ETPS: Sejarah, Tata Laksana, dan Waktu Pemberiannya

motor idaman

Dalam berbisnis, setiap orang menginginkan keuntungan. Keuntungan yang didapat ada baiknya dinikmati tidak hanya pemilik modal, tetapi para pekerja yang telah turut bekerja keras demi menunjang perusahaan. 

Pembagian keuntungan atau dengan profit sharing menjadi bagian yang paling ditunggu sebagian pemilik saham dan pekerja dalam sebuah perusahaan. Sebagian perusahaan saat ini, dalam rangka mendorong kinerja dan produktivitas pekerjanya, kerap membagikan keuntungan. 

Biasanya, pembagian keuntungan disisihkan setelah saldo bersih atau keuntungan yang direalisasikan pada periode terakhir. Nilai yang dibagikan biasanya tergantung dari profit yang didapat.  

Sejarah dan Tata Laksana Pembagian Keuntungan 

Gagasan pekerja mendapatkan pembayaran sebagian keuntungan bukanlah hal baru. Hak pekerja mendapatkan keuntungan dalam sebuah perusahaan atau sebuah usaha pertama kali diperkenalkan oleh ekonom Jerman, J.H von Thunen pada tahun 1848.

Kemudian soal bagi hasil dan keuntungan ini diperkenalkan di Paris pada tahun 1889. Isinya, pembagian keuntungan mengacu pada pengaturan di mana pekerja secara teratur menerima di luar upah atau ketentuan gaji yang mereka dapat. 

Dalam kondisi saat ini, bagian laba biasanya dibayarkan dalam bentuk tunai atau saham, dan dapat ditangguhkan selama beberapa tahun. 

Pemberiannya harus memenuhi sejumlah syarat, seperti waktu bekerja yang telah dijalani karyawan dan kinerja keseluruhan dalam periode yang ditentukan. 

Sementara itu, pembayarannya amat bergantung pada laba dari beberapa level yang telah ditetapkan. Meski begitu, pemberian keuntungan tidak dilakukan setiap saat. Ada kalanya, saat perusahaan mengalami kerugian, maka tidak mendapatkan keuntungan dari perusahaan. 

Estimated Time Profit Sharing (ETPS)

Profit sharing

Tidak ada patokan dalam pembagian keuntungan dari perusahaan kepada karyawan atau investor. Begitu juga pembagian keuntungannya, apakah dalam bentuk tunai atau saham dengan jumlah tertentu. 

Hanya saja, pemberian keuntungan tidak berasal dari periode saat ini saja. Terkadang juga diambil dari surplus yang diperoleh pada periode sebelumnya. Terkait hal ini, besaran atau waktunya memang tidak memerlukan perjanjian, jadi tergantung kepada kebijakan pemilik perusahaan. Sebab, semua kembali pada volume bisnis atau keuntungan yang didapat. 

Perkiraan waktu pembagian keuntungan dikenal dengan istilah Estimated Trime Profit Sharing atau ETPS. Aturannya, ETPS diberikan apabila perusahaan telah mencatat laporan keuangannya dan menyisihkan laba untuk sejumlah keperluan mendatang, selanjutnya membagikannya kepada karyawannya. 

Berbagai bentuk pembagian keuntungan 

ETPS tidak dapat dipastikan, apakah diterima oleh sejumlah karyawan atau investor. Selain itu, pemberian keuntungan di setiap perusahaan dan negara pun berbeda-beda. 

Ada yang memberikannya seperti gaji, tapi ada juga yang memberikannya dalam bentuk benefit yang meliputi bonus cuti atau fasilitas penunjang untuk bekerja. Apa saja bentuk dari pembagian keuntungan? Berikut perinciannya.

  1. Pekerja umumnya mendapatkan uang tunai saat perusahaan memberikan keuntungan. Tetapi saat ini, metode pembagian keuntungan juga diberikan dalam bentuk uang tunai, saham, hingga transfer dana kas karyawan. 
  2. Pemberian keuntungan diberikan dalam bentuk upah atau tunjangan akhir tahun.
  3. Pembagian keuntungan kepada karyawan lewat penambahan dana pensiun atau kesejahteraan lain. 
  4. Lewat hadiah yang diberikan dari perusahaan kepada karyawan atau mitra. 
  5. Lompatan karier juga kerap diberikan kepada karyawan oleh perusahaan. Ini sebagai bentuk kepercayaan perusahaan atas kerja yang dilakukan.
  6. Pendidikan juga menjadi bagian dari bentuk pembagian keuntungan perusahaan. Tidak sedikit perusahaan yang memberikan pendidikan kepada karyawannya agar lebih matang dan dinilai mumpuni berada dalam suatu tingkatan yang tinggi. 

Hitung-hitungan Pemberian Keuntungan

Memang tidak ada yang baku dalam hitung-hitungan memberikan keuntungan kepada karyawan atau investor dari sebuah perusahaan. Hanya saja, standar yang dipakai oleh sejumlah perusahaan sama soal penetapan pemberian keuntungan kepada karyawannya.

