Kenali Makna Fidusia Sebelum Ambil Pinjaman, Pelajari di Sini

fidusia untuk pinjam kendaraan

Fidusia adalah pengalihan hak kepemilikan benda dari pemberi pinjaman (kreditur) ke peminjam (debitur). Fidusia benda tersebut jadi milik pemberi pinjaman hingga utang lunas.

Dalam kehidupan sehari-hari, fidusia adalah salah satu prasyarat untuk membeli kendaraan bermotor. Atas perjanjian ini, kendaraan yang dibeli dengan uang pinjaman sewaktu-waktu bisa ditarik kreditur jika debitur tidak bisa membayar.

Terdapat dua dasar perlindungan bagi kedua belah pihak dalam fidusia, yaitu:

1. UU No.42 Tahun 1999

Dalam Undang-Undang Nomor 42 Tahun 1999, terdapat sejumlah pasal yang mengatur perjanjian fidusia. Beberapa di antaranya sebagai berikut.

  • Pengalihan hak penerima fidusia kepada peminjam baru (Pasal 19).
  • Jika pemberi fidusia cedera (ingkar) janji, maka hasil pengalihan atau tagihan yang timbul menjadi objek jaminan fidusia pengganti dan objek jaminan fidusia dialihkan (Pasal 21 Ayat 4).
  • Pembeli benda yang menjadi objek jaminan fidusia adalah bebas dari tuntutan adanya jaminan fidusia setelah melunasi pinjaman sesuai harga barang di pasar (Pasal 22).

2. Sertifikat jaminan fidusia

Sertifikat jaminan fidusia terdiri atas dua kategori, yaitu sertifikat yang dibuat di hadapan notaris dan dibuat tanpa notaris. Meski sama-sama sah, dua sertifikat jaminan fidusia ini memiliki perbedaan, yaitu:

  • Sertifikat yang dibuat dihadapan notaris sah dan memiliki perlindungan hukum ketika salah satu pihak melanggar perjanjian.
  • Sertifikat yang dibuat tanpa notaris (akta bawah tangan) tetap sah, tetapi tidak memiliki perlindungan hukum jika salah satu pihak melanggar perjanjian.

Dalam kehidupan sehari-hari, rata-rata perjanjian fidusia dilakukan tanpa notaris. Kebanyakan dari kasus ini merugikan debitur karena tidak mengetahui aturan dalam perjanjian fidusia yang menyebabkan pengambilan jaminan atau kendaraan secara paksa ketika terlambat membayar pinjaman.

Terdapat prosedur khusus terkait proses penjaminan fidusia, yaitu sebagai berikut.

  1. Pendaftaran jaminan fidusia dilakukan di Kantor Pendaftaran Fidusia dengan wilayah kerja mencakup seluruh wilayah Negara Republik Indonesia dan berada di lingkup tugas Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.
  2. Permohonan pendaftaran dilakukan oleh penerima fidusia, kuasa atau wakilnya dengan melampirkan pernyataan pendaftaran jaminan fidusia.
  3. Pernyataan pendaftaran jaminan fidusia sebagaimana dimaksud di atas memuat hal-hal berikut:
    • Identitas pihak pemberi dan penerima fidusia;
    • Tangga, nomor akta jaminan fidusia, nama dan tempat kedudukan notaris yang membuat akta jaminan fidusia;
    • Data perjanjian pokok yang dijamin fidusia;
    • Uraian mengenai benda yang menjadi objek jaminan fidusia;
    • Nilai penjaminan;
    • Nilai benda yang menjadi objek jaminan fidusia.
  4. Kantor pendaftaran fidusia mencatat jaminan fidusia dalam buku daftar fidusia pada tanggal yang sama dengan tanggal penerimaan permohonan pendaftaran.
  5. Kantor pendaftaran fidusia menerbitkan dan menyerahkan kepada penerima fidusia sertifikat jaminan fidusia pada tanggal yang sama dengan tanggal penerimaan permohonan pendaftaran.
  6. Jaminan fidusia lahir pada tanggal yang sama dengan tanggal dicatatnya jaminan fidusia dalam buku daftar fidusia;
  7. Pemberi fidusia dilarang melakukan fidusia ulang terhadap benda yang menjadi objek jaminan fidusia yang sudah terdaftar.

fidusia adalah pengalihan hak kepemilikan benda

Dalam perjanjian fidusia, terdapat hak eksekusi yang bisa dilakukan kreditur ketika debitur gagal atau telat membayar. Namun, eksekusi atau pengambilan jaminan atau benda yang dibeli dengan uang pinjaman dari kreditur tidak bisa dilakukan sembarangan. Berikut mekanisme hak eksekusi.

1. Surat peringatan pertama

Surat peringatan pertama diberikan ketika debitur terlambat membayar. Surat ini dikeluarkan sesuai perjanjian, misalnya telat bayar dua bulan, maka surat peringatan pertama dikirim.

2. Surat peringatan kedua

Jika debitur belum membayar setelah terbit surat peringatan pertama dalam jangka waktu yang ditentukan, maka surat peringatan kedua dilayangkan. Misalnya dua pekan setelah surat peringatan pertama.

3. Penerbitan surat kuasa eksekusi

Penerbitan surat kuasa eksekusi biasanya diberikan kepada pihak ketiga selaku debt collector. Pada tahap ketiga ini, debitur tidak lagi memiliki hak atas barang yang dijaminkan dalam fidusia dan pihak kreditur (dalam hal ini diwakili debt collector atau pihak ketiga) berhak mengambil jaminan.

Meski pihak ketiga yang menerima surat kuasa eksekusi memiliki hak mengambil jaminan, tetap tidak boleh dilakukan pemaksaan dengan unsur kekerasan atau penganiayaan. Aturan ini berlaku atas semua perjanjian fidusia, termasuk untuk sertifikat yang dibuat dengan akta bawah tangan.

Di dalam proses pengambilan jaminan, debt collector juga tidak boleh mengambil jaminan di jalan tanpa perjanjian fidusia. Jika melanggar, maka penagih utang melakukan tindak pidana dan bisa dijerat pasal berlapis termasuk KUHP Pasal 368 dan Pasal 372 mengenai pengambilan paksa. 

Dalam kehidupan sehari-hari dampak perjanjian fidusia cukup banyak yang merugikan masyarakat (debitur). Bahkan banyak kasus yang telah ditangani kepolisian.

Kenali Makna Fidusia Sebelum Ambil Pinjaman, Pelajari di Sini
Kenali Makna Fidusia Sebelum Ambil Pinjaman, Pelajari di Sini

1. Contoh kasus fidusia

Berikut beberapa contoh kasus yang terjadi dalam perjanjian fidusia.

  • Dua debt collector ditangkap di Probolinggo, Jawa Timur, karena memukul debitur menggunakan helm berdasarkan berita yang diturunkan Detik, Maret 2019.
  • Lima debt collector ditangkap di Pontianak, Kalimantan Barat, karena menganiaya korban yang telat membayar cicilan mobil berdasarkan berita yang diturunkan SindoNews, Juli 2019.
  • Kasus perampasan motor mahasiswi di Jambi oleh 10 debt collector berakhir damai berdasarkan berita yang diturunkan Gatra, Agustus 2019.

2. Manfaat fidusia bagi debitur

Meski dianggap merugikan, perjanjian fidusia juga ada dampak positifnya bagi debitur antara lain.

  • Lebih aman karena perusahaan yang memberikan pinjaman dengan jaminan fidusia wajib mendaftar di Kantor Pendaftaran Fidusia sesuai undang-undang yang berlaku.
  • Jangka waktu yang diberikan untuk ketelatan pembayaran adalah 30 hari. Penagihan atau hak eksekusi tidak bisa dilakukan sebelum tenggat waktu tersebut.
  • Pemberi pinjaman baru bisa merealisasikan hak eksekusi jika telah memenuhi semua persyaratan yang ditentukan undang-undang yaitu pengiriman surat peringatan pertama, kedua, dan adanya surat kuasa hak eksekusi jika menggunakan jasa pihak ketiga.
  • Perusahaan yang melanggar diberikan sanksi dari surat peringatan, pembekuan kegiatan usaha, hingga pencabutan izin usaha.

Agar aman dalam mengambil pinjaman, ada baiknya kamu tidak asal dalam meminjam dana. Beberapa tips berikut sebaiknya dipertimbangkan sebelum mengambil pinjaman.

1. Pilih lembaga pembiayaan yang kredibel

Poin pertama ini ditekankan oleh pihak Polri, lho! Menurut Wakil Direktur Direktorat Tindak Pidana Khusus (Tipideksus) Bareskrim Kombes Daniel T.M. Silitonga, konsumen sebaiknya mengambil pinjaman dari lembaga pembiayaan kredibel yang tepercaya. Anjuran ini disampaikan karena banyaknya kasus penganiayaan oleh debt collector dalam penagihan. 

2. Kebutuhan atau sekadar keinginan

Kamu yang ingin mengambil pinjaman untuk membeli motor atau mobil perlu mempertimbangkan poin kedua ini. Jangan sampai hanya atas dasar keinginan memiliki mobil, kamu terbelit utang dan ditagih debt collector.

3. Kemampuan bayar

Pertimbangan yang tidak kalah penting adalah kemampuan membayar cicilan tiap bulan. Misalnya, kamu mengambil pinjaman untuk membeli mobil, pastikan pekerjaan atau bisnismu sudah settle agar tidak sulit membayar cicilan per bulannya.

4. Membuat perjanjian (sertifikat) fidusia resmi

Poin terakhir yang tidak boleh dilupakan adalah perjanjian fidusia resmi dihadapan notaris. Dengan membuat sertifikat di notaris, kamu sebagai peminjam lebih terlindungi dari sisi hukum.

Dengan banyaknya kasus fidusia yang merugikan, coba pertimbangkan lagi sebelum kamu mengambil pinjaman. Ada baiknya bersabar untuk mewujudkan keinginanmu dengan menabung di bank atau lewat asuransi. So, tetap jeli dan waspada sebelum meminjam, ya!