simpelnya, harga secangkir kopi di kedai kopi lokal harganya Rp8 ribu, tapi di Starbucks bisa mencapai Rp30 ribu lebih. Berarti, ekuitas merek Starbucks sekitar Rp22 ribuan lebih. 

Contoh ekuitas dalam perusahaan

ekuitas

Ekuitas dalam perusahaan bisa dilihat berdasarkan elemen yang disebutkan sebelumnya.dalam suatu entitas berbentuk Perseroan Terbatas (PT), kita dalam dengan mudah melihat ekuitasnya. Berikut enam contoh ekuitas yang biasa ada dalam sebuah PT.

  1. Modal Perseroan Terbatas, terdiri atas saham preferen (gabungan saham biasa dan obligasi), saham biasa, dan akun tambahan modal disetor.
  2. Modal dari sumbangan yang dapat dilaporkan sebagai tambahan modal disetor.
  3. Agio dan disagio dalam penjualan saham, baik saham biasa maupun saham preferen.
  4. Pendapatan atau revenue, yaitu laba suatu entitas yang memberikan penambahan nilai perusahaan pada periode pencatatan.
  5. Selisih penilaian kembali aktiva tetap. Dalam hal ini untuk perusahaan yang melakukan revaluasi aktiva tetap berdasarkan peraturan pemerintah.
  6. Retained earnings atau sisa laba tahun sebelumnya atau disebut juga dengan laba ditahan. Laba ditahan ini dapat berupa kerugian atau sisa kerugian tahun sebelumnya juga.

Ekuitas vs pengembalian ekuitas (ROE)

Dalam perusahaan, ada ekuitas dan lawannya yaitu pengembalian ekuitas. Populernya disebut dengan return of equity (ROE). Singkatnya, ROE adalah rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan menghasilkan laba bersih dengan menggunakan modal sendiri dan menghasilkan laba bersih yang akan diberikan kepada pemilik dan investor.

Ekuitas dan Memahami Elemennya dalam Perusahaan
Ekuitas dan Memahami Elemennya dalam Perusahaan

Dalam perhitungan profitabilitas, ROE adalah salah satu penghitungan yang disertakan karena sesuai pengertiannya, bisa memperlihatkan kemampuan perusahaan mendapatkan laba dari pendapatan yang berkaitan dengan penjualan aset dan ekuitas dengan pengukuran tertentu.

ROE ini sering digunakan dalam membandingkan dua atau lebih perusahaan atas peluang investasi yang baik dan manajemen biaya yang efektif. Angka persentase ROE menjadi perhatian pemegang saham maupun calon investor karena mengindikasikan potensi dividen dan keuntungan lain yang mampu diberikan perusahaan.

1. Perbedaan ekuitas dan pengembalian ekuitas

Sebelum melihat perbedaannya, kita harus tahu bahwa ada dua faktor yang memengaruhi ROE, yaitu laba bersih dan ekuitas itu sendiri. Laba bersih berarti penghasilan bersih yang diperoleh setelah pendapatan dikurangi biaya produksi dan beban lain.

Laba bersih ini tentunya menjadi dasar mengukur kemampuan perusahaan memberikan dividen dan keuntungan lain bagi stakeholder dan pemegang saham.

Berdasarkan penjelasannya, ekuitas menjadi gambaran porsi hak atas kekayaan bersih perusahaan. Sedangkan ROE menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan bersih bagi para investor dan setiap kegiatan usahanya.

Pengembalian ekuitas ini penting bagi perusahaan untuk menarik investor lainnya sekaligus sebagai bentuk pertanggungjawaban (akuntabilitas) perusahaan kepada para pemegang saham.

2. Manfaat informasi ROE

Informasi dalam ROE memiliki berbagai macam kegunaan sesuai pengertiannya. Terdapat tiga fungsi utama mengetahui pengembalian ekuitas dalam perusahaan, yaitu:

  • ROE digunakan untuk mengetahui pertumbuhan perusahaan dari segi keuntungan yang dihasilkan dengan cara membandingkan ROE dalam kurun waktu 5-10 tahun terakhir.
  • Informasi ROE bermanfaat untuk mengetahui rata-rata perolehan perusahaan.
  • ROE menunjukkan posisi perusahaan dalam industri yang diselami karena bisa membandingkan angkanya dengan perusahaan sejenis lainnya.
  • Membantu memutuskan kebutuhan akan investasi properti karena properti memiliki kecenderungan tingkat pertumbuhan tinggi dan bisa membantu perusahaan mendapatkan tambahan ekuitas.

Pengetahuan tentang ekuitas tidak hanya bermanfaat bagi perusahaan atau mereka yang tengah menjalani bisnis atau perusahaan. Kita sebagai orang awam bisa memanfaatkan informasi ekuitas perusahaan untuk berinvestasi.

Misalnya saja ingin berinvestasi di pasar modal baik saham atau obligasi, kita bisa memilih perusahaan terbuka atau emiten yang memiliki ekuitas positif dari berbagai elemennya. Dengan ekuitas positif, sustainable sebuah perusahaan lebih terjamin.