Berikut hitung-hitungan yang dikutip dari lembaga perencana keuangan QM Financial soal besaran bonus yang diterima oleh karyawan dalam bentuk uang: 

Agen Asuransi Mitra Lifepal
Agen Asuransi Mitra Lifepal

QM Financial menyebut salah satu faktor keuntungan yang bisa didapatkan karyawan adalah menimbang kepada beberapa hal, yaitu:

  • Apakah pernah mendapatkan surat peringatan atau SP.
  • Masa kerja karyawan.
  • Level jabatan pribadi.
  • Kategori tiap departemen. 

Moral dari Membagikan Keuntungan 

Jangan khawatir dengan membagikan keuntungan kita kepada karyawan sebagai bentuk penghargaan sebab pemberian tersebut nyatanya menguntungkan bagi kedua belah pihak. 

Sepanjang pemberian dengan mengedepankan asas adil dan merata, maksudnya telah dipastikan yang layak mendapatkan dengan pertimbangan yang kuat, maka tidak ada salahnya memberikan keuntungan kepada karyawan kita. Berikut manfaat memberikan keuntungan kepada pekerja kita. 

  • Para pekerja termotivasi dan memiliki rasa memiliki terhadap perusahaan. Mereka bekerja sama secara sukarela karena merasa sejahtera. Terkadang timbul pula rasa kesejahteraan mereka yang bergantung pada kemakmuran perusahaan. Jika perusahaan mendapat untung lebih tinggi, pekerja akan mendapatkan jumlah bonus yang lebih tinggi pula.
  • Pembagian keuntungan membawa stabilitas dalam kerja perusahaan.Tingkat perpindahan tenaga kerja berkurang karena pekerja merasa terhubung dengan performa manajemen.
  • Bagi hasil menghasilkan distribusi laba yang adil di antara pemberi kerja dan karyawan perusahaan.
  • Pembagian keuntungan adalah langkah menuju demokratisasi industri. Karyawan diperlakukan tidak hanya sebagai pencari nafkah, tetapi juga sebagai mitra dalam kemajuan perusahaan.
  • Ada kedamaian industri dalam perusahaan. Para pekerja puas karena mereka mendapatkan jumlah tambahan melebihi dan di atas upah mereka. Suasana yang sehat berlaku di perusahaan. Ada kerja sama antara tenaga kerja dan manajemen karena tujuan keduanya sama, yaitu untuk meningkatkan produktivitas.
  • Pembagian keuntungan bertindak sebagai kekuatan pendorong untuk produksi dan produktivitas yang lebih tinggi. Para pekerja lebih tertarik dan berinisiatif menuju produksi yang lebih tinggi.
  • Membawa semangat tim di antara para pekerja dan pengusaha. Kemungkinan konflik berkurang.

Tips Mendapatkan Keuntungan dari Perusahaan

Keuntungan dari perusahaan

Biasanya, perusahaan menetapkan sejumlah syarat atau ketentuan dalam memberikan keuntungan kepada karyawannya. Hal tersebut dilakukan agar sasaran karyawan yang diberikan tepat dan sesuai dengan harapan dari perusahaan. Berikut tips dari Lifepal supaya kita bisa mendapatkan pembagian bonus!

  • Persaingan skill kerja dan perubahan teknologi terbilang cepat. Ada kebutuhan yang semakin meningkat dan mendorong pekerja untuk mampu mencapai produktivitas yang tinggi. Maka, capailah tingkat kinerja yang tinggi dalam target perusahaan. 
  • Bekerjalah sesuai dengan karakteristik kinerja yang diinginkan oleh perusahaan sehingga akan mudah bagi kita mendapatkan nilai di atas rata-rata. 
  • Berusaha untuk bertahan dalam waktu yang panjang. Biasanya perusahaan akan membagikan keuntungan kepada karyawan yang telah bersama selama lebih dari satu tahun. Semakin lama bekerja di perusahaan tersebut, maka peluang mendapatkan bonus juga semakin terbuka lebar. 
  • Bersedia membantu orang lain belajar di tempat kerja.

Demikian informasi soal pembagian keuntungan dan ETPS di sebuah perusahaan. Apabila kita seorang pengusaha, seperti yang Lifepal sarankan di atas, ada baiknya mempertimbangkan untuk memberikan pembagian keuntungan kepada karyawan kita. 

Apabila kita seorang karyawan, pacu terus semangat kinerja dan upgrade selalu skill kerja kita. Ini akan membantu kita mendapatkan nilai terbaik yang menjadi acuan akan bonus yang kita terima. 

Bersabarlah untuk menanti datangnya pembagian keuntungan, tapi jangan sampai kita bekerja hanya dengan motivasi mendapatkannya. Ingat-ingat bahwa pembagian keuntungan memang membuat kita senang, tapi yang lebih penting adalah bagaimana kita bisa bekerja dengan baik dan hati gembira. 

Semoga sukses!

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →