Harganya Cuma Rp 75 Juta, Ini Mobil Pertama di Indonesia

Mobil antik Benz Phaeton 1894. (Qubicle.id)

Jika bicara soal mobil antik, maka kita harus paham apa definisi antik itu sendiri. Antik, vintage, dan retro itu punya definisi yang berbeda-beda, tergantung usia produksinya.

Sebuah mobil dikatakan antik jika udah berusia lebih dari 100 tahun. Sedangkan buat mobil vintage biasanya digolongkan jadi dua tipe, yaitu era Perang Dunia I dan Perang Dunia II. Sementara mobil retro adalah yang usia produksinya kurang lebih udah 20 tahun.

Satu mobil antik yang pernah ada di Indonesia adalah Benz Phaeton 1894. Kalau dihitung-hitung, usia mobil yang satu ini udah 124 tahun lho!

Mobil yang jadi cikal bakalnya Mercedes-Benz itu sekarang dipajang di Den Haag, Belanda, dan sempat dikabarkan bakal dipulangkan ke Indonesia.

Lho kok jadi ada Belandanya nih? Ada apa gerangan? Simak aja ulasan di bawah ini.

Mobil pertama di Asia Tenggara, dan orang Indonesia yang pertama kali punya

Pakubuwono X, orang Indonesia pertama pemilik Phaeton. (old-indische.com)
Pakubuwono X, orang Indonesia pertama pemilik Phaeton. (old-indische.com)

Salah satu fakta mengejutkan dari mobil antik ini adalah, dia yang pertama diimpor ke Asia Tenggara. Dan orang Indonesialah yang pertama kali punya. Siapakah dia?

Dia adalah Sri Susuhunan Pakubuwono X, Sunan Surakarta.

Konon kabarnya, harga mobil ini mencapai 10 ribu Gulden atau setara dengan Rp 75 juta pada masanya. Tentu aja ini belum termasuk ongkos kirim dari Belanda.

Pada saat itu gak banyak orang yang mampu beli mobil

Benz Phaeton 1894. (Detik)
Benz Phaeton 1894. (Detik)

Pada saat itu, masih banyak orang yang gak mampu beli mobil, termasuk orang Belanda yang menjajah Indonesia. Ini jelas jadi bukti kalau Sunan Surakarta tajir melintir.

Buat mendatangkan mobil antik ini, sang Sunan menggunakan jasa John C Potter, penjual mobil pertama yang mengurus pengiriman mobil dari luar negeri.

Proses pengirimannya memakan waktu kurang lebih satu tahun.

Kapasitas mesin kecil banget

Benz Phaeton 1894. (Modifikasi.com)
Benz Phaeton 1894. (Modifikasi.com)

Namanya juga mobil zaman dulu, tentu belum tersemat teknologi yang canggih seperti saat ini. Mesinnya satu silinder aja. Kapasitas tangkinya juga cuma dua liter.

Tenaga maksimalnya? Cuma 5 Tk. Jauh lebih kecil ketimbang motor bebek saat ini. Meski gitu mobil ini masih mumpuni buat mengangkut delapan orang sekaligus.

Kalau itu masih kurang mengejutkan, kamu harus tahu kalau mobil antik ini masih pakai roda kayu dan ban mati alias tanpa udara.

Terakhir terlihat di muka umum pada 1924

Mobil pertama di Indonesia. (Youtube)
Mobil pertama di Indonesia. (Youtube)

Mobil ini terakhir dilihat pada 1924 silam. Saat itu, mobil antik tersebut dikapalkan dari pelabuhan Semarang karena bakal dipamerkan di pameran otomotif AutoRAI di Belanda.

Mengingat Belanda kalah perang dari Jepang dan Indonesia pun merdeka, maka Benz Phaeton ini terlupakan gitu aja setelah pameran berlangsung.

Kabarnya, mobil itu saat ini ada di dalam museum yang terletak di Den Haag.

Sampai sekarang keberadaannya masih jadi misteri

Roy Suryo. (Tempo/Wisnu Agung Prasetyo)
Roy Suryo. (Tempo/Wisnu Agung Prasetyo)

Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo sempat bilang bakal memulangkan mobil antik ini ke Indonesia. Sayang sepertinya cuma wacana aja.

Roy Suryo mengatakan hal itu pada tahun 2013. Saat itu Duta Besar Indonesia buat Belanda adalah  Retno Marsudi yang kini udah jadi Menteri Luar Negeri.

Kalau emang bisa dipulangkan, pasti pemilik mobil ini bakal meminta tebusan yang gak murah ya. Wajar sih, wong ini barang bersejarah yang gak ternilai harganya buat Indonesia.

Itulah fakta-fakta mobil antik Benz Phaeton yang hilang dari Indonesia. Kira-kira, apa jadinya ya kalau mobil ini berhasil dipulangkan? Apakah bakal jadi rebutan orang kaya?

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